- Buntut Ucapan Lu Punya Otak Nggak, PWI Seret Hotman Paris ke Jalur Hukum
- Sentil Pernyataan Hotman Paris, PWI Pusat: Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
- Dikejar TNI AL, Mafia Internasional Buang Tas Isi Liqiuid Vape Yakuza ke Laut
- Bangun Budaya Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Bagikan 150 Life Jacket ke Nelayan
- Peduli Lingkungan Laut, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar
- Kapal KM Nurul Salsa Angkut 70 Penumpang Tenggelam, 46 Selamat, 1 Tewas, Puluhan Hilang
- POR Angkatan Laut 2026 Ditutup, Ini Juaranya Masing-masing Cabor
- 3 Hari Berturut-turut TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Obat Terlarang di Bandara Juanda
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon
- Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika
Bangun Budaya Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Bagikan 150 Life Jacket ke Nelayan

Keterangan Gambar : Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub menggelar kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran di Muara Angke, Jakarta, Jumat (17/7/2026). Sebanyak 150 life jacket dibagikan kepada nelayan. Foto: Ditjen Hubla
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub menggelar kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran di Muara Angke, Jakarta, Jumat (17/7/2026). Sebanyak 150 life jacket dibagikan kepada nelayan, 50 unit di antaranya dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).
Kegiatan ini menegaskan komitmen Kemenhub dalam membangun budaya keselamatan pelayaran di kawasan pesisir Ibu Kota. Bukan hanya life jacket, sebanyak 2.216 Buku Pelaut Merah, dan 6 e-Pas Kecil juga diberikan kepada nelayan dan masyarakat maritim setempat.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan Muara Angke merupakan kawasan strategis dengan aktivitas pelayaran dan perikanan yang sangat tinggi, sehingga mobilitas kapal di kawasan tersebut harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan.
Baca Lainnya :
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon0
- IPC TPK Wujudkan Green Port, Fasilitasi Uji Emisi Gratis0
- Ini Komitmen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Menandatangani Maklumat Standar Pelayanan0
- Perkuat Perdagangan Intra – Asia, IPC TPK Layani Perdana South China Java X-Press Feeders0
- PELNI Gandeng Petani Lokal Dukung Pasok Pangan Maritim0
"Kepatuhan terhadap standar keselamatan, kelaikan kapal, penggunaan alat keselamatan seperti life jacket, serta pemahaman terhadap kondisi cuaca dan alur pelayaran adalah kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut," ujar Masyhud dalam sambutannya.
Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan. Karenanya, Masyhud mengajak seluruh pemilik kapal, operator, nakhoda, awak kapal, dan nelayan untuk selalu memastikan kapal dalam kondisi laik laut sebelum berlayar, melengkapi kapal dengan life jacket dan peralatan keselamatan lainnya, mematuhi kapasitas angkut, serta memperhatikan informasi cuaca dan arahan Syahbandar.
"Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pelayaran, karena tidak ada aktivitas yang lebih penting daripada perlindungan terhadap jiwa manusia," tegasnya.
Masyhud menegaskan penggunaan life jacket merupakan langkah sederhana namun sangat penting dalam upaya melindungi keselamatan jiwa, karena dapat menjadi penyelamat utama apabila terjadi keadaan darurat atau kecelakaan di laut.
"Kami berharap kampanye keselamatan pelayaran ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif, menjadikan keselamatan sebagai budaya, dan mewujudkan pelayaran yang aman, nyaman, dan berkelanjutan," ujarnya menutup sambutannya.
Membangun Budaya Keselamatan
Senada dengan hal tersebut, Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, mengatakan bantuan yang diserahkan pada kegiatan kali ini merupakan kesinambungan dari kampanye yang sebelumnya telah dilaksanakan di Pelabuhan Penumpang Kaliadem, Muara Angke. Kementerian Perhubungan telah menyalurkan 604 unit life jacket, 10 unit life buoy, 180 paket sembako, 2.791 Buku Pelaut Merah, serta 38 e-Pas Kecil kepada masyarakat maritim setempat pada Desember 2025 silam.
Kampaye Keselamatan Pelayaran yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke ini diikuti oleh 102 peserta dari unsur Kementerian Perhubungan, instansi pemerintah daerah, asosiasi, pemangku kepentingan pelayaran, serta perwakilan nelayan dan awak kapal wisata di wilayah DKI Jakarta.
“Melalui sinergi seluruh pihak, Ditjen Perhubungan Laut optimis budaya keselamatan pelayaran akan semakin kuat sehingga mampu menekan angka kecelakaan di laut dan meningkatkan perlindungan bagi masyarakat maritim Indonesia,” tegas Triono.
Kegiatan ini turut dihadiri Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) III, Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Metro Jaya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Provinsi DKI Jakarta, perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), serta tokoh masyarakat dan perwakilan nelayan Muara Angke. (Bow/Mar)











