Wuiih.. Lele Bandung Mendunia, Tembus Pasar Taiwan

By Indonesia Maritime News 08 Agu 2026, 19:31:12 WIB Kelautan dan Perikanan
Wuiih.. Lele Bandung Mendunia, Tembus Pasar Taiwan

Keterangan Gambar : Penyerahan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Kelautan dan Perikanan (SMKHP) oleh Anggota Komisi IV DPR Dadang Naser didampingi Kepala Stasiun PPMHKP KKP Darwin Syah Putra menandai keberangkatan perdana lele asal Kabupaten Bandung ke Taiwan pada Kamis (6/8/2026). Foto: KKP


Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANDUNG: Produk perikanan Indonesia semakin mendunia. Setelah sebelumnya belut asal Kalimantan menembus pasar Tiongkok, kini lele Bandung diekspor ke Taiwan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengantarkan lele marinasi hasil produksi UMKM (Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah) asal Bandung, Jawa Barat menembus pasar Taiwan.

Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan atau Badan Mutu KKP, Ishartini, mengatakan keberhasilan menembus pasar ekspor berkat pelaksanaan quality assurance dari hulu sampai hilir yang menjadi syarat pemenuhan ketentuan dan standar jaminan mutu di negara tujuan.

Baca Lainnya :

"Komoditas lele Indonesia saat ini telah masuk dalam skema sertifikasi CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik, CPIB (Cara Penangkapan Ikan yang Baik) untuk hulu maupun SKP (Sertifikasi Kelayakan Pengolahan) dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) untuk hilir sehingga otoritas kompeten di tempat atau negara tujuan ekspor mengakui kualitasnya dan memberikan approval masuk pasar mereka," ungkap Ishartini dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Ekspor perdana 10,5 ton lele marinasi beku dari Bandung berlangsung di Pergudangan Ketapang, Kabupaten Bandung pada Kamis (6/8/2026). Produk olahan perikanan senilai Rp400 juta itu diproduksi eh PT. Asha Nuova International.

Ishartini menambahkan, lele marinasi saat ini menjadi produk perikanan asal Indonesia yang mulai digemari pasar global seperti ikan nila. Ekspor perdana ini merupakan batch pertama, dan pengiriman selanjutnya direncanakan meningkat menjadi 20 ton.

"Sudah dijadwalkan pada bulan depan (September 2026) menyusul produk dari ikan nila," tutur Ishartini.

Tingkatkan Volume

Kepala UPT Badan Mutu KKP Bandung, Darwin Syah Putra menambahkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan volume dan nilai ekspor olahan ikan dari Jawa Barat. Terlebih KKP sedang menjalankan program kampung budidaya tematik yang siap menyokong produktivitas perikanan di hulu.

Salah satu caranya dengan mengarahkan Unit Pengolahan Ikan (UPI) pemegang sertifikasi mutu perikanan menjadi penampung produk UMKM perikanan di Jawa Barat. Sepanjang tahun 2025, ekspor perikanan dari Jawa Barat mencapai 1.800 ton dengan nilai mencapai Rp42 miliar.

"Kehadiran UPT kami di Jawa Barat terbukti mampu mengawal komoditas perikanan Jawa Barat mendunia dengan komoditas unggulan layur, cumi, tenggiri, sumpia udang, sotong, cunang, ikan nila dan sekarang tambah lele. Tujuan ekspornya ke Hongkong, Filipina, Kanada, Brunei, Jepang, Korea, Timor Leste, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia dan Tiongkok, lalu sekarang Taiwan," pungkasnya. (Arry/oryza)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook