- Ramadhan Berkah, IPC TPK Gelar Karpet Baru di 8 Masjid Sekitar Tanjung Priok
- Lebaran 2026, IPC TPK Berangkatkan 500 Pemudik Tujuan Semarang
- Dorong Pertumbuhan Industri, Pelindo Tambah 4 Quay Container Crane di Terminal Peti Kemas Semarang
- Pelindo Group Berangkatkan 7.570 Peserta Mudik Gratis 2026, Dirut: Tradisi Satukan Bangsa
- Penyesuaian Sistem Gate Pass Pelayanan Terminal Peti Kemas Tanjung Priok Berjalan Normal
- Edan! H-7 Lebaran Merak-Bakauheni Ditempuh 5 Jam, Buka Puasa Cuma Minum Air
- Ini Langkah Pelindo Multi Terminal Perkuat Implementasi Safety Culture di Seluruh Terminal Nonpetikemas
- Pesantren Kilat di Kapal Perang TNI AL Selesai, Ratusan Pelajar Peroleh Ilmu Agama dan Perkuat Karakter
- Setahun Danantara Indonesia, Presiden Prabowo Tekankan Integritas dan Tata Kelola Jangka Panjang
- Mudik Nyaman Bersama PELNI, 1.230 Pemudik Naik Kapal Gratis Balikpapan-Surabaya
Pesawat ATR 42-500 Bawa 10 Orang Hilang Kontak di Kabupaten Maros Makassar

Keterangan Gambar : Pesawat jenis ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT). Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MAKASSAR: Pesawat jenis ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT), dilaporkan hilang kontak (loss contact) dalam perjalanan menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).
Pesawat buwtan tahun 2000 tersebut membawa 10 orang dan dalam penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG) menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menjelaskan, pesawat tersebut diterbangkan oleh pilot Capt. Andy Dahananto.
"Pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar," jelas Lukman, Sabtu (17/1).
Baca Lainnya :
- Longsor di Cisarua Bandung Barat Timbun 30 Rumah, 6 Warga Tewas, 84 Masih Dicari0
- Deden Maulana Gugur dalam Tugas, KKP Berduka0
- Play Therapy, Cara Prajurit Jalasena Beri Trauma Healing Bagi Korban Bencana di Aceh0
- Jaga Pasokan LPG di Daerah Bencana, ASDP Kerahkan KMP Aceh Hebat20
- Obati Duka Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang, Tim Trauma Healing TNI AL Gelar Fun Game0
Namun, di tengah proses tersebut, radar menunjukkan posisi pesawat tidak berada pada jalur yang seharusnya. Petugas ATC memberikan arahan koreksi posisi dan instruksi lanjutan, tapi pesawat menghilang dari radar.
"Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact)," ungkap Lukman. "Jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) dilaporkan sebanyak 10 orang, terdiri atas 7 awak pesawat dan 3 penumpang," sambung Lukman.
Pihak berwenang langsung menetapkan status darurat tertinggi atau DETRESFA (Distress Phase). Fokus pencarian kini diarahkan ke wilayah pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros.
Tim SAR bergerak cepat dan Basarnas mendirikan posko di dekat lokasi tersebut. Pihak Ditjen Perhubungan Udara masih menunggu konfirmasi detail dari BMKG soal cuaca di lokasi hilangnya pesawat.
Sebagai catatan, pesawat ATR seri 42-500 memiliki 48 kursi penumpang.
Tenaga lepas landas (take-off power) mencapai 2.160 SHP dengan kemampuan pendakian maksimum (max climb) 2.160 SHP.
Berat maksimum pesawat saat lepas landas (max take-off weight) adalah 18.600 kg. Sedangkan berat maksimum saat mendarat (max landing weight) 18.300 kg. Sementara kecepatan jelajah maksimum (max cruise) mencapai 2.132 SHP. (Arry/Mar)











