- Mudik Gratis IPC TPK Bersama Pelindo Group Aman dan Nyaman
- Semangat Ramadhan IPC TPK Bagi 1600 Takjil di Pelabuhan
- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
191.000 Ponsel IMEI Ilegal Bakal Dimatikan, Polri Pastikan Tak Akan Rugikan Pengguna

Keterangan Gambar : Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Bareskrim Polri sedang mengkaji aplikasi untuk pengecekan International Mobile Equipment Identity (IMEI) ponsel atau handphone (HP). Perumusan aplikasi tersebut sebagai tindak lanjut Polri soal temuan 191 ribu ponsel yang memiliki IMEI ilegal.
Hal ini diungkapkan oleh Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar. "Kita sedang merumuskan posko bersama yang nanti secara gampangnya rekan-rekan tidak perlu lapor. Artinya rekan-rekan cukup melalui aplikasi yang kami buat,” kata Adi Vivid dalam keterangan tertulis dlansir, Jumat (11/9/2023).
Dijelaskan Vivid, perumusan aplikasi tersebut bekerjasama dengan kementerian/lembaga yang terkait penerbitan IMEI. Fungsinya adalah agar masyarakat dapat memastikan ponselnya termasuk dalam 191.965 ponsel dengan IMEI ilegal atau tidak.
Baca Lainnya :
- 2 WNI Bobol Kartu Kredit 8 WN Jepang, Dipakai Belanja Online Shop di Kota Osaka0
- Ferdy Sambo Lolos dari Hukuman Mati, Dikorting MA Jadi Penjara Seumur Hidup0
- Tercium, Penyelundupan Ribuan Skin Care Ilegal Asal Filipina TNI AL Berhasil Gagalkan0
- Catat! Ujian SIM Tak Ada Lagi Lintasan Zigzag, Sirkuit Lebih Lebar0
- Penghargaan dari Kapolri, Briptu Tiara Nissa Lulusan Terbaik Akpol Turki Dihadiahi Sekolah Perwira0
Jika termasuk, pengguna dapat langsung melakukan langkah tindak lanjut yang diarahkan di aplikasi. "Cukup nanti kami sediakan aplikasinya, nanti apabila ternyata setelah diklik IMEI itu termasuk 191 ribu kami akan memberikan langkah-langkahnya dan itu saya pastikan tidak akan merugikan masyarakat sebagai konsumen,” jelas dia.
Polisi memastikan, pengusutan 191 ribu lebih HP IMEI ilegal tak akan merugikan masyarakat. Polisi juga belum melakukan shutdown terhadap 191 ribu ponsel tersebut.
Seperti diketahui, Bareskrim Polri menangkap 6 tersangka dalam kasus pendaftaran IMEI ilegal di Centralized Equipment Identity Register (CEIR). Kasus ini diduga menyebabkan kerugian negara Rp353 miliar.
Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada dalam konferensi pers beberapa waktu lalu mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh para pelaku ini selama 10 hari, berpotensi merugikan negara. Menurut Wahyu, rekapitulasi IMEI 191.965 buah tersebut kalau dihitung dengan PPh 11,5 persen, sementara dugaan kerugian negara sekitar Rp 353.748.000.000 atau Rp 353 miliar lebih.
Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan polisi LP/B/0099/II/2023/SPKT/Bareskrim tanggal 14 Februari 2023. Enam tersangka yang ditangkap terdiri dari 2 orang oknum aparatur sipil negara (ASN) masing-masing F dari Kementerian Perindustrian dan A dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Empat tersangka lainnya dari pihak swasta selaku pemasok alat komunikasi elektronik atau device electronic ilegal, yakni P, D, E, P. (Bow/Oryza)











