- 6 Ton Pasir Timah Selundupan Dicegat TNI AL di Kawasan Ancol
- Genjot Swasembada Garam Nasional, KKP Gandeng PT Garam Kelola K-SIGN Rote Ndao
- Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Bangun Kolaborasi Nasional
- PT Pelindo Terminal Petikemas dan TTL Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Nelayan
- Kodaeral XII Gagalkan Pengiriman Kayu Ilegal di Pelabuhan Panglima Utar
- Berlayar Mengarungi Belahan Bumi, KRI Bima Suci Berlabuh di Manila
- Bakti Kesehatan di Papua, Uluran Tangan TNI AL untuk Masyarakat Pedalaman
- Tahun Baru Islam 1448 H, Danseskoal: Jadikan Semangat Muharram untuk Perubahan Menuju Indonesia Maju
- PELNI Angkut Lebih dari 335 Ribu Ton Batubara pada Semester I 2026
- Kapal HSG Angkut 3,8 Ton Timah Ilegal Disergap TNI AL di Bangka Belitung
Genjot Swasembada Garam Nasional, KKP Gandeng PT Garam Kelola K-SIGN Rote Ndao

Keterangan Gambar : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama PT Garam memperkuat sinergi untuk percepatan swasembada garam nasional dengan mengelola sentra garam di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama PT Garam memperkuat sinergi untuk percepatan swasembada garam nasional dengan mengelola sentra garam di Rote Ndao.
Sinergi ini dilakukan melalui penandatanganan dokumen Kesepakatan Bersama tentang Pengelolaan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kesepakatan Bersama ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Koswara dan Direktur Utama PT Garam Abraham Mose di sela-sela pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KKP Tahun 2026 di Jakarta pada Rabu (2/7/2026).
Baca Lainnya :
- Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Bangun Kolaborasi Nasional0
- PT Pelindo Terminal Petikemas dan TTL Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Nelayan0
- Ocean Calculator, Pengukur Nilai Ekonomi Laut Nasional Dirilis KKP dan WRI0
- Layanan Optimal IPC TPK Capai 850 Ribu TEUs di Triwulan I 20260
- Perkuat Kapasitas SDM Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Monash University dan IPB0
Lewat kolaborasi tersebut, kedua pihak akan bersinergi dalam pengoperasian, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengembangan kawasan K-SIGN, sehingga dapat dikelola secara profesional, produktif, dan berkelanjutan. Rincian pelaksanaan kerja sama selanjutnya akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama.
"Dengan dukungan pengalaman PT Garam sebagai BUMN pergaraman, kami optimistis program K-SIGN dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan industri garam nasional yang mampu mendukung percepatan swasembada garam," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (4/7).
Lebih lanjut Koswara menjelaskan, kehadiran K-SIGN di Rote Ndao tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi garam nasional, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi melalui keterlibatan pemerintah daerah, masyarakat, dan para pelaku usaha dalam pengembangan kawasan.
Semakin Kompetitif
Sementara itu Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan KKP kepada PT Garam sebagai mitra strategis dalam pengelolaan K-SIGN. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan BUMN menjadi kunci untuk menghadirkan industri garam nasional yang semakin kompetitif dan berdaya saing.
"PT Garam berkomitmen mendukung pengelolaan K-SIGN melalui penerapan tata kelola yang profesional, penguatan kapasitas operasional, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami percaya kerja sama ini akan menjadi pijakan penting dalam memperkuat industri garam nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan," ujarnya.
Melalui sinergi ini, KKP dan PT Garam mendorong K-SIGN menjadi penggerak baru industri garam nasional. Pengelolaan kawasan yang terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas garam dalam negeri, memperkuat ketahanan industri nasional, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat pesisir.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menempatkan swasembada garam sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Melalui kolaborasi tersebut, KKP berharap K-SIGN Rote Ndao menjadi model pengelolaan kawasan garam nasional yang terintegrasi dan mampu mempercepat terwujudnya swasembada garam. (Riz/Mar)











