- Ketahuan TNI AL, Penyelundupan 10.000 Benih Lobster di Lombok Timur Gagal
- Rimpac 2026 di Hawaii, Perwira TNI AL Tuntaskan Tugas Sebagai Deputy Future Operation
- Nantikan PWI Fest 2026, Workshop Platform Digital dan Festival UMKM Bakal Digelar Desember
- Semangat HUT Ke-1 Kodaeral, Kodaeral IV Gelar Aksi Aku Cinta Laut dan Gotong Royong Bersama Masyarakat
- Presiden Prabowo: Anak-anakku Semua, Kalian Telah Memilih Siap Berkorban Jiwa dan Ragamu untuk NKRI
- Kampanye Keselamatan Pelayaran di Cilacap, Kemenhub Bagikan 1.690 Life Jacket
- 15.000 Hektare Tambak di Aceh Hancur Diterjang Banjir Bandang, KKP Percepat Rehabilitasi
- Tarif 0% Ekspor Produk Olahan Tuna-Cakalang ke Jepang Mulai 1 Agustus, KKP: Peluang Besar, Manfaatkan
- Kasus 390 Ton Minerba LTJ, Kodaeral IV Serahkan TB Capricorn 106 dan Muatan Timah ke KSOP Batam
- Selamat dari Serangan Misil di Selat Hormuz, 2 Pelaut Indonesia ABK MT Belma Dipulangkan
Presiden Jokowi Wanti-wanti Ancaman Cuaca Ekstrem di Penghujung 2022

Keterangan Gambar : Presiden Joko Widodo. Foto: Dok. Setpres
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Presiden Joko Widodo meminta para menteri untuk mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi karena cuaca ekstrem pada penghujung 2022.
Presiden mengatakan, di penghujung tahun 2022 memasuki tahun 2023, ada beberapa hal yang akan disampaikannya. "Pertama antisipasi bencana cuaca ekstrem dan yang berkaitan dengan keselamatan lalu lintas agar kita semuanya memberikan perhatian," kata Presiden di Istana Negara Jakarta, Selasa (6/12/2022).
Hal tersebut disampikan Jokowi dalam pengantar Sidang Paripurna dengan agenda (1) Perkiraan kondisi perekonomian tahun 2023, (2) Evaluasi penanganan COVID-19 dan (3) Antisipasi Krisis Pangan dan Energi. Acara ini dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, para menteri kabinet Indonesia Maju dan sejumlah kepala lembaga tinggi negara.
Baca Lainnya :
- Hadapi Tantangan Global, Indonesia Ajak Negara Kepulauan Perkuat Ekonomi Biru0
- Syukuran Sederhana HUT ke-73 Polda Metro Jaya, Ini Pesan Kapolda Kepada Anggotanya0
- Genjot Ekonomi Nelayan Sampang, Ini Langkah Kementerian Kelautan0
- Heboh Pulau Widi Halmahera Dilelang di Amerika, Begini Sikap Pemerintah0
- Viral Pulau Widi di Maluku Akan Dilelang, KKP: Pengelola Belum Kantongi Izin0
Presiden memgatakan, memaksimalkan informasi cuaca dari BMKG sebagai peringatan dini dan juga mitigasi bencana di seluruh daerah yang memiliki potensi bencana, harus diperhatikan.
Para menteri juga diminta memastikan negara betul-betul hadir saat terjadi bencana.
"Segerakan bantuan kemanusiaan dan juga segerakan rekonstruksi bangunan yang terdampak gempa ataupun bencana lainnya apabila memang keadaan sudah memungkinkan untuk segera dimulai," tegas Presiden.
Jokowi juga meminta antisipasi dan mitigasi terhadap penanganan COVID-19 agar tetap dilakukan. "Meskipun saya lihat ini sudah terjadi penurunan yang lumayan banyak, karena di 5 Desember kemarin setelah naik sampai 6 ribu (kasus) bahkan 7 ribu (kasus), per 5 Desember kemarin saya lihat kasus hariannya sudah di angka 2234," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Seperti diketahui, cuaca ekstrem dan bencana alam terjadi di Indonesia di penghujung 2022 ini. Bencana terbesar gempa bumi berkekuatan 5,6 Magnitudo di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada 21 November 2022 yang menewaskan 334 orang tewas, dan 8 orang lainnya masih hilang.
Selain Cianjur, menyusul kemudian gempa berkekuatan 6,1 Magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu 3 Desember 2022. Meski tidak ada korban jiwa, namun 135 bangunan rumah terdampak gempa.
Menyusul kemudian peristiwa erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada 4 November 2022. Semburan awan panas membuat sekitar 2.200 warga harus mengungsi. (Arry/Oryza)











