- Kadispenal Hadiri Anugerah Jurnalistik MHT PWI Jaya 2025, Apresiasi ke Pemenang
- Manuver KRI Sultan Iskandar Muda-367, Pimpin Miscex di Laut Mediterania
- Pelita Warna, Pelindo Terminal Petikemas Beri Pencerahan Perempuan Warga Binaan di Lapas Malang
- Program Pelita TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Cegah Stunting Ibu-ibu Hamil
- Kampung Nelayan Merah Putih, Secercah Asa Masyarakat Pesisir
- Jabat Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara, Didit Herdiawan: Fokus Bangun Tanggul Laut
- TTL Terapkan Pelindo Bersih, Perangi Korupsi, Kecurangan dan Pemerasan
- Terminal Batang Pelindo di KTB Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah
- Kapal Perang Amerika USS Jhon Finn Sandar di Tanjung Priok
- Ironi Negeri Maritim Pengimpor Garam
TPS Sambut Layanan Baru di Awal Semester II 2025, Koneksi dengan Pelabuhan Besar China

Keterangan Gambar : PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), kembali dipercaya memberi layanan baru pada Juli 2025 yang diberi nama North China Indonesia (NCI).
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), kembali dipercaya memberi layanan baru pada Juli 2025 yang diberi nama North China Indonesia (NCI).
NCI merupakan layanan reguler yang akan sandar di TPS dengan total 3 kapal yang dioperatori oleh Perusahaan Pelayaran Pacific International Lines (PIL), serta masing-masing 1 kapal yang dioperatori oleh X-Press Feeders dan HMM yang menghubungkan Indonesia dengan pelabuhan-pelabuhan besar di North China.
Baca Lainnya :
- Konektivitas Enggano Pulih, Alur Vital BBM dan Logistik Lancar0
- Layanan TPK Bitung Kembali Normal, Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG0
- Pertamina Rombak Jajaran Direksi 4 Subholding, Ini Daftar Namanya0
- Patuhi ISPS Code, RSO PTK Gelar Training IMO Course 3.21 untuk Perwira Pertamina0
- Pelatihan CTO, Penguatan SDM Pekerja Terminal Petikemas Surabaya0
Adapun rutenya yakni: Tianjin, Qingdao, Xiamen kemudian Singapura, Jakarta, Surabaya, kembali ke Singapura dan Tianjin. Kapal perdana yang melayani rute ini, MV. Kota Sejati Voyage 0520N, bersandar di dermaga internasional TPS pada Selasa (8/7/2025).
“Dengan adanya layanan baru ini, diharapkan dapat memperkuat jaringan direct vessel yang lebih andal dan fleksibel di kawasan ini dan memberikan lebih banyak pilihan layanan bagi pelanggan,” kata Noor Budiwan, Direktur Operasi TPS, saat kedatangan MV. Kota Sejati.
Noor menambahkan, layanan ini menjadi layanan terbaru di awal Semester II tahun 2025 yang diharapkan semakin memperkuat kemitraan strategis antara TPS dengan PIL, X-Press Feeders dan HMM. “Dan ini menjadi bentuk kepercayaan yang perlu kami jaga,” tambah Noor.
Kelengkapan layanan di TPS termasuk layanan Bea Cukai dan Karantina, menjadikan TPS “one stop terminal services”. Digitalisasi layanan TPS juga menjadi andalan yang mendukung tata kelola layanan yang efektif, efisien dan transparan, guna terpenuhinya 4 aspek kebutuhan pelanggan, yaitu speed of service, reliability, accuracy dan safety & security.
Sujeeva Salwatura, Presiden Direktur PIL Indonesia, yang hadir bersama manajemen TPS dalam penyambutan kapal perdana mengungkapkan kegembiraannya atas kerja sama yang terus berkembang dengan TPS.
“Peluncuran layanan ini di Surabaya semakin memperkuat jaringan konektivitas PIL untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Indonesia. Kami sangat senang bisa meningkatkan kolaborasi dengan TPS, yang selama ini memberikan dukungan profesional serta berkontribusi dalam menciptakan efisiensi operasional,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan tersebut, Noor Budiwan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada TPS serta akan terus berupaya memberikan layanan prima yang berkelanjutan. Ia berharap semoga layanan baru ini akan membuka pintu peluang untuk meningkatkan peningkatan ekspor dari wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Sepanjang tahun 2024, TPS mencatat arus peti kemas sebesar 1.584.774 TEUs.
Sementara hingga semester I 2025, tercatat sudah mencapai 768.518 TEUs. TPS juga terus mempertahankan dominasinya di pasar internasional dengan pangsa pasar sebesar 83% di Pelabuhan Tanjung Perak. (Arry/Oryza)
