- Inovasi Daur Ulang Life Jacket, PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026
- Pelindo Regional 4 Peduli Korban Kebakaran di Makassar, Salurkan Bantuan
- Pelindo Indonesia Network Pendulum Diluncurkan, Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Logistik Nasional
- KRI Alamang-644 Tebar Kebaikan, Nelayan Tanjung Balai Asahan Dibagi Sembako dan Cek Kesehatan
- TNI AL dan Tentara Australia Asah Kemampuan, Operasi Pendaratan Amfibi di Situbondo
- Senangnya Bocah-bocah TK Dewi Sartika Wonokromo Naik Tank Amfibi 2 Marinir
- Kapolri Suyudi Temui Panglima TNI di Mabes Cilangkap, Ini yang Dibahas
- Misi Kemanusiaan di Fiji Berakhir Sukses, Satgas Port Visit 2026 Lanjutkan Berlayar ke Solomon
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Menembus Lautan Distribusikan Rp25 Milyar ke Pulau 3T
- Aksi Sosial Lintas Benua, Bakti Kesehatan Satgas Port Visit 2026 Disambut Antusias Masyarakat Fiji
Pusat Perikanan Internasional Dibangun di Jembrana Bali, Rp891 Miliar Digelontorkan

Keterangan Gambar : Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi pembangunan Pusat Perikanan Internasional. Foto: dok. KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN),BALI: Provinsi Bali tepatnya Kabupaten Jembrana, akan memiliki Pusat Perikanan Internasional. Mega proyek senilai Rp891 miliar tersebut tahun ini mulai dibangun.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan Kabupaten Jembrana di ujung barat Pulau Bali, tepatnya di Desa Pangembangan, dipilih menjadi lokasi pembangunan Pusat Perikanan Internasional karena lokasinya strategis Selain itu berhubungan langsung dengan laut internasional dan memiliki potensi perikanan yang sangat besar.
Di PPN (Pusat Perikanan Nusantara) Pengambengan, adalah wilayah perairan yang memiliki hasil laut melimpah dan potensi ikan sangat besar. Mulai dari ikan tuna, ikan lemuru, serta ikan pelagis lainnya, jadi sangat strategis," kata Sakti Wahyu Trenggono, Senin (23/1/2023).
Baca Lainnya :
- Catat! Potensi Gelombang 7 Hari Kedepan dan Sebaran Hujan0
- Gunung Anak Krakatau Menggeliat Lagi, Masyarakat Diimbau Waspada0
- TNI AL dan US Navy Chaplain Tukar Pengalaman Soal Membina Mental Prajurit0
- Pesawat SAM Air Bawa 11 Penumpang Tergelincir di Papua, Ban Pecah Sayap Patah 0
- 340.411 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Liburan Imlek 20230
Menurut Sakti, lokasi strategis yang dekat dengan Surabaya dan menyambung Laut Banda, sangat cocok jadi lokasi pembangunan mega proyek tersebut. "Saya kira ini akan menjadi pelabuhan perikanan modern, apalagi lokasinya sangat strategis dan langsung berhubungan dengan laut internasional," sambung Sakti.
Selain itu, lahan PPN Pengambengan juga akan diperluas, dengan tambahan lahan darat dan kolam labuh. Dengan perluasan ini semua fasilitas pendukung Pusat Perikanan Internasional bisa lebih maksimal.
Sebelumnya, luas lahan PPN pengambengan i 13,5 hektar dan kolam labuh 25 hektar. "Nah ini diperluas lagi sekitar 88,5 hektar," kata Sakti.
Pembangunan mega proyek di Jembrana tersebut diharapkan melibatkan seluruh tokoh masyarakat dalam pengawasan, sehingga dapat berjalan lancar dan sesuai apa yang direncanakan.
Diharapkan juga, tempat ini tidak hanya pusat perikanan, namun juga akan dimanfaatkan sebagai kawasan wisata. Karena akan dibuatkan port yacht atau pelabuhan mini tempat berlabuh kapal pesiar yang rencananya akan terintegrasi dengan Sircuit All In One. (Riz/Oryza)











