- Gempa Magnitudo 7,0 di Mbay Nagekeo NTT, Peringatan Tsunami, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi
- Presiden Prabowo: 121 Kebijakan Transformatif Dijalankan dalam 21 Bulan Pemerintahan
- Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Pidato Kenegaraan
- ASDP Bakal Buka Rute Batam-Johor, Kembangkan Bisnis Strategis Lintas Batas
- Siapkan Talenta Muda Bangun Startup dan Ciptakan Lapangan Kerja, Menaker: Saya Tantang Jadi Pelopor
- PELNI dan Jamdatun Kejagung Perkuat Kerja Sama
- PTP dan Pelindo Regional 3 Gelar Uji Emisi, Sasar 100 Truk Peti Kemas
- Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Masuk Tahap Seleksi, Tunggu Pengumuman 20 Agustus
- Kurangi Emisi, Pelabuhan Lebih Hijau, Wamenhub Suntana Apresiasi Program Merdeka Pelindo
- 1,3 Ton Ketamin Hasil Tangkapan KRI Kerambit-627 Dimusnahkan
Belut Kalimantan Naik Kelas ke Pasar Global, Tembus Ekspor Tiongkok

Keterangan Gambar : Belut sawah (Monopterus albus) dari Kalimantan Selatan berhasil tembus pasar ekspor ke Tiongkok. Belut menjadi salah satu komoditas utama ekspor perikanan Indonesia ke negeri tirai bambu. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengantarkan belut sawah (Monopterus albus) dari Kalimantan Selatan ke Tiongkok. Belut menjadi salah satu komoditas utama ekspor perikanan Indonesia ke negeri tirai bambu.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini mengungkapkan salah satu alasan belut Kalsel bisa masuk pasar Tiongkok karena dilengkapi sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) serta sertifikasi HACCP.
“Produk tersebut diterima oleh Tiongkok karena pihak otoritas kompeten disana (GACC) telah mengakui skema sertifikasi mutu perikanan oleh KKP,” ujar Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (29/7/2026).
Baca Lainnya :
- Kunjungi Pelindo, Menteri Transportasi Kerajaan Arab Lirik Investasi Pelabuhan dan Pelayaran0
- Gelar Program Generasi Melek Inklusi dan Literasi Keuangan, KKP Edukasi 30 Pelaku Usaha0
- Layanan Optimal IPC TPK Capai 850 Ribu TEUs di Triwulan I 20260
- Dukung Tata Ruang Laut Berkelanjutan, KKP Dorong Kolaborasi Program CSR0
- BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow0
Ishartini menjelaskan, sertifikasi mutu produk perikanan oleh KKP (termasuk SKP dan HACCP) telah ekuivalen dengan sistem di Tiongkok melalui perjanjian bilateral Mutual Recognition Arrangement (MRA) dengan General Administration Customs of the People's of the Republic of China (GACC). Hal tersebut menjadi jaminan keberterimaan produk perikanan Indonesia yang diekspor ke Negeri Tirai Bambu.
Selain itu, official declaration juga menyebutkan bahwa belut asal Kalsel telah diolah/diproses dengan menerapkan prinsip - prinsip sanitasi, higiene serta standar keamanan pangan di sepanjang rantai produksinya.
"Belut sawah Kalsel saat ini mulai menggeliat di pasar internasional, tahun 2025 saja ekspor belut sawah (hidup dan beku) sudah mencapai 170 ton senilai Rp3,5 Milyar dari 2 Unit Pengolahan Ikan (UPI) bersertifikat HACCP KKP dan telah kami registrasikan kepada GACC,” jelasnya.
Kepala Balai Mutu Perikanan Banjarbaru Yuni Irawati Wijaya menambahkan, untuk menjaga mutu dan daya saing belut Kalsel, pihaknya secara berkala melakukan inspeksi, monitoring, surveilan dan uji lab untuk memastikan produk akhir siap ekspor.
"Sertifikasi mutu belut dilaksanakan sesuai standar internasional dan hal tersebut juga berlaku untuk komoditas lainnya. Kami siap membantu pelaku usaha yang ingin naik kelas menjadi eksportir belut atau komoditas lainnya, silakan dapat menghubungi langsung Badan Mutu KKP di email bppmhkp@kkp.go.id atau di medsos resmi BPPMHKP,” tutup Ishartini. (Riz/Mar)











