- Kemenhub Tngkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Perkuat Keselamatan Pelayaran
- Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Pastikan Penanganan Medis Terbaik
- Standar Kesehatan Pelaut Ditingkatkan, Kemenhub Perkuat Kompetensi Dokter Pemeriksa
- Korban Tewas Diperkirakan Lebih 5 Orang, Banyak Terjepit di Dalam Gerbong
- Upaya Pangkas Waktu Tunggu Kapal, TTL dan KSOP Tanjung Perak Uji Zona Labuh 2
- Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran
- Arus Peti Kemas Teluk Bayur Naik 5,3% Tren Positif Kinerja Awal Tahun
- Qanaah: Harta yang Tak Pernah Habis ( bagian 1)
- KA Argo Bromo Anggrek Terjang KRL di Stasiun Bekasi Timur, Dipicu Taksi Mogok
- Lampung Sang Bumi Rua Jurai Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
Korban Tewas Diperkirakan Lebih 5 Orang, Banyak Terjepit di Dalam Gerbong
Tragedi Tabrakan KA Argo Bromo-KRL di Bekasi

Keterangan Gambar : Tim Basarnas mengevakuasi penumpang KRL korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Tim Basarnas menggunakan metode ekstrikasi dengan teknik pemotongan bertahap dalam proses evakuasi korban Foto: Basarnas
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BEKASI: Insiden kecelakaan maut antara kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, menelan korban jiwa dan luka-luka. Data sementara diperkirakan korban yang tewas lebih dari lima orang.
Tim SAR dari berbagai unsur berjibaku berupaya menolong korban. Puluhan penumpang mengalami luka berat dan luka ringan dikeluarkan dari gerbong. Proses agak sulit karena kondisi rangkaian kereta saling menghimpit.
Baca Lainnya :
- KA Argo Bromo Anggrek Terjang KRL di Stasiun Bekasi Timur, Dipicu Taksi Mogok0
- Tali Asih PWI Pusat untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang0
- Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia, Dunia Pers Indonesia Berduka0
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %0
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut0
Kepala Basarnas Marsekal Madya (Maesdya) TNJ Mohammad Syafii memimpin langsung anak buahnya dalam melakukan evakuasi. Basarnas membawa berbagai peralatan untuk mengeluarkan para korban yang terjebak di dalam gerbong.
Ia mengatakan jumlah korban belum bisa disumpulkan karena masih dapat berubah. “Sementara ini korban ada lima. Dan tentunya proses evakuasi akan terus berjalan, jadi belum menjadi keputusan jumlah korban,” ujar Syafii kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Syafii mengungkapkan, proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala, terutama karena kuatnya material rangkaian kereta yang saling menghimpit. “Memang yang kami pisahkan ini merupakan logam-logam dengan kekuatan yang agak ekstra,” kata Syafii.
Kondisi gerbong yang ringsek menjadi tantangan sendiri yang dihadapi petugas dalam melakukan evakuasi. “Yang menjadi permasalahan adalah space untuk kami melakukan tindakan. Jadi kami melakukan tindakan dari luar ternyata juga mengalami kesulitan tersendiri, kemudian dari dalam, itu juga terbatas,” ungkap Syafii.
Jumlah personel yang dapat masuk ke dalam gerbong juga dibatasi demi keselamatan. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati tanpa menggeser gerbong karena masih terdapat korban dalam kondisi hidup dan bisa diajak komunikasi.
Tim Basarnas menggunakan metode ekstrikasi dengan teknik pemotongan bertahap dalam proses evakuasi korban. “Kami pastikan bahwa akan melaksanakan ekstrikasi dengan pelaksanaan pemotongan, kemudian unfill, kemudian juga diangkat, ungkap Syafii. "Itu yang kami lakukan secara perlahan-lahan sampai bisa memisahkan antara badan korban dengan material yang menghimpit,” sambung dia.
Syafii menambahkan, proses evakuasi dilakukan tanpa henti dengan sistem pergantian personel. Basarnas melakukan pencarian menyeluruh di setiap gerbong sampai yakin tidak ada lagi korban yang tertinggal di dalam kereta.
Korban Sementara 71 Orang
Sementara itu PT KAI mengungkapkan data update jumlah korban yang meninggal dunia dan yang dirawat di sejumlah rumah sakit. Ia memastikan PT KAI akan memberikan perawatan optimal kepada para korban.
"Kami memberikan perawatan yang sangat optimal, maksimal sekali untuk kesembuhan para korban yang meninggal luka-luka ini," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur.
Ia mengatakan, petugas gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Damkar, PMI, BPBD, serta dari KAI sendiri masih terus melakukan evakuasi para penumpang yang terjebak di dalam gerbong.
Seperti diketahui tragedi kecelakaan maut dua kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.55 WIB. Kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line dari belakang yang saat itu sedang berhenti.
KRL dengan rangkaian 10 gerbong dihantam keras hingga lokomotif menembus gerbong 10 Commuter Line. Kerasnya benturan membuat gerbong 10 yang khusus untuk gerbong wanita, menjadi terbelah dan keluar dari rel. Para penumpang di dalamnya tidak sempat menyelamatkan diri. (Arry/Mar)











