Mahasiswa UI Kujungi IPC TPK Mengkaji Kesenjangan Teori Akademik dan Realita Industri Pelabuhan

By Indonesia Maritime News 15 Mei 2026, 13:16:28 WIB Logistik
Mahasiswa UI Kujungi  IPC TPK Mengkaji  Kesenjangan Teori Akademik dan Realita Industri Pelabuhan

Keterangan Gambar : IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan industri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sebagai bagian dari Program Jejak Pelabuhan pada Jumat (8/5).Foto: Humas IPC TPK


Indonesimaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Bongkar muat pelabuhan sebagai simpul utama rantai pasok nasional dan pusat konektivitas ekonomi  membuka ruang bagi berbagai disiplin ilmu dan talenta masa depan. Berangkat dari semangat tersebut, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan industri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sebagai bagian dari Program Jejak Pelabuhan pada Jumat (8/5).


Program inisiatif IPC TPK ini membuka akses pembelajaran industri sekaligus menjembatani teori akademik dengan realita operasional di lapangan. Program ini memperkenalkan mahasiswa secara langsung pada ekosistem kepelabuhanan modern yang kini berkembang jauh melampaui aktivitas operasional konvensional.

Selama kunjungan, peserta berkesempatan melihat langsung alur kerja logistik modern dengan mengunjungi Integrated Planning & Control Room serta Terminal Operasi 3 di Pelabuhan Tanjung Priok. Tidak hanya menyaksikan proses bongkar muat peti kemas, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai bagaimana pelabuhan menjadi simpul penting rantai pasok global, pusat pengambilan keputusan bisnis, hingga bagian dari transformasi digital dan sustainability dalam industri logistik nasional.

Mahasiswa bisa menggali lebih dalam mengenai peran digitalisasi dalam operasional pelabuhan modern, mulai dari pemanfaatan sistem terintegrasi untuk mendukung efisiensi layanan hingga upaya mitigasi risiko terhadap potensi gangguan operasional.

Baca Lainnya :

Selain itu, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai pengelolaan customer relation, struktur organisasi di lingkungan pelabuhan, serta pentingnya koordinasi lintas sektor dan fungsi dalam memastikan kelancaran proses bongkar muat sebagai bagian penting dari rantai pasok nasional.

Corporate Secretary IPC TPK, Daniel Setiawan, menjelaskan  kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membuka wawasan generasi muda terhadap industri kepelabuhanan dan logistik yang terus berkembang.

"Dunia kepelabuhanan hari ini bukan lagi industri yang eksklusif atau hanya dipahami kalangan tertentu. Industri ini sangat terbuka dan membutuhkan banyak perspektif keilmuan, mulai dari ekonomi, bisnis, teknologi, data, sustainability, hingga komunikasi. Karena itu, kami ingin membuka wawasan bahwa pelabuhan adalah industri masa depan yang relevan bagi generasi muda," ujar Daniel.

Berbeda dengan kunjungan akademik pada umumnya, Program Jejak Pelabuhan dirancang untuk memberikan pengalaman industri yang lebih kontekstual dan strategis. Mahasiswa diajak memahami bagaimana efisiensi logistik memengaruhi biaya distribusi nasional, bagaimana arus perdagangan internasional bergerak melalui pelabuhan, hingga bagaimana terminal petikemas bertransformasi melalui digitalisasi dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sebagai operator terminal petikemas di bawah naungan Pelindo Group, IPC TPK menilai bahwa pengenalan industri sejak dini menjadi penting untuk memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Keterbukaan akses terhadap dunia kepelabuhanan juga diharapkan dapat mengubah perspektif generasi muda bahwa sektor ini merupakan bidang yang dinamis, modern, dan memiliki prospek besar di masa depan.

"Melalui Program Jejak Pelabuhan, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan realita industri. Mahasiswa tidak hanya melihat proses operasional, tetapi juga memahami bagaimana pelabuhan bekerja sebagai penghubung rantai pasok dan penggerak aktivitas ekonomi. Harapannya, mahasiswa dapat melihat langsung bahwa sektor ini terus berkembang dan membutuhkan banyak talenta dengan beragam latar belakang keilmuan,"tutup Daniel Setiawan.(Arry/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook