- KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo & Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional
- Tilapia Tembus Pasar Eropa, Andalan Baru Produk Perikanan Indonesia
- Ayo Daftar! Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Batch 2 Mulai 19 Mei, Kuota 30 Ribu Peserta Gratis
- IPC TPK Panjang Tambah QCC Post Panamax, Perbesar Kapasitas Bongkar Muat
- TNI AL Panen Raya Kedelai di Nganjuk, Mentan dan Titiek Soeharto Janji Kawal Kesejahteraan Petani
- Kapal Perang Fregat Kerajaan Belanda HNLMS DE RUYTER F 804 Memasuki Indonesia
- Disambut Kasal, Panglima Angkatan Laut Belanda Kunjungan Kehormatan ke Mako Koarmada II
- Dukung Ketahanan Pangan, Lanal Lampung Panen Jagung di Pesawaran
- Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Presiden Prabowo: Ini Tonggak Bersejarah
- Tinggalkan Vietnam, KRI Bima Suci Lanjutkan Pelayaran KJK 2026 ke China
Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-luka

Keterangan Gambar : Tim Basarnas mengevakuasi korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Foto: Basarnas
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BEKASI: Korban yang tewas dalam insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. Update data terbaru, 14 orang meninggal dunia dan 84 orang luka-luka.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin, Selasa (28/4/2026). Update data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sedangkan 84 korban yang luka mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Baca Lainnya :
- Kemenhub Tngkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Perkuat Keselamatan Pelayaran0
- Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Pastikan Penanganan Medis Terbaik0
- Korban Tewas Diperkirakan Lebih 5 Orang, Banyak Terjepit di Dalam Gerbong0
- KA Argo Bromo Anggrek Terjang KRL di Stasiun Bekasi Timur, Dipicu Taksi Mogok0
- Tali Asih PWI Pusat untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang0
"Korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut," ujar Bobby.
Sementara itu puluhan korban yang mengalami luka-luka baik berat maupun ringan mendapat penanganan medis di sejumlah rumah sakit yakni di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi; RS Bella Bekasi; RS Primaya; RS Mitra Plumbon Cibitung; RS Bakti Kartini; RS Siloam Bekasi Timur; RS Hermina; serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
"Seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan perusahaan (KAI)," ungkap Bobby.
Barang-barang milik penumpang yang menjadi korban dan ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan oleh petugas
dan saat ini berada di layanan lost and found. Pendataan dan pengelolaan barang akan dilakukan secara terkoordinasi bersama kepolisian.
Seperti diketahui, kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam sekitar pukul 20.55 WIB. Sebelum tragedi ini terjadi, ada sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang di daerah Ampera, Bekasi Timur. Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL arah Jakarta.
Buntut dari kejadian tersebut, kereta lainnya yakni rangkaian KRL arah Cikarang yang membawa 10 gerbong menjadi terhenti di Stasiun Bekasi Timur. Tak lama berselang datang dari belakang KA Argo Bromo Anggrek menyeruduk KRL hingga gerbong 10 terbelah dan terpental keluar dari lintasan. (Arry/Mar)











