Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih Letao Selatan Gorontalo, Presiden Prabowo: Saya Ingin Nelayan Sejahtera!

By Indonesia Maritime News 09 Mei 2026, 18:10:38 WIB Maritim
Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih Letao Selatan Gorontalo, Presiden Prabowo: Saya Ingin Nelayan Sejahtera!

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto menyalami para nelayan di Letao Selatan Gorontalo saat meninjau Koperasi Nelatan Merah Putih (KNMP), Sabtu (9/5/2026). Foto: Youtube Setpres



Indonesiamaritimenews.com (IMN), GORONTALO: Presiden Prabowo Subianto meninjau kesiapan fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Letao Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). Ratusan nelayan dan warga pesisir antusias berebut menyalami Presiden.

Sebelum ke Gorontalo, Presiden Prabowo berkunjung ke Pulau Miangas, Kepulauan Talaud, juga bertemu warga, pelajar serta nelayan.

Tiba di Letao Selatan, Presiden diberi penjelasan singkat tentang berbagai fasilitas KNMP yang telah dibangun. Didampingi Menteri Kelautan Sakti Wahyu Trenggono, Presiden meninjau cold storage yang akan menjadi te.pat menyimpan ikan-ikan hasil tangkapan nelayan.

Baca Lainnya :

Sebelum memberi sambutan, Presiden menyapa dan menyalami warga yang sudah menunggu di tenda. Warga pun berebut bersalaman dan foto bersama Kepala Negara.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengatakan kedatangannya ke Gorontalo ingin melihat langsung kampung nelayan. "Hari ini, saya berkesempatan mampir di Gorontalo. Saya mau lihat adanya kampung nelayan. Kampung Nelayan Merah Putih yang sudah dirintis, dibangun di Gorontalo ini, ya, dan saya lihat tadi, sudah ada [mesin] pembuat es di sini, sudah ada gudang pendingin, beberapa fasilitas," kata Presiden Prabowo.

Presiden mengungkapkan niat pemerintahannya untuk memberdayakan semua nelayan di Indonesia. Ia ingin semua nelayan di Indonesia kehidupannya tambah baik,  penghasilannya harus tambah, karena para nelayan punya peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa.

"Peran nelayan adalah menghasilkan protein, menghasilkan ikan. Ini sangat penting, dan juga dunia sekarang sangat memerlukan ikan, protein. Karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah ekonomi biru, ekonomi laut biru, the blue ocean economy," ungkap Presiden. 

"Blue ocean economy ini adalah sangat penting, ini adalah karunia Yang Maha Kuasa. Kita harus bersyukur dan kita harus sekarang besar-besaran investasi. Menteri Kelautan dan Perikanan Pak Trenggono, Pak Sakti Wahyu Trenggono, ya, ikut saya. Tadi kita dari Miangas, kita akan segera bangun juga desa nelayan di situ," sambung mantan Menteri Pertahanan ini.

Dihormati Negara Lain

Presiden Prabowo mengungkapkan ia bersama Menteri Luar Negeri Sugiono baru saja dari Filipina menghadiri KTT ASEAN. "Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada banyak sekali kita. Kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar. Dan, para nelayan yang punya jasa besar dan kita ingin memperkuat peran para nelayan kita," tegas Presiden.

Tahun ini akan bangun kampung-kampung nelayan, dan akan diresmikan desa nelayan yang jumlah totalnya ada 1.386 (kampung nelayan). "Dan, tahun depan kita akan bangun lagi. Berapa tahun depan? Seribu. Dan, seterusnya kita akan bangun tiap tahun, seribu, seribu, seribu. Kita seluruh Indonesia punya 12.000 desa nelayan, ya. Ini pekerjaan besar, tapi kita bangsa yang berani," tukas Presiden.

"Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin senyum tiap hari karena penghasilannya baik. Kita akan bangun mulai tahun ini, 1.582 kapal ikan. Nanti kita akan bantu, kita akan bagi kapal-kapal itu. Nanti bapak-bapak nelayan dengan keluarganya bikin koperasi. Nanti akan diatur, apakah 30 nelayan satu koperasi atau 30, nanti kita beri kapal," urai Presiden Prabowo. 

Menurut Presiden, kapal yang akan diberikan ukurannya bervariasi mulaindari kecil, menengah, hingga kapal besar. Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita. Kita ingin rakyat kita yang mengambil, ya," tandas Presiden Prabowo. (Arry/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook