- Peduli Lingkungan Laut, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar
- Kapal KM Nurul Salsa Angkut 70 Penumpang Tenggelam, 46 Selamat, 1 Tewas, Puluhan Hilang
- POR Angkatan Laut 2026 Ditutup, Ini Juaranya Masing-masing Cabor
- 3 Hari Berturut-turut TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Obat Terlarang di Bandara Juanda
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon
- Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika
- Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT per Liter Rp15.000, KKP: Jaga Stabilitas Produksi dan Daya Saing
- Menuju 5 Abad Jakarta, Wagub Rano Karno Ajak Insan Pers Sukseskan Anugerah Jurnalistik MHT 2026
- Tok! Harga BBM Solar Kapal Nelayan 30 GT per Liter Rp15.000, Perintah Presiden Prabowo
- Pelindo Terminal Petikemas Gondol 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026
TNI AL dan US Navy Chaplain Tukar Pengalaman Soal Membina Mental Prajurit

Keterangan Gambar : Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Laut (Disbintalal) melaksanakan anjangsana ke U.S. Navy Chaplain - 7th Fleet pada Kamis (19/1) hingga Jumat (20/1) 2023.Foto: Dispen AL
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam hal ini Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Laut (Disbintalal) melaksanakan anjangsana ke U.S. Navy Chaplain - 7th Fleet pada Kamis (19/1) hingga Jumat (20/1) 2023.
Anjangsana ini dalam rangka mengikuti kegiatan Area Wide Training for Chaplain and RPs_ serta _Office Call_ ke USS Howard (DDG-83), USS Ronald Reagan (CVN-76) dan Markas Armada ke-7 U.S. Navy di Yokosuka-Jepang.
Kegiatan anjangsana Disbintalal ke U.S. Navy Chaplain - 7th Fleet dipimpin oleh Aspers Kasal Laksda TNI Irwan Achmadi didampingi Kadisbintalal Brigjen TNI Sandy Muchjidin Latief dan rombongan.
Baca Lainnya :
- Pesawat SAM Air Bawa 11 Penumpang Tergelincir di Papua, Ban Pecah Sayap Patah 0
- 340.411 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Liburan Imlek 20230
- Tambak Udang Modern Bakal Dibangun di Sumba Timur, Menteri KP: Dongkrak Ekonomi Rakyat0
- Peduli Yatim dan Dhuafa De Nasti Cafe Berbagi0
- Anggota Komisi I DPR Saksikan Kesigapan Prajurit di Sarang Petarung Brigif 2 Mar0
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melaksanakan pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara personel U.S. Navy Chaplain dengan personel Bintal TNI AL tentang pelayanan pembinaan mental yang dilakukan oleh kedua institusi di lingkungan masing-masing.
Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan interoperabilitas pelayanan agama saat ini dan masa yang akan datang antara TNI AL dalam hal ini Disbintalal, dengan U.S. Navy Chaplain Seventh Fleet.
4 KOMPETENSI
Dalam kegiatan tersebut U.S. Navy Chaplain menyampaikan bahwa ada 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh U.S. Navy Chaplain. Keempat variabel tersebut yaitu: provide, facilitate, care, dan advice.
Selain itu disampaikan pula bahwa keberadaan Chaplain (Pabintal) berdasarkan konvensi Jenewa adalah non-combatant, namun tetap terjadi kemungkinan chaplain menjadi sasaran tembak. Maka dari itu dibentuk Religious Program Specialist_(RPs) yang bertugas melindungi dan mendukung pelaksanaan tugas chaplain yang tergabung dalam Religious Ministry Teams (RMT).
Kegiatan anjangsana Bintal TNI AL ke US Navy Chaplain - 7th Fleet selain rangkaian kegiatan Area Wide Training for Chaplain and RPs dalam rangka untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi Personel Bintal TNI AL tentang pelayanan pembinaan mental yang dilakukan oleh U.S. Navy Chaplain di lingkungannya, juga melaksanakan kegiatan Office Call.
Panglima Armada ke-7 USN, Vice Admiral Thomas Karl sangat mengapresiasi kegiatan _Office Call_ TNI AL. Kerja sama perlu dilaksanakan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman antar chaplain/Bintal.
US Navy mengharapkan keberlanjutan kerja sama chaplain dengan TNI AL. Pembinaan mental menjadi hal yang sangat penting agar para pengawak armada tersebut menjadi prajurit yang religius dan siap melaksanakan penugasan.
Kegiatan tersebut sesuai dengan prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali di mana Sumber Daya Manusia (SDM) prajurit TNI AL, ditempatkan sebagai prioritas utama dengan pertimbangan berputarnya roda sebuah organisasi akan bertumpu pada kemampuan sumber daya manusianya.(Arry/Oryza))











