- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
- PELNI Sambut Mudik Lebaran 2026: Layanan Berkualitas, Penumpang Nyaman, Ada Sarapan Nusantara
KKP Lebarkan Sayap Ekspor Perikanan ke Vietnam, Korsel dan Kanada

Keterangan Gambar : Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini melaksanakan pertemuan bilateral dengan negara mitra dagang komoditas perikanan Indonesia baru - baru ini, untuk membentuk Perjanjian Bilateral Harmonisasi Sistem Mutu guna menjamin keberterimaan produk perikanan Indonesia di pasar global. Foto KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Indonesia terus melebarkan sayap dalam mengekspor produk perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil menambah jumlah approval number unit pengolahan ikan (UPI) di tiga negara tujuan ekspor yakni Vietnam, Korea Selatan, serta Kanada.
Penambahan approval number tersebut yakni sebanyak 20 UPI untuk ekspor ke Vietnam, 8 UPI untuk ekspor ke Korea Selatan, dan 6 UPI untuk ekspor ke Kanada.
Baca Lainnya :
- KKP Gandeng SEAFDEC Kurangi Pencemaran Mikroplastik di Laut0
- Tugboat Miring di Perairan Bojonegara Diselamatkan Pangkalan KPLP Kelas I Tanjung Priok0
- Penyu dan Cetacea Kian Terancam, KKP Dorong Semua Pihak Beri Perlindungan0
- Makan Ikan Katanya Bisa Cacingan, Begini Jurus KKP Tangkal Mitos Negatif0
- Warga Pulau Enggano Bengkulu Terisolasi, KKP Kerahkan Kapal KP Orca 050
"Sesuai arahan Pak Menteri dengan melihat situasi perdagangan global maka kita harus lakukan terobosan, diantaranya diversifikasi komoditas dan negara tujuan ekspor guna meningkatkan volume ekspor yang berdampak langsung kepada kegiatan ekonomi masyarakat,” terang Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini dalam siaran resminya di Jakarta, Minggu (6/7/2025).
Penambahan approval number ditandai dengan Perjanjian Bilateral Kesetaraan Sistem Mutu Ikan antara KKP dengan otoritas mutu tiga negara itu.
“Dengan adanya penambahan tersebut, maka total jumlah perusahaan perikanan yang bisa melakukan ekspor ke Vietnam adalah 611 UPI, Korea Selatan sebanyak 667 UPI dan Kanada sebanyak 337 UPI,” bebernya.
Penguatan Sinergi Lintas Sektor
Ishartini menambahkan, strategi perluasan pasar yang sedang dijalankan KKP di antaranya: penguatan sinergi lintas sektor guna mendorong sembilan sertifikasi mutu hulu - hilir untuk pemenuhan standar global, inspeksi dan surveilans mutu, peningkatan kapasitas uji mutu, serta menjalin kerjasama dan jejaring kesetaraan sistem mutu dengan negara tujuan ekspor.
Perusahaan perikanan Indonesia yang berhasil mendapatkan nomer registrasi izin ekspor Vietnam yakni: CV. KANA CAHAYA BAHARI, PT. DUTA BUANA PACIFIC, PT. CIPTA RAYA UNIVERSE, PT INDO SAMUDRA NUSANTARA, PT. PAHALA SAMUDERA FISHERY INDUSTRIES, PT ARROHMAH SEGARA INDONESIA, PT. KARYA PERSADA KHATULISTIWA, PT. GURITA GLOBAL INTERNASIONAL, CV. SEGARA MAKMUR SAMPURNA, PT. BERKAH MUTIARA SELATAN, CV. ANUGERAH LAUT JAWA INDONESIA, PT. WIRA PUTRA BAHARI, PT. HAMPARAN SEGARA ARTHA, PT. INDO MUTIARA UTAMA, PT LAUTINDO SYNERGY SEJAHTERA, PT. AMERITINDO CERAH TERPADU, PT. BATTOUSAI ONO NIHA, PT. BENUA OMEGA SAMUDRA, PT CHANGLEONG MARITIM INDONESIA, dan PT JAYAWI AMBON INTERNASIONAL
Selanjutnya untuk ke Korea Selatan yakni PT. BHINEKA ANUGERAH NUSANTARA, PT. HAMPARAN SEGARA ARTHA, PT. CIPTA RAYA UNIVERSE, PT. MODERN MITRA SEJATI, PT. BERKAT MATSYA NUSANTARA, PT. BLUE OCEAN LOBSTER, PT. CELEBES OCEAN FISHERIES, dan PT. CHEN WOO FISHERY.
Sedangkan untuk ke Kanada adalah PT. BRATA ADI LAKSANA, PT. SARI SAMUDERA INDONESIA, PT. TILAPIA NUSANTARA JAYA, PT. BERKAT MATSYA NUSANTARA, PT. AMERITINDO CERAH TERPADU, dan PT. CHEN WOO FISHERY.
Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmennya mengawal mutu dan keamanan hasil kelautan dan perikanan untuk meningkatkan daya saing dan keberterimaan produk perikanan Indonesia di pasar global. (Arry/Oryza)











