- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
- PELNI Sambut Mudik Lebaran 2026: Layanan Berkualitas, Penumpang Nyaman, Ada Sarapan Nusantara
- IPC Terminal Petikemas Dukung TNI AL Gagalkan Penyelundupan 74 Ton Arang Bakau Bodong di Priok
- TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan 74 Ton Arang Bakau di Tanjung Priok
- PT Pelabuhan Tanjung Priok Torehkan Prestasi, Raih Gold Award di LCAP 2024/25 Vision Awards
Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin

Keterangan Gambar : Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berdialog dengan kalangan nelayan Pulau Bungin, NTB. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SUMBAWA: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut Pulau Bungin di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya kuat di bidang perikanan tangkap, tapi juga budidaya kerang mutiara.
Ia berencana menjalankan program kampung budidaya untuk membantu meningkatkan produktivitas masyarakat yang selama ini menekuni bidang tersebut. Selain kerang mutiara, masyarakat juga mengembangkan budidaya lobster.
“Pulau Bungin ini kan pulau nelayan. Kami sudah banyak diskusi dengan bupati, ternyata di sini juga mulai berkembang budidaya," Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (28/1/2026).
Baca Lainnya :
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor0
- Program Desa Eco-Bahari, KKP Dorong Kemandirian Masyarakat Pesisir Kupang0
- KKP Mulai Bangun Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Nilai Investasi Rp7,2 T0
- Kepulauan Tersembunyi di Beranda Nusantara, Rumah Nyaman Biota Laut yang Harus Dijaga0
- KKP: Bisnis Rantai Dingin di Lokasi KNMP Dikelola Profesional0
"Jadi kami mengupayakan tahun ini (ada program budidaya perikanan yang bisa diterapkan), untuk memaksimalkan potensi yang ada, supaya ekonomi di sini bener-benar produktif,” sambung dia.
Adapun intervensi KKP jika nantinya mengimplementasikan program Kampung Budidaya Perikanan di Pulau Bungin, di antaranya menyiapkan fasilitas-fasilitas budidaya seperti keramba, hingga memberikan pendampingan teknis cara budidaya ikan yang baik, dan pelatihan manajemen usaha.
Trenggono mengunjungi Pulau Bungin pada Jumat 27 Februari kemarin untuk melihat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang sudah rampung 100 persen.
Menurutnya, implementasi Kampung Budidaya Perikanan akan melengkapi program perikanan di Pulau Bungin, sehingga masyarakat semakin produktif. Pulau Bungin sendiri dihuni lebih dari 1.000 Kepala Keluarga yang mayoritasnya merupakan nelayan tradisional pengguna kapal di bawah 5 grosston.
Komoditas utama perikanan tangkap di pulau ini adalah tongkol, cakalang, kembung, dan udang, dengan estimasi produksi paling banyak mencapai 8 ton, berdasarkan data pemda tahun 2024.
Disambut Baik Warga
Kepala Desa Pulau Bungin, Jaelani menyebut warganya selama ini belajar budidaya kerang mutiara maupun lobster secara mandiri. Meski sudah berhasil panen, jumlahnya masih skala rumahan. Sehingga ia berharap program Kampung Budidaya Perikanan benar-benar bisa diterapkan karena kondisi georafis dan kualitas air laut Pulau Bungin cocok untuk kegiatan budidaya perikanan.
“Masyarakat di sini sudah lama menggeluti budidaya kerang mutiara, kalau untuk lobster mulainya pada tahun 2021. Namun tingkat keberhasilannya baru mulai terlihat sejak dua tahun lalu,” ungkap Jaelani.
Sementara itu, fasilitas KNMP yang sudah terbangun di Pulau Bungin diakuinya memberikan dampak positif pada peningkatan produktivitas nelayan. Pulau Bungin juga semakin ramai dikunjungi masyarakat dari luar pulau.
“Fasilitas KNMP alhamdulillah membantu sekali. Sebagai contoh shelter pendaratan ikan itu sangat membantu karena masyarakat biasanya bongkar hasil tangkapan menggunakan terpal, sekarang sudah lebih layak. Dermaga juga berhasil menarik wisatawan untuk berkunjung,” pungkasnya.
Sebagai informasi, fasilitas perikanan yang sudah dibangun KKP di Pulau Bungin sejalan dengan implementasi program KNMP yakni dermaga, shelter pendaratan ikan, cold storage, pabrik es, balai nelayan, hingga sentra kuliner. KKP juga memberikan bantuan kapal, cool box, mesin kapal, serta alat tangkap. (Arry/Mar)











