- TNI AL Gelar Kompetisi Menembak Fun Shooting Diikuti 29 Negara, Ini Juaranya
- Apel Saka Bahari 2026, Membentuk Generasi Muda Bervisi Maritim, Tangguh, Siap Hadapi Disrupsi
- Perkuat Konektivitas Antarpulau, Pelindo dan AMANAIR Jajaki Layanan Seaplane
- KKP Jemput Bola Bantu Urus Izin Usaha Perikanan Tangkap di Kampung Nelayan Merah Putih
- Lanal Lampung Bekali Materi Bela Negara, Tanamkan Displin Siswa SMAN 11 Bandar Lampung
- TPK Koja Pastikan Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Lancar dan Terjaga Saat Pekerja Sampaikan Aspirasi
- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?
- Perangi Narkoba, Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Gelar Sobat Ananda Bersinar di SMAN 80 Jakarta
- 3 Bayi Buaya Langka Sinyulong Diamankan KKP dari Permukiman Nelayan, Ini Penampakannya
KKP Gandeng SEAFDEC Kurangi Pencemaran Mikroplastik di Laut

Keterangan Gambar : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Workshop on Mitigation and Strategic Policy for Combating Microplastic Pollution for Marine and Freshwater Fisheries in Southeast Asia Region:" Advancing the Blue Economy through Strategies for Managing Plastic Pollution in Aquatic Systems". Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Southeast Asian Fisheries Development Center/Inland Fishery Resources Development and Management Department (SEAFDEC/IFRDMD) bekerja sama meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk meminimalisir polusi mikroplastik di laut.
Sinergi tersebut terwujud dalam Workshop on Mitigation and Strategic Policy for Combating Microplastic Pollution for Marine and Freshwater Fisheries in Southeast Asia Region:" Advancing the Blue Economy through Strategies for Managing Plastic Pollution in Aquatic Systems" di Jakarta pada 2-3 Juli lalu.
Baca Lainnya :
- Tugboat Miring di Perairan Bojonegara Diselamatkan Pangkalan KPLP Kelas I Tanjung Priok0
- Penyu dan Cetacea Kian Terancam, KKP Dorong Semua Pihak Beri Perlindungan0
- Makan Ikan Katanya Bisa Cacingan, Begini Jurus KKP Tangkal Mitos Negatif0
- Warga Pulau Enggano Bengkulu Terisolasi, KKP Kerahkan Kapal KP Orca 050
- Lindungi Awak Kapal Perikanan, KKP Beri Pelatihan Keselamatan dan Sertifikasi Gratis0
Kegiatan ini turut didukung oleh Japan-ASEAN Integration Fund (JAIF), dengan dihadiri sekitar 40 peserta dari negara-negara Asia Tenggara dan Jepang.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta mengatakan dengan berfokus pada mitigasi polusi mikroplastik, pihaknya mengambil langkah penting untuk membangun ekosistem perairan yang lebih sehat sebagai landasan pembangunan berkelanjutan.
"Polusi mikroplastik merupakan tantangan lintas batas yang terus berkembang yang membutuhkan perhatian mendesak dan tindakan kolaboratif. Sementara kekhawatiran global terhadap polusi plastik laut meningkat, urgensi yang sama harus diberikan kepada sistem air tawar-terutama yang mendukung perikanan darat dan masyarakat lokal," jelas Nyoman dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Sabtu (5/7/2025).
Ragam Inisiatif
KKP telah meluncurkan beberapa inisiatif sebagai bagian dari komitmen untuk mengatasi masalah ini, antara lain Bulan Cinta Laut (BCL). Kegiatan ini adalah sebuah kampanye nasional yang melibatkan nelayan dan masyarakat lokal dalam membersihkan sampah laut dan mempromosikan pengelolaan laut; Penanganan Abandoned, Derelict, Lost, Fishing Gear (ADLFG), dan pengelolaan sampah di Pelabuhan Perikanan serta memperkuat penegakan kebijakan dan memperluas kampanye pendidikan inklusif tentang konservasi laut dan air tawar.
Nyoman melanjutkan, lokakarya ini menawarkan kesempatan berharga untuk bertukar pengalaman, menghasilkan ide-ide inovatif, dan menyusun kebijakan berwawasan ke depan untuk meningkatkan kesehatan perikanan dan lingkungan perairan. Melalui kerja sama lintas batas dan disiplin ilmu, pihaknya dapat mencapai solusi yang dapat ditindaklanjuti, terintegrasi, dan berdampak.
Sementara itu Deputy Secretary General of SEAFDEC Koichi Tahara berharap lokakarya ini akan mendorong kerja sama yang lebih erat, menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti, dan membangun mekanisme bersama yang jelas untuk memantau dan mengurangi polusi plastik.
Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut mikroplastik merupakan masalah pencemaran laut serius karena dapat mengancam keberlanjutan populasi perikanan di dalamnya. (Arry/Oryza)











