- KMP Putri Yasmin Terbakar, TNI AL Kerahkan 2 Kapal, 17 Korban Dievakuasi
- KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Bawa 131 Penumpang
- 1.286 Telur Penyu Diselamatkan di Sambas, KKP: Dukung Kelestarian Ekosistem Laut
- FIFA ASEAN Cup 2026, Polri Siapkan Pengamanan Ketat
- Jalasenastri Run 2026, Ribuan Peserta Disuguhi Pemandangan Kapal Perang Koarmada II
- 46.160 Peserta MagangHub Angkatan II Batch 1 Mulai Bekerja
- Program Pelindo Peduli, 100 Lansia dan 100 Balita Cek Kesehatan Gratis
- Didukung PELNI, 105 Siswa dari Pedalaman Papua Menuju Jakarta Melanjutkan Pendidikan
- HUT ke-I Kodaeral 2026, Bersama Rakyat Mengawal Samudera Nusantara
- Menaker Yassierli: Budaya Inovasi Penting untuk Tingkatkan Kualitas Layanan
Dukung Tata Ruang Laut Berkelanjutan, KKP Dorong Kolaborasi Program CSR

Keterangan Gambar : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong kolaborasi multipihak antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, akademisi, dan mitra pembangunan melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR).Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com ((IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong kolaborasi multipihak antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, akademisi, dan mitra pembangunan melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR).
Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat kontribusi dunia usaha dalam mendukung penataan ruang laut berkelanjutan.
Staf Khusus Bidang Kerja Sama dan Hubungan Antar Lembaga, Doni Ismanto Darwin saat berbicara pada Kick Off Pendanaan Kolaboratif melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Marine Spatial Planning yang berlangsung di Bali baru-baru ini, menyebutkan kolaborasi tersebut sangat penting untuk mendorong keterlibatan badan usaha ikut serta dalam pelaksanaan pembangunan.
Baca Lainnya :
- Pelindo Hadir Restorasi Terumbu Karang dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Labuan Bajo0
- KKP Bawa Kembali Produk Perikanan Budi Daya Masuk Pasar Uni Eropa0
- KKP Perkuat Penataan Pesisir dan Perairan di KEK Industropolis Batang0
- KKP Gandeng SnackVideo Kembangkan SDM Kelautan Perikanan0
- 1.300 Ikan Napoleon BB Penyelundupan Akhirnya Dilepas KKP ke Laut0
“KKP mengembangkan berbagai skema pembiayaan kreatif sebagai inovasi di bidang investasi untuk memberikan ruang bagi berbagai sumber pendanaan yang legal agar dapat terlibat dalam pembiayaan pembangunan sektor kelautan dan perikanan,” jelasnya melalui siaran resmi KKP di Jakarta, Kamis (19/6/2026).
Karena itu program CSR menurut Doni perlu ditempatkan sebagai investasi keberlanjutan agar mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat pesisir serta menjaga kesehatan ekosistem laut. Melalui pendekatan ini, sambungnya, dukungan terhadap program-program prioritas seperti Kampung Nelayan Merah Putih, swasembada garam, revitalisasi tambak hingga pengembangan karbon biru dapat diperkuat dengan partisipasi yang lebih luas dari berbagai pihak.
Jaga Kelestarian Ekosistem
Sementara itu, Direktur Pemanfaatan Ruang Kolom Perairan dan Dasar Laut Didit Eko Prasetiyo mengungkapkan pemegang dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) tidak sebatas memiliki hak pemanfaatan. Mereka juga bertanggung jawab menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut, mencegah dan meminimalkan dampak lingkungan, menghormati keberadaan dan aktivitas masyarakat pesisir, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi wilayah sekitar kegiatan.
Program CSR, menurutnya menjadi salah satu tools yang dapat memperkuat kontribusi dunia usaha dalam mendukung penataan ruang laut berkelanjutan. “Kami harap, CSR tidak hanya bersifat kegiatan sosial sesaat namun menjadi bagian dari investasi keberlanjutan yang terintegrasi dengan kebutuhan wilayah dan masyarakat,” kata Didit.
Senada dengan Didit, Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut Fajar Kurniawan juga menerangkan dalam pelaksanaan kegiatan yang tercantum dalam PKKPRL, pemilik dokumen harus memenuhi 16 (enam belas) kewajiban, salah satunya berkaitan dengan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Pemenuhan kewajiban tersebut juga harus disampaikan dalam Laporan Tahunan KKPRL (setiap tahunnya) kepada Menteri Kelautan dan Perikanan.
Selama tahun 2025, terdapat beberapa pemegang KKPRL yang berkontribusi dalam program CSR di antaranya PT Pertamina (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) untuk area Kamal Muara, PT PLN Nusantara Power, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Vale Indonesia serta PT Pupuk Kaltim untuk area Morodemak turut mendukung program ini.
Sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, KKP terus bersinergi dengan berbagai pihak khususnya dalam penataan ruang laut yang berbasis ekonomi biru agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Riz/Oryza)











