Resmikan Museum Marsinah, Presiden Prabowo: Simbol Keberanian Pejuang Buruh

By Indonesia Maritime News 16 Mei 2026, 12:43:39 WIB Nasional
Resmikan Museum Marsinah, Presiden Prabowo: Simbol Keberanian Pejuang Buruh

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto melihat langsung kondisi kamar Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Foto: BPMI Setpres


Indonesiamaritimenews.com (IMN), NGANJUK: Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Peresmian tersebut menjadi bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan hak asasi manusia dan hak-hak pekerja yang selama ini diperjuangkan Marsinah, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung perjuangan buruh di Indonesia.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo lebih dahulu meninjau rumah yang menjadi tempat tinggal Marsinah semasa hidupnya. Kondisi kamar Marsinah masih dipertahankan apa adanya sebagai pengingat atas perjuangan dan pengorbanannya. Kepala Negara juga bertemu dan menyapa keluarga besar Marsinah.

Baca Lainnya :

Setelahnya, Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke  kompleks 'Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah' yang dibangun di atas lahan seluas 938 meter persegi. Kompleks tersebut terdiri atas dua bangunan utama yakni museum memorial dan rumah singgah yang diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus ruang refleksi bagi masyarakat.

Di dalam museum, Presiden Prabowo melihat langsung berbagai koleksi peninggalan Marsinah yang dipamerkan, mulai dari baju seragam kerja pabrik, tas, dompet, sepeda ontel, hingga dokumen pribadi seperti ijazah sekolah dasar sampai sekolah menengah atas.

Sejumlah piagam penghargaan dari berbagai organisasi buruh juga turut dipamerkan sebagai bagian dari rekam jejak perjuangan Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Keberanian Pejuang

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa peresmian Museum Ibu Marsinah di Kabupaten Nganjuk merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan kaum buruh, sekaligus menghormati keberanian Marsinah sebagai simbol perjuangan rakyat kecil dalam memperjuangkan hak dan keadilan.

Kepala Negara menilai kehadiran museum tersebut menjadi peristiwa yang langka karena didedikasikan khusus untuk mengenang perjuangan buruh.

“Ini adalah sekiranya mungkin peristiwa yang langka, mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh. Tapi tolong dicek, mungkin pasti adalah. Tapi ini peristiwa langka,” ujar Presiden Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan RI ini juga menegaskan bahwa Museum Ibu Marsinah dibangun sebagai lambang dan tonggak peringatan atas perjuangan seorang perempuan muda yang memperjuangkan hak-hak kaum buruh serta menjadi simbol perjuangan masyarakat lemah yang tidak memiliki kekuasaan dan kekuatan.

“Saya kira museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang. Seorang pejuang muda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh,” ujar Presiden Prabowo.

Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia didirikan dengan falsafah dasar Pancasila. Semangat kekeluargaan dalam Pancasila, menurut Presiden, menjadi dasar utama negara untuk melindungi rakyat kecil termasuk kaum buruh.

“Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi, karena negara kita, kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila,” ucap Presiden.

Para pendiri bangsa menurut Presiden telah meletakkan dasar negara yang mempersatukan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan ras. Sila keadilan sosial dan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa perekonomian Indonesia dibangun atas asas kekeluargaan, di mana yang kuat membantu yang lemah.

“Buruh adalah anak-anak bangsa. Petani, tani adalah anak bangsa. Nelayan anak bangsa. Semuanya, para pemimpin, para politisi, para birokrat hanya petugas, hanya penerima mandat, hanya mereka yang diberi kepercayaan untuk mimpin semuanya,” tegasnya.

Rakyat Pemegang Saham

Presiden menyatakan ia melihat perjuangan Marsinah dan prihatin dengan peristiwanya. "Bahwa ada seorang, pimpinan, ada seorang pimpinan pengusaha yang punya pemikiran-pemikiran yang jahat demi keuntungan yang besar. Ini tidak sesuai dengan dasar berdirinya Republik kita,” cerita Presiden.

Untuk itu, Presiden pun mengajak seluruh pelaku usaha untuk membangun semangat “Indonesia Incorporated.” Dari pandangan ini, seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham atas kekayaan bangsa, dan negara wajib memastikan kekayaan tersebut dinikmati seluruh rakyat secara adil.

“Bukan sebaliknya. Bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia. Ini perjuangan kita bersama,” tuturnya.

“Jadi kita terbuka. Ayo, sama-sama. Ini perjuangan kita bersama dan ini lambangnya adalah Ibu Marsinah,” tandasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Presiden Prabowo menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian 'Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah'. Keberadaan Museum Ibu Marsinah diharapkan dapat menjadi destinasi wisata edukasi sejarah di Kabupaten Nganjuk sekaligus sarana pembelajaran bagi generasi muda mengenai pentingnya keadilan sosial, perlindungan hak asasi manusia, dan penghormatan terhadap perjuangan buruh di Indonesia.

Setelah meresmikan museum, Presiden kemudian berziarah ke makam Marsinah yang berada sekitar satu kilometer dari kompleks museum.

Sebagai catatan, Marsinah adalah gadis yang dilahirkan di Nganjuk, 10 April 1969. Ia  bekerja sebagai buruh  di PT Catur Putra Surya Sioarjo, Jatim. Marsinah dikenal cerdas, vokal,  beranidan peduli dengan nasib buruh.

Pada Mei 1993, ia memimpin aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah pokok dan tunjangan buruh sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Timur. Namun pada 5 Mei 1993, Marsinah  hilang diduga diculik. Ia ditemukan  tewas mengenaskan  pada 8 Mei di hutan. Tubuhnya luka parah tanda bekas penyiksaan berat. Kasus pembunuhan Marsinah pada masa itu bukan hanya menggemparkan Indonesia, tapi juga disorot dunia.  (Arry/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook