Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang 500 Meter Gunung Bulusaraung

By Indonesia Maritime News 20 Jan 2026, 14:27:45 WIB Sorot
Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang 500 Meter Gunung Bulusaraung

Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan menemukan dan mengevakusi korban kedua jatuhnya pesawat ATR 42-500 di jurang kedalaman 500 meter Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026). Foto: Basarnas Makassar



Indonesiamaritimenews.com (IMN), MAKASSAR: Hari kedua operasi pencarian pesawat ATR 42-500, Senin (19/1/2026) Tim SAR gabungan kembali menemukan jenazah satu korban di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.

Seperti diketahui, pesawat yang membawa 10 orang tersebut jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu (27/1) setelah sebelumnya hilang kontak.

Baca Lainnya :

Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan temuan tersebut merupakan hasil penyisiran lanjutan yang dilakukan tim pada Senin, 19 Januari 2026. “Kemarin (hari pertama) kita sudah menemukan satu korban. Kemudian hari ini juga telah ditemukan satu korban,” jelas Syafii di Makassar.

Korban kedua berjenis kelamin laki-laki ditemukan tidak jauh dari lokasi korban pertama, namun medannya jauh lebih ekstrem. Kedalaman jurang tempat korban ditemukan diperkirakan mencapai 500 meter.

Tim SAR gabungan rencananya akan mengevakuasi korban melalui jalur darat,  karena kondisi cuaca belum memungkinkan melalui udara. Untuk memastikan identitas korban harus melalui proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan.

Seperdi diketahui, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat hendak menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat tersebut membawa 7 kru dan 3 penumpang pegawai KKP. Daftar nama 10 korban pesawat ATR 42-500:

Kru:
1. Kapten Andi Dahananto,
2. Muhammad Farhan Gunawan
3. Hariadi
4. Restu Adi
5. Dwi Murdiono
6. Florencia lolita
7. Esther Aprilita

Penumpang  (karyawan KKP):
1. Ferry Irawan dengan pangkat penata muda tingkat I dan jabatan analis kapal pengawas.
2. Deden Mulyana, penata muda tingkat I dengan jabatan pengelola barang milik negara.
3. Yoga Naufal dengan jabatan operator foto udara.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menjelaskan, ketiga pegawai KKP tersebut sedang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara, atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia.

Dijelaskan Trenggono, selama ini KKP memang menjalankan tugas air surveillance, bekerja sama dengan IAT sebagai operator pesawat untuk beroperasi di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke, khususnya pengawasan di daerah-daerah perbatasan. (Arry/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook