- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
IPC TPK Implementasi ESG Utamakan Keselamatan Kerja, TKBM Dilatih K3

Keterangan Gambar : IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus perkuat komitmennya dmembangun lingkungan kerja pelabuhan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), menyelenggarakan Emergency Rescue & First Aid Training bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di IPC TPK Area Tanjung Priok, (27 /1/2026).Foto: IPC TPK
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA :IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus perkuat komitmennya dmembangun lingkungan kerja pelabuhan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), menyelenggarakan Emergency Rescue & First Aid Training bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di IPC TPK Area Tanjung Priok, (27 /1/2026).
Kegiatan ini bagian dari peringatan Bulan K3 Nasional 2026 yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.”
Baca Lainnya :
- IPC TPK Palembang Melejit Saat Perdagangan Global Lesu, Tumbuh 6,15% Sepanjang 20250
- Cek Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Ditjen Hubla Uji Petik di Labuan Bajo0
- Tol Laut Dinilai Belum Berhasil,Muatan Tak Seimbang Kapal Balik Muatan Minim0
- IPC TPK Mantapkan Arah Strategis 2026, Ini Strateginya0
- TPK Bagendang Catatkan Kinerja Solid, Arus Peti Kemas Tumbuh Positif0
Pelabuhan sebagai simpul utama rantai logistik nasional, memiliki karakteristik lingkungan kerja berisiko tinggi (high-risk working environment). Oleh karena itu, IPC TPK secara proaktif mendorong penguatan kompetensi keselamatan kerja, tidak hanya bagi pekerja internal, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan yang terlibat langsung dalam aktivitas operasional pelabuhan, termasuk TKBM sebagai garda terdepan layanan bongkar muat.
Pelatihan ini membekali peserta dengan keterampilan teknis penyelamatan darurat dan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja, mulai dari dasar-dasar first aid, bantuan hidup dasar (basic life support), resusitasi jantung dan paru (RJP), hingga simulasi penyelamatan secara beregu. Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu meminimalkan risiko fatalitas sekaligus menjaga kelancaran operasional terminal bagi para pengguna jasa.
“TKBM memiliki peran strategis dalam memastikan operasional pelabuhan berjalan aman dan efisien. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan sinergi antar seluruh insan pelabuhan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman,” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK.
Dari perspektif Environmental, Social, and Governance (ESG), inisiatif ini merupakan implementasi nyata pilar Social, khususnya dalam perlindungan tenaga kerja dan penguatan budaya keselamatan. Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan memastikan standar keselamatan yang setara bagi seluruh pelaku rantai logistik pelabuhan.
Kegiatan Emergency Rescue & First Aid Training ini secara resmi dibuka oleh Stefanus Happy Yanuar Hadi, Asisten Manager Operasi IPC TPK Area Tanjung Priok 2, dan dihadiri oleh Yudha Sutanto, Asisten Manager Operasi IPC TPK Area Tanjung Priok 1. Pada sambutannya, Stefanus menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi seluruh insan pelabuhan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan.
Pelatihan yang melibatkan instruktur profesional dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara ini diikuti oleh 27 personel TKBM yang beroperasi di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok dan dilaksanakan di Museum Maritim Indonesia. IPC TPK menargetkan para peserta tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga mampu berperan sebagai safety leader di lingkungan kerja masing-masing.
“Melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini," kata Pramesti, "Kami optimistis ekosistem Pelabuhan Tanjung Priok akan semakin tangguh, dengan budaya keselamatan yang terus tumbuh dan memberikan rasa aman bagi pekerja, pengguna jasa, serta seluruh stakeholder."(Arry/Mar)











