- Operasi Ketupat dan Arus Mudik Lebaran 2026 Sukses, ASDP dan Korlantas Polri Perkuat Kolaborasi
- Pasukan Katak TNI AL Siaga Objek Vital, Antisipasi Serangan Pembajak Pesawat
- TNI AL dan Royal Australian Navy Gelar MOWG 2026, Perkuat Kerjasama Operasi dan Latihan Maritim
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Bersama KRI Dorang-874: BI dan TNI AL Sasar Pulau 3T di Maluku
- Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Menhub: Korban 106 Orang, 15 Meninggal, 91 Luka-luka
- Transformasi PELNI 74 Tahun Berlayar untuk Indonesia, Perubahan Logo hingga Peremajaan Kapal
- Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-luka
- Kemenhub Tngkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Perkuat Keselamatan Pelayaran
- Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Pastikan Penanganan Medis Terbaik
- Standar Kesehatan Pelaut Ditingkatkan, Kemenhub Perkuat Kompetensi Dokter Pemeriksa
3 Karyawan KKP Jadi Penumpang Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak, Menteri Trenggono: Kami Sedih

Keterangan Gambar : Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kedua dari kiri) menjelaskan soal 3 anak buahnya yang menjadi penumpang pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Pesawat ATR 42-500 ditumpangi 10 orang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulsel, Sabtu (17/1/2026) pagi. Dari 10 orang tersebut, 3 di antaranya karyawan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Tranggono menjelaskan, tiga pegawainya merupakan penumpang pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan oleh PT Indonesia Air Transport (IAT). Ketiganya adalah:
1. Ferry Irawan dengan pangkat penata muda tingkat I dan jabatan analis kapal pengawas.
2. Deden Mulyana, penata muda tingkat I dengan jabatan pengelola barang milik negara.
3. Yoga Naufal dengan jabatannya operator foto udara.
Baca Lainnya :
- Pesawat ATR 42-500 Bawa 10 Orang Hilang Kontak di Kabupaten Maros Makassar0
- Longsor di Cisarua Bandung Barat Timbun 30 Rumah, 6 Warga Tewas, 84 Masih Dicari0
- Deden Maulana Gugur dalam Tugas, KKP Berduka0
- Play Therapy, Cara Prajurit Jalasena Beri Trauma Healing Bagi Korban Bencana di Aceh0
- Jaga Pasokan LPG di Daerah Bencana, ASDP Kerahkan KMP Aceh Hebat20
Trenggono menyatakan kesedihan dan prihatin atas peristiwa hilang kontak pesawat tersebut. Ia dan jajarannya langsung menggelar pernyataan pers pada Sabtu malam (17/1/2026).
“Kami menyatakan prihatin. Kami terus terang sedih dan prihatin dan berdoa yang terbaik untuk para penumpang dan kru pesawat tersebut,” kata dalam konferensi pers di kantornya.
Trenggono menyampaikan, status pesawat, kru, dan penumpang sedang dilakukan pencarian atau search and rescue oleh Tim SAR Gabungan. Hal ini
berdasarkan informasi terakhir dari Kepala Kantor SAR Nasional Makassar yang dihubungi oleh Tim Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) pada 17 Januari 2026 pukul 19.20 WIB,
Ketiga pegawai KKP tersebut menurut Trenggono sedang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara, atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia.
Selama ini KKP memang menjalankan tugas air surveillance, bekerja sama dengan IAT sebagai operator pesawat.
untuk beroperasi di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke, khususnya untuk pengawasan di daerah-daerah perbatasan.
"Jadi laut kita berbatasan dengan Laut tetangga sehingga kita selalu akan melakukan itu. tapi tidak terbatas, hampir di seluruh WP (wilayah perairan) kita melakukan pengawasan,” jelas dia.
Trenggono juga menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau perkembangan pencarian pesawat air surveillance tersebut.
"Terkait hal pencarian dan penyebab insiden, kami serahkan seluruhnya kepada Basarnas, KNKT, dan Kementerian Perhubungan,” ujar Trenggono.
Sementara itu Direktur Utama PT IAT Tri Adi Wibowo yang juga hadir dalam acara tersebut mengklarifikasi soal jumlah orang yang berada di dalam pesawat. Kru pesawat yang on board dalam pesawat tersebut berjumlah tujuh orang, termasuk Capt Andy Dahananto yang menjabat sebagai Direktur Operasi PT IAT.
“Kami turut prihatin dan kami dalam menunggu proses pencarian oleh Tim Basarnas. Tim kami sudah meluncur ke Makassar untuk ikut dalam proses tersebut,” kata Tri.
Seperti diketahui, pesawat jenis ATR 42-500 milik IAT yang membawa 10 orang hilang kontak di daerah Kabupaten Maros, Sulsel. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menjelaskan 10 orang tersebut terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. (Arry/Mar)











