- Lampung dan Banten Diguyur Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
- Gunung Anak Krakatau Erupsi Muntahkan Lava Pijar, Warga Pesisir Banten Panik
- Keren, Formasi Laut Kapal Perang TNI AL dan Maritim Amerika di Laut Banten
- Budi Daya Lobster di Lombok Timur, KKP Dorong Kemajuan Ekosistem
- Presiden Prabowo Dorong Konektivitas Langsung Indonesia-Rusia, dari Kapal Laut hingga Pesawat
- 4 Kapal Perang TNI AL dan US Navy Dikerahkan di Perairan Jawa, Ada Apa ?
- KKP - ISI Yogyakarta Kembangkan Harta Karun BMKT untuk Ilmu Pengetahuan dan Seni
- Navy Brotherhood, Kapal Perang TNI AL dan Tentera Malaysia Jaga Selat Malaka
- Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Pontianak Perkuat Sinergi Pengguna Jasa
- Podcast PWI CHANNEL Resmi Diluncurkan, Wamen Komdigi Angga Raka Tampil Perdana
Terima Kunjungan Bappenas RI, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time
Dukung Kebijakan Logistik Nasional

Keterangan Gambar : IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan lapangan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas RI) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Foto: IPC TPK
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan lapangan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas RI) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (26/8/2026).
Kunjungan strategis ini dilaksanakan dalam rangka Koordinasi Strategis Pengembangan Konektivitas Wilayah untuk Peningkatan Nilai Tambah Wilayah Pembangunan Indonesia Barat di Provinsi DKI Jakarta.
Tim Bappenas meninjau ruang kontrol terpadu Integrated Planning & Control. Peninjauan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual operasional bongkar muat petikemas, mengidentifikasi berbagai tantangan serta potensi pengembangan, sekaligus menjaring masukan langsung dari pemangku kepentingan guna memastikan penyusunan rencana kebijakan logistik nasional yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lapangan.
Baca Lainnya :
- PTP Nonpetikemas Tingkatkan Kompetensi TKBM melalui Pelatihan dan Sertifikasi BNSP di Pelabuhan Panjang0
- Terminal Kijing PTP Nonpetikemas Bukukan Total Throughput 3,27 juta ton, Tumbuh 88,25%0
- Arus Petikemas IPC TPK Tembus 2,17 Juta TEUs per-Juli 2026, Naik 8%0
- Wuiih.. Lele Bandung Mendunia, Tembus Pasar Taiwan0
- Dorong Transparansi dan Kelancaran Logistik, IPC TPK Operasikan Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor0
Senior Manager Sekretariat Perusahaan, Daniel Setiawan, menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan tersebut.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan delegasi Bappenas RI di ruang Integrated Planning & Control IPC TPK. Melalui digitalisasi dan pemantauan sistem secara real-time, IPC TPK terus berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional serta keandalan layanan bongkar muat," ujar Daniel Setiawan, Rabu (26/8/2026).
"Sinergi bersama Bappenas ini sangat krusial agar perencanaan infrastruktur dan konektivitas nasional senantiasa selaras dengan dinamika operasional di lapangan,” sambung Daniel.
Kolaborasi Produktif
Dalam peninjauan tersebut, tim Bappenas RI mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai arus barang, tingkat produktivitas terminal, hingga integrasi sistem digitalisasi kepelabuhanan yang menjadi tulang punggung kelancaran arus logistik di Indonesia Barat.
Diskusi interaktif yang berfokus pada pemetaan simpul-simpul konektivitas antara simpul laut dan darat, optimalisasi kapasitas terminal, serta strategi untuk menurunkan biaya logistik nasional. Data operasional yang disajikan secara faktual menjadi bahan evaluasi penting bagi Bappenas dalam merumuskan pemetaan potensi pengembangan wilayah secara presisi.
Kunjungan lapangan ini menjadi wadah kolaborasi produktif antara pembuat kebijakan nasional dan pengelola terminal sebagai garda terdepan sistem logistik maritim. Pemahaman mendalam atas kondisi faktual di terminal peti kemas DKI Jakarta diharapkan mampu memperkuat landasan penyusunan program prioritas pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi wilayah Indonesia Barat.
Integrasi jaringan konektivitas yang solid dipandang sebagai kunci utama dalam mendorong daya saing produk nasional, efisiensi arus barang, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Indonesia.
“IPC TPK siap memberikan kontribusi aktif, data faktual, serta masukan konstruktif bagi Bappenas RI. Kami optimis hasil peninjauan dan koordinasi strategis ini dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat konektivitas maritim, mengoptimalkan nilai tambah wilayah Indonesia Barat, serta mewujudkan ekosistem logistik nasional yang semakin efisien, andal, dan berdaya saing tinggi,” tutup Daniel. (Riz/Mar)











