Ketahuan TNI AL, Penyelundupan 10.000 Benih Lobster di Lombok Timur Gagal

By Indonesia Maritime News 29 Jul 2026, 20:36:41 WIB Hukum
Ketahuan TNI AL, Penyelundupan 10.000 Benih Lobster di Lombok Timur Gagal

Keterangan Gambar : Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mataram menggagalkan upaya penyelundupan 10.000 ekor Benih Bening Lobster (BBL) di kawasan Pelabuhan Khayangan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Selasa (28/7/2026). Foto: Dispenal


Indonesiamaritimenews.com (IMN), LOMBOK: Tim Intelijen Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mataram menggagalkan upaya penyelundupan 10.000 ekor Benih Bening Lobster (BBL) tanpa dokumen resmi di kawasan Pelabuhan Khayangan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Selasa (28/7/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 50 kantong plastik berisi Benih Bening Lobster (BBL), dengan masing-masing kantong diperkirakan berisi sekitar 200 ekor. Total barang bukti mencapai sekitar 10.000 ekor. Nilai ekonomis BBL yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp100 juta. Saat proses penindakan berlangsung, pelaku melarikan diri dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Komandan Lanal Mataram, Letkol Laut (P) Eko Darmawan mengungkapkan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat akan adanya pengiriman benih lobster ilegal dari Sumbawa menuju Lombok. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti.

Baca Lainnya :

Petugas awalnya mendapatkan informasi paket berisi BBL tanpa dokumen sudah dibawa ke Pelabuhan Poto Tano. Benih lobster itu semula diangkut menggunakan mobil Suzuki Splash warna merah.

"Tim mendapat informasi, bahwa pengirim paket benih lobster tanpa dokumen telah berganti kendaraan. Paket dititipkan melalui mobil travel dan sudah masuk ke Pelabuhan Poto Tano," jelasnya.

Petugas memeriksa mobil travel tersebut ketika tiba di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur. Di dalam mobil itu petugas menemukan paket berisi lobster. Saat peket benih lobster diturunkan, sopir mobil travel tersebut kabur.

Paket berisi benih lobster itu diamankan di Mako Lanal Mataram dan akan dilepasliarkan kembali ke laut guna menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan memastikan keberlangsungan ekosistem laut Indonesia.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar seluruh jajaran TNI Angkatan Laut senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memperkuat penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia, serta menjaga kelestarian sumber daya kelautan sebagai aset strategis bangsa. (Arry/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook