- TNI AL dan Tim Gabungan Terjun di Lokasi Terdampak Gempa di Pelabuhan Say Maumere NTT
- BMKG: 235 Kali Aktivitas Gempa Susulan di NTT
- Terminal Kijing PTP Nonpetikemas Bukukan Total Throughput 3,27 juta ton, Tumbuh 88,25%
- IPC TPK Salurkan Gerobak Sampah, Perkuat Kebersihan Palembang
- Alhamdulillah... 1.500 Guru Ngaji di Jakarta Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dari BKPRMI DKI
- Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Operasional Kapal di Maumere Tetap Berjalan
- Ekspor Kerapu ke AS Tunjukkan Trend Positif, Sertifikasi Mutu Perikanan Indonesia Kian Diakui
- Gempa Magnitudo 7,0 di Mbay Nagekeo NTT, Peringatan Tsunami, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi
- Presiden Prabowo: 121 Kebijakan Transformatif Dijalankan dalam 21 Bulan Pemerintahan
- Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Pidato Kenegaraan
Terminal Kijing PTP Nonpetikemas Bukukan Total Throughput 3,27 juta ton, Tumbuh 88,25%
Pada Semester I 2026

Keterangan Gambar : Terminal Kijing PTP Nonpetikemas mencatatkan kinerja operasional positif sepanjang semester I 2026 dengan membukukan total throughput sebesar 3,27 juta ton. Foto: PTP Nonpetikemas
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Terminal Kijing PTP Nonpetikemas mencatatkan kinerja operasional positif sepanjang semester I 2026 dengan membukukan total throughput sebesar 3,27 juta ton. Angka ini meningkat 88,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 1,74 juta ton.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik di Kalimantan Barat, sekaligus memperkuat peran Terminal Kijing sebagai salah satu simpul logistik strategis yang mendukung kelancaran distribusi komoditas di wilayah Indonesia bagian barat.
Kinerja tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan komoditas curah kering dan curah cair. Curah kering menjadi kontributor terbesar dengan realisasi 1,88 juta ton. Angka ini meningkat 97,18 persen dibandingkan semester I 2025 sebesar 955,5 ribu ton. Sedangkan curah cair mencapai 1,30 juta ton, meningkat 77,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu 732,9 ribu ton.
Baca Lainnya :
- ASDP Bakal Buka Rute Batam-Johor, Kembangkan Bisnis Strategis Lintas Batas0
- Arus Petikemas IPC TPK Tembus 2,17 Juta TEUs per-Juli 2026, Naik 8%0
- Wuiih.. Lele Bandung Mendunia, Tembus Pasar Taiwan0
- Dorong Transparansi dan Kelancaran Logistik, IPC TPK Operasikan Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor0
- Lancarkan Logistik dan Transparansi, IPC TPK Operasikan Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor0
Pertumbuhan juga tercatat pada komoditas lainnya. Bag cargo meningkat 30,16 persen dari 51,42 ribu ton menjadi 66,9 ribu ton. Sementara general cargo tumbuh signifikan dari 1,38 ribu ton menjadi 25,9 ribu ton.
Transformasi Operasional
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengatakan pertumbuhan throughput Terminal Kijing pada semester I 2026 merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi operasional dan meningkatkan kualitas layanan.
“Pertumbuhan throughput Terminal Kijing pada semester I 2026 menunjukkan bahwa transformasi operasional yang kami jalankan mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat kualitas layanan secara nyata," kata Indra Hidayat Sani, Jumat (14/8/2026).
"Terminal Kijing memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas logistik di Kalimantan Barat, sehingga kami akan terus mendorong peningkatan kapasitas layanan, efisiensi operasional, serta implementasi prinsip keberlanjutan agar terminal ini semakin kompetitif dan mampu memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa maupun perekonomian daerah,” sambung Indra.
Sepanjang semester I 2026, PTP Nonpetikemas juga memperkuat aspek pendukung operasional melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan penguatan budaya keselamatan kerja. Tujuannya untuk memastikan peningkatan produktivitas berjalan seiring dengan keandalan dan keberlanjutan operasional terminal.
Hasil Sinergi
Sementara itu Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak, Suwanda, mengatakan peningkatan kinerja operasional Terminal Kijing merupakan hasil sinergi antara seluruh insan perusahaan, pengguna jasa, dan para pemangku kepentingan di wilayah operasional.
“Capaian semester I 2026 merupakan hasil dari sinergi seluruh insan perusahaan dalam menjaga produktivitas operasional, meningkatkan keandalan layanan, dan memperkuat hubungan dengan para pengguna jasa," ungkap Suwanda.
Dia menambahkan, pihaknya terus fokus pada optimalisasi proses bongkar muat, peningkatan kompetensi SDM melalui program sertifikasi, serta penguatan budaya keselamatan kerja agar pertumbuhan kinerja dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
Salah satu fokus perusahaan sepanjang Januari–Juni 2026 adalah penguatan kompetensi tenaga kerja melalui program sertifikasi pekerja harian. Tenaga kerja operasional harus dipastikan memiliki standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan terminal, sehingga produktivitas dan kualitas layanan dapat terus ditingkatkan.
Aspek Keselamatan Kerja
Di bidang keselamatan kerja, perusahaan secara konsisten mengimplementasikan program PTP Peduli K3. Fokusnya pada peningkatan budaya keselamatan, kepatuhan terhadap standar operasional, serta penguatan kesadaran pekerja terhadap aspek kesehatan dan keselamatan kerja. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan operasional terminal yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Sejalan dengan pengembangan Terminal Kijing, Pelindo Regional 2 juga terus meningkatkan layanan di kawasan tersebut sebagai salah satu wilayah kerja strategis perusahaan.
General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, mengatakan bahwa sejak diresmikan pada 10 Juni 2026, Terminal Kijing telah melayani 8 kunjungan kapal peti kemas dengan dua rute, yaitu layanan ocean going rute Kijing–Pasir Gudang melalui MMSS 2711 dan layanan domestik rute Kijing–Jakarta melalui WGM 256 T.
"Throughput peti kemas hingga saat ini telah mencapai 1.029 box, dengan komposisi pelayanan peti kemas domestik sebesar 85 persen dan ocean going sebesar 15 persen,” jelas Kalbar Yanto.
Momentum pertumbuhan semester I 2026 menjadi indikator positif bagi pengembangan Terminal Kijing ke depan. Melaui dukungan infrastruktur yang terus dioptimalkan, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan kompetensi dan keselamatan kerja, Terminal Kijing optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan pada paruh kedua 2026.
Moment ini juga sekaligus memperkuat kontribusi terhadap efisiensi logistik nasional dan pengembangan ekonomi daerah. (Arry/oryza)











