- Cetak Instruktur Kompeten Generasi Muda Maritim, Pusteral Gelar Kursus Instruktur Saka Bahari Nasional
- Inovasi Daur Ulang Life Jacket, PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026
- Pelindo Regional 4 Peduli Korban Kebakaran di Makassar, Salurkan Bantuan
- Pelindo Indonesia Network Pendulum Diluncurkan, Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Logistik Nasional
- KRI Alamang-644 Tebar Kebaikan, Nelayan Tanjung Balai Asahan Dibagi Sembako dan Cek Kesehatan
- TNI AL dan Tentara Australia Asah Kemampuan, Operasi Pendaratan Amfibi di Situbondo
- Senangnya Bocah-bocah TK Dewi Sartika Wonokromo Naik Tank Amfibi 2 Marinir
- Kapolri Suyudi Temui Panglima TNI di Mabes Cilangkap, Ini yang Dibahas
- Misi Kemanusiaan di Fiji Berakhir Sukses, Satgas Port Visit 2026 Lanjutkan Berlayar ke Solomon
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Menembus Lautan Distribusikan Rp25 Milyar ke Pulau 3T
Pelindo Terminal Petikemas Gondol 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026

Keterangan Gambar : PT Pelindo Terminal Petikemas menggondol dua penghargaan dalam ajang Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026.Foto: PTP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: PT Pelindo Terminal Petikemas menggondol dua penghargaan dalam ajang Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026 melalui dua terminal yang dikelolanya, yakni Terminal Peti Kemas (TPK) Banjarmasin dengan predikat bintang tiga dan TPK Bitung dengan predikat bintang dua. Penghargaan diberikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan di Gresik, Rabu (15/7/2026).
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil asesmen yang dilaksanakan sepanjang 2025. TPK Banjarmasin dan TPK Bitung dinilai telah memenuhi kriteria penerapan green and smart port yang mencakup aspek manajemen, aspek teknis kepelabuhanan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), lingkungan, energi, serta digitalisasi layanan.
Program GSPI ASRI 2026 merupakan inisiatif untuk mendorong transformasi pelabuhan di Indonesia agar semakin Asri (aman, sehat, resik, dan indah), sekaligus menerapkan tata kelola operasional yang ramah lingkungan dan didukung teknologi digital.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Apelabuhan memiliki posisi strategis dalam menjaga kelancaran sistem logistik pangan nasional. Menurutnya, fungsi pelabuhan tidak terbatas sebagai tempat berlangsungnya kegiatan bongkar muat barang.
“Pelabuhan merupakan simpul utama dalam sistem logistik pangan nasional yang menghubungkan sentra produksi, kawasan industri, pusat distribusi, hingga daerah konsumsi. Pengelolaan pelabuhan yang baik sangat menentukan kelancaran pasokan, membantu menekan disparitas harga, dan menjaga stabilitas pangan,” kata Zulkifli Hasan.
Ia menilai transformasi menuju pelabuhan hijau dan cerdas perlu terus diperluas agar proses distribusi barang berlangsung semakin efisien dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berharap semakin banyak pelabuhan di Indonesia mengikuti program GSPI ASRI. Penerapan prinsip aman, sehat, resik, dan indah diharapkan tidak hanya mencakup sektor transportasi laut, tetapi juga dapat diperluas ke berbagai moda transportasi lainnya.
“Kami berharap pelabuhan-pelabuhan lain segera mengikuti gerakan ASRI. Ke depan, program ini tidak hanya mencakup transportasi laut, tetapi juga kegiatan transportasi lainnya. Kami akan terus mendorong agar gerakan ASRI dapat diterapkan secara lebih luas,” ujar Dudy.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan penghargaan tersebut menjadi bagian dari proses berkelanjutan perusahaan dalam membangun terminal peti kemas yang lebih ramah lingkungan, aman, dan berbasis teknologi.
“Sebagai operator terminal peti kemas, kami berkomitmen untuk terus mewujudkan pelabuhan hijau. Komitmen tersebut tidak berhenti pada pemenuhan indikator penilaian, tetapi harus tercermin dalam pengelolaan operasional sehari-hari, mulai dari efisiensi penggunaan energi, pengelolaan lingkungan, peningkatan keselamatan kerja, hingga pemanfaatan teknologi digital,” kata Widyaswendra.
Menurutnya, capaian TPK Banjarmasin dan TPK Bitung menunjukkan pentingnya konsistensi pengelola terminal dalam mengintegrasikan aspek operasional, keselamatan, lingkungan, energi, dan digitalisasi.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan standar pengelolaan terminal secara bertahap. Kami juga akan mendorong terminal-terminal lain di lingkungan Pelindo Terminal Petikemas agar terus memperkuat penerapan prinsip green and smart port sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing terminal,” lanjutnya.
Widyaswendra menambahkan, transformasi pelabuhan hijau dan cerdas perlu didukung kolaborasi antara pemerintah, operator terminal, pengguna jasa, perusahaan pelayaran, tenaga kerja bongkar muat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem kepelabuhanan.
Kolaborasi tersebut diperlukan karena penerapan green and smart port tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga mencakup peningkatan tata kelola, penguatan budaya keselamatan, efisiensi sumber daya, serta integrasi sistem pelayanan berbasis digital.(Arry/Oryza)











