- Operasi Ketupat dan Arus Mudik Lebaran 2026 Sukses, ASDP dan Korlantas Polri Perkuat Kolaborasi
- Pasukan Katak TNI AL Siaga Objek Vital, Antisipasi Serangan Pembajak Pesawat
- TNI AL dan Royal Australian Navy Gelar MOWG 2026, Perkuat Kerjasama Operasi dan Latihan Maritim
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Bersama KRI Dorang-874: BI dan TNI AL Sasar Pulau 3T di Maluku
- Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Menhub: Korban 106 Orang, 15 Meninggal, 91 Luka-luka
- Transformasi PELNI 74 Tahun Berlayar untuk Indonesia, Perubahan Logo hingga Peremajaan Kapal
- Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-luka
- Kemenhub Tngkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Perkuat Keselamatan Pelayaran
- Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Pastikan Penanganan Medis Terbaik
- Standar Kesehatan Pelaut Ditingkatkan, Kemenhub Perkuat Kompetensi Dokter Pemeriksa
Deden Maulana Gugur dalam Tugas, KKP Berduka

Keterangan Gambar : Deden Maulana gugur dalam tugas akibat kecelakaan pesawat air surveillance di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkel, Sulawesi Selatan pada 17 Januari 2026. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya Deden Maulana dalam kecelakaan pesawat air surveillance di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkel, Sulawesi Selatan pada 17 Januari lalu.
Jenazah Deden diterbangkan ke Jakarta pagi tadi setelah menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan di Makassar.
“Mewakili keluarga besar KKP, saya mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga Deden Maulana. Beliau dikenal sebagai pegawai yang ulet, dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya. Duka mendalam juga kami sampaikan untuk keluarga pramugari maskapai Indonesia Air Transport, Florencia Lolita Wibisono,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Baca Lainnya :
- Play Therapy, Cara Prajurit Jalasena Beri Trauma Healing Bagi Korban Bencana di Aceh0
- Jaga Pasokan LPG di Daerah Bencana, ASDP Kerahkan KMP Aceh Hebat20
- Obati Duka Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang, Tim Trauma Healing TNI AL Gelar Fun Game0
- Garda Terdepan, Prajurit TNI AL Terjun Langsung Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Aceh0
- Gubernur Aceh Sambut Kedatangan KRI Teluk Gilimanuk-531, Terima Bantuan Kemanusiaan0
Deden merupakan jenazah kedua yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polda Sulsel. Jenazah pertama terindentifikasi atas nama Florencia Lolita Wibisono yang merupakan pramugari pesawat jenis ATR 42-500 itu. Sedangkan satu korban lainnya yang kemarin ditemukan Tim SAR Gabungan, masih dalam proses identifikasi. Dengan demikian masih ada tujuh korban yang dalam pencarian di sekitaran lokasi jatuhnya pesawat pada 17 Januari lalu.
Menteri Trenggono memastikan pihaknya akan terus mendampingi keluarga Deden Maulana maupun keluarga Ferry Irawan dan Yoga Nauval, dua pegawai KKP yang juga turut dalam pesawat tersebut.
Setibanya di Jakarta, jenazah Deden disemayamkan di kampus Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Pasar Minggu, sebelum dimakamkan di Garut. Prosesi persemayaman dan pelepasan jenazah dilakukan secara kedinasan.
Deden diberikan kenaikan pangkat anumerta dari pangkat/golongan Penata Muda Tk 1 III/b menjadi Penata III/c. Untuk putranya, diberikan beasiswa hingga perguruan tinggi.
Menteri Trenggono juga memastikan hak ketiga pegawai KKP tersebut diserahkan langsung ke pihak keluarga, termasuk asuransi kecelakaan kerja. Ketiganya berada dalam pesawat itu dalam misi patroli udara pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.
“Semoga segera ada kabar baik dari Tim SAR Gabungan, dan kami masih berharap keajaiban untuk pegawai KKP maupun kru pesawat yang masih dalam pencarian. Teriring doa juga untuk keselamatan dan kesehatan seluruh tim gabungan yang tak kenal lelah membantu proses pencarian para korban,” pungkas Menteri Trenggono.
Jenazah Deden teridentifkasi pada Rabu 21 Januari malam dan langsung diserahkan ke keluarga oleh Tim DVI Polda Sulsel di Makassar. Jenazah Deden ditemukan pertama kali oleh Tim SAR pada 18 Januari 2025 di jurang sedalam 200 meter. Namun karena kondisi cuaca, jenazahnya baru bisa dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas pada 21 Januari pagi dari lokasi kejadian. (Arry/Mar)











