- Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Menhub: Korban 106 Orang, 15 Meninggal, 91 Luka-luka
- Transformasi PELNI 74 Tahun Berlayar untuk Indonesia, Perubahan Logo hingga Peremajaan Kapal
- Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-luka
- Kemenhub Tngkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Perkuat Keselamatan Pelayaran
- Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Pastikan Penanganan Medis Terbaik
- Standar Kesehatan Pelaut Ditingkatkan, Kemenhub Perkuat Kompetensi Dokter Pemeriksa
- Korban Tewas Diperkirakan Lebih 5 Orang, Banyak Terjepit di Dalam Gerbong
- Upaya Pangkas Waktu Tunggu Kapal, TTL dan KSOP Tanjung Perak Uji Zona Labuh 2
- Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran
- Arus Peti Kemas Teluk Bayur Naik 5,3% Tren Positif Kinerja Awal Tahun
Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Menhub: Korban 106 Orang, 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Keterangan Gambar : Rangkaian gerbong 10 KRL commuter line ringsek dan terjungkal.setelah ditabrak oleh kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BEKASI: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan, data terbaru jumlah korban kecelakaan kereta di Bekasi yakni 106 penumpang, 15 orang di antaranya meninggal dunia.
jumlah total korban kecelakaan kereta api yang melibatkan Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat pada Senin (27/4/2026) malam, mencapai 106 orang.
"Jumlah penumpang yang menjadi korban baik yang meninggal maupun luka-luka adalah sejumlah 106 penumpang," jelas Dudy dalam keterangab pers, Rabu (29/4/2026).
Baca Lainnya :
- Transformasi PELNI 74 Tahun Berlayar untuk Indonesia, Perubahan Logo hingga Peremajaan Kapal0
- Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-luka0
- Kemenhub Tngkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Perkuat Keselamatan Pelayaran0
- Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Pastikan Penanganan Medis Terbaik0
- Korban Tewas Diperkirakan Lebih 5 Orang, Banyak Terjepit di Dalam Gerbong0
"Dari 106 orang yang menjadi korban, 15 meninggal dunia, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. "Kemudian dari 91 penumpang yang luka-luka, 38 penumpang sudah kembali," ungkap Dudy.
"Nah, harapan kami sisanya insyaallah mudah-mudahan bisa diberikan kesembuhan dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga," sambung Dudy.
"Berkaitan dengan penyelenggaraan KRL hari ini insya Allah apabila.telah diberikan clearance oleh KNKT, siang ini kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek yang dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk bisa beroperasi lagi.
Menhub menekankan, aspek keselamatan menjadi penekanan kepada PT KAI bila akan membuka kembali operasional Stasiun Bekasi Timur.
Seperti diketahui, kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam sekitar pukul 20.55 WIB. Sebelum tragedi ini terjadi, ada sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang di daerah Ampera, Bekasi Timur. Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL arah Jakarta.
Buntut dari kejadian tersebut, kereta lainnya yakni rangkaian KRL arah Cikarang yang membawa 10 gerbong menjadi terhenti di Stasiun Bekasi Timur. Tak lama berselang datang dari belakang KA Argo Bromo Anggrek menyeruduk KRL hingga gerbong 10 terbelah dan terpental keluar dari lintasan. (Arry/Mar)











