- TNI AL dan Tim Gabungan Terjun di Lokasi Terdampak Gempa di Pelabuhan Say Maumere NTT
- BMKG: 235 Kali Aktivitas Gempa Susulan di NTT
- Terminal Kijing PTP Nonpetikemas Bukukan Total Throughput 3,27 juta ton, Tumbuh 88,25%
- IPC TPK Salurkan Gerobak Sampah, Perkuat Kebersihan Palembang
- Alhamdulillah... 1.500 Guru Ngaji di Jakarta Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dari BKPRMI DKI
- Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Operasional Kapal di Maumere Tetap Berjalan
- Ekspor Kerapu ke AS Tunjukkan Trend Positif, Sertifikasi Mutu Perikanan Indonesia Kian Diakui
- Gempa Magnitudo 7,0 di Mbay Nagekeo NTT, Peringatan Tsunami, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi
- Presiden Prabowo: 121 Kebijakan Transformatif Dijalankan dalam 21 Bulan Pemerintahan
- Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Pidato Kenegaraan
TNI AL dan Tim Gabungan Terjun di Lokasi Terdampak Gempa di Pelabuhan Say Maumere NTT

Keterangan Gambar : Prajurit TNI AL terjun ke lokasi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Prajurit TNI AL beserta tim gabungan bergerak cepat menanggulangi dampak bencana gempa berkekuatan 7,0 Magnitudo yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di kawasan Pelabuhan L. Say Maumere, Sabtu (15/08/2026).
Gempa tektonik yang terjadi pada pukul 05.58 WITA tersebut berpusat di laut pada koordinat LS 8,33° dan BT 121,32° (38 km Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo) dengan kedalaman 10 km. Tim perbantuan TNI AL langsung diterjunkan sejak pukul 08.00 WITA untuk melakukan pemantauan, pengamanan, dan penanganan darurat di area pelabuhan.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara di lapangan, bencana ini mengakibatkan 2 korban meninggal dunia atas nama Bernadus Muda (66 thn) dan Maria Diana Meliana (54 thn) akibat tertimpa material beton. Korban lainnya 2 orang luka-luka telah mendapatkan penanganan medis dan proses pendataan identitas masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Baca Lainnya :
- BMKG: 235 Kali Aktivitas Gempa Susulan di NTT0
- Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Operasional Kapal di Maumere Tetap Berjalan0
- Gempa Magnitudo 7,0 di Mbay Nagekeo NTT, Peringatan Tsunami, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi0
- Korban Kebakaran KMP Putri Yasmin Dievakuasi 212 Orang, Data Manifest 131 Penumpang0
- KMP Putri Yasmin Terbakar, Menhub: Kondisi Kapal Laik Laut, Tunggu Investigasi KNKT0
Danlanal Maumere Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho A.S. menyampaikan bahwa dalam rangka percepatan penanganan dampak bencana di Pelabuhan L. Say Maumere, TNI AL menerjunkan personel tim pengamanan Pelabuhan yang berkolaborasi erat dengan personel PT Pelindo.
Tim gabungan ini bertugas menyisir area pelabuhan, mengamankan objek vital pascagempa, membantu proses evakuasi warga serta memastikan jalur logistik maritim tetap terkendali.
Situasi dan kondisi di Pelabuhan L. Say Maumere berada dalam pengawasan penuh TNI AL dan instansi terkait. Pemantauan intensif terus dilakukan guna mengantisipasi potensi gempa susulan serta memastikan keselamatan masyarakat dan aktivitas di kawasan pelabuhan.
Pengerahan unsur tersebut merupakan wujud kesiapsiagaan TNI AL dalam merespons kondisi darurat yang terjadi di wilayah Indonesia serta menjadi bukti nyata implementasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang sesuai dengan kebijakan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (Riz/Mar)











