- 6 Ton Pasir Timah Selundupan Dicegat TNI AL di Kawasan Ancol
- Genjot Swasembada Garam Nasional, KKP Gandeng PT Garam Kelola K-SIGN Rote Ndao
- Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Bangun Kolaborasi Nasional
- PT Pelindo Terminal Petikemas dan TTL Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Nelayan
- Kodaeral XII Gagalkan Pengiriman Kayu Ilegal di Pelabuhan Panglima Utar
- Berlayar Mengarungi Belahan Bumi, KRI Bima Suci Berlabuh di Manila
- Bakti Kesehatan di Papua, Uluran Tangan TNI AL untuk Masyarakat Pedalaman
- Tahun Baru Islam 1448 H, Danseskoal: Jadikan Semangat Muharram untuk Perubahan Menuju Indonesia Maju
- PELNI Angkut Lebih dari 335 Ribu Ton Batubara pada Semester I 2026
- Kapal HSG Angkut 3,8 Ton Timah Ilegal Disergap TNI AL di Bangka Belitung
Kapal Survei dan Pemetaan Canggih, KRI Canopus-936 Siap Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Keterangan Gambar : TNI Angkatan Laut kini memiliki kapal survei canggih yang juga dapat difungsikan sebagai kapal SAR kapal selam atau submarine rescue yang diberi nama KRI Canopus-936. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: TNI Angkatan Laut kini memiliki kapal survei canggih yang juga dapat difungsikan sebagai kapal SAR kapal selam atau submarine rescue yang diberi nama KRI Canopus-936.
Sebagai garda terdepan pertahanan negara di laut, TNI AL dalam hal ini Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) terus memperkuat kemampuan survei, pemetaan, dan pengelolaan data kelautan nasional.
Hadirnya KRI Canopus-936 akan mendukung keamanan serta kedaulatan wilayah perairan Indonesia. Kedatangan KRI Canopus-936 dari Jerman disambut langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/05/2026).
Baca Lainnya :
- KRI Bima Suci Sandar di Vietnam, Atraksi Genderang Suling Gita Jala Taruna Bikin Pengunjung Terpukau0
- Kunjungi Pulau Terluar, Dankodaeral VII Tegaskan Komitmen TNI AL Jaga Kedaulatan dan Keamanan Perbatasan NKRI0
- Siaga Hadapi Ancaman Udara, KRI Teluk Sibolga-536 Satfib Koarmada I Asah Kemampuan Tempur0
- Kapal Baru KRI Canopus-936 Tiba dari Jerman, Disambut Pesud Wing Udara 1, Siap Jelajahi Laut Dalam0
- Gagalkan Penyelundupan Sisik Trenggiling, Danlanal Banten Raih Penghargaan dari Kasal0
Hadir pula Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Marsekal TNI (HOR) (Purn) Donny Ermawan Taufanto, para Kepala Staf Angkatan termasuk Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali beserta sejumlah pejabat tinggi TNI dan TNI AL.
Kapal sepanjang 105 meter ini memiliki kemampuan operasi hingga 60 hari pelayaran serta mampu melaksanakan survei dari perairan dangkal hingga kedalaman laut mencapai 11.000 meter. Kemampuan ini menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia membangun kemandirian data laut sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai poros maritim dunia.
KRI Canopus-936 juga diharapkan menjadi tulang punggung penyediaan data laut nasional yang akurat guna menjamin keselamatan pelayaran, mendukung eksplorasi sumber daya laut, serta memperkuat kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
Dalam pelayaran perdananya menuju Indonesia dengan sandi “Operasi Dhruva Samudra-26”, KRI Canopus-936 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Indragiri Y. Wardhono menempuh jarak kurang lebih 12.798,5 Nautical Mile (Nm) dari galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman sejak 14 Maret 2026.
Sebelum tiba di Indonesia, kapal melakukan beberapa persinggahan internasional sampai akhirnya tiba di Jakarta. Selain memastikan kesiapan operasional, pelayaran tersebut juga mengemban misi diplomasi TNI AL di berbagai negara sahabat.
Kasal menjelaskan, selain fungsi ilmiah KRI Canopus merupakan kapal survei yang juga dapat difungsikan sebagai kapal SAR kapal selam atau submarine rescue pertama yang dimiliki TNI AL. Kapal ini memiliki kemampuan mendukung operasi militer dan keamanan laut, termasuk pemetaan jalur kapal selam, deteksi ranjau laut, patroli keamanan, serta dukungan intelijen maritim.
Kasal juga menegaskan bahwa TNI AL juga telah melaksanakan berbagai pelatihan bagi para pengawak KRI Canopus-936 guna meningkatkan profesionalisme serta penguasaan teknologi modern kapal survei. Selain di luar negeri, pelatihan juga dilaksanakan di Indonesia yang telah memiliki sekolah hidrografi sebagai sarana pendidikan dan pengembangan kemampuan personel TNI AL di bidang hidro-oseanografi. (Arry/Mar)











