- Lampung dan Banten Diguyur Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
- Gunung Anak Krakatau Erupsi Muntahkan Lava Pijar, Warga Pesisir Banten Panik
- Keren, Formasi Laut Kapal Perang TNI AL dan Maritim Amerika di Laut Banten
- Budi Daya Lobster di Lombok Timur, KKP Dorong Kemajuan Ekosistem
- Presiden Prabowo Dorong Konektivitas Langsung Indonesia-Rusia, dari Kapal Laut hingga Pesawat
- 4 Kapal Perang TNI AL dan US Navy Dikerahkan di Perairan Jawa, Ada Apa ?
- KKP - ISI Yogyakarta Kembangkan Harta Karun BMKT untuk Ilmu Pengetahuan dan Seni
- Navy Brotherhood, Kapal Perang TNI AL dan Tentera Malaysia Jaga Selat Malaka
- Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Pontianak Perkuat Sinergi Pengguna Jasa
- Podcast PWI CHANNEL Resmi Diluncurkan, Wamen Komdigi Angga Raka Tampil Perdana
Indonesia - Australia Kolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik di Pedesaan

Keterangan Gambar : Sakti Wahyu Trenggono saat bertemu Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Indonesia dan Australia berencana meningkatkan kerja sama perikanan, khususnya di bidang teknologi budidaya untuk menjaga ketahanan pangan di dua negara.
Teknologi yang dimaksud adalah mini Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk mendukung program budidaya darat tematik yang siap dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan di ratusan desa perikanan potensial di Indonesia.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan sudah melihat penerapan sistem RAS di Tasmania.
Baca Lainnya :
- KKP Jemput Bola Bantu Urus Izin Usaha Perikanan Tangkap di Kampung Nelayan Merah Putih0
- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau0
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?0
- 3 Bayi Buaya Langka Sinyulong Diamankan KKP dari Permukiman Nelayan, Ini Penampakannya0
- KKP Ringkus Kapal Komplotan Pelaku Bom Ikan di Kepulauan Spermonde0
“Saya sudah melihat langsung bagaimana sistem RAS ini berjalan di Tasmania untuk meningkatkan produktivitas perikanan budidaya di sana. Di Indonesia kami siap mengembangkan 40.000 unit mini-RAS untuk diterapkan di ratusan desa di Indonesia,” ujar Sakti Wahyu Trenggono saat bertemu Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Mini RAS merupakan sistem budidaya yang memungkinkan pengelolaan dan penggunaan kembali air dalam sistem produksi sehingga kondisi lingkungan pemeliharaan dapat dikendalikan secara lebih optimal. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi kegiatan budidaya.
Adapun komoditas perikanan budidaya tematik yang siap dikembangkan saat ini menggunakan teknologi mini RAS adalah nila dan lele. Namun ke depan, KKP juga berencana mengembangkan budidaya perikanan untuk komoditas pangasius, barramundi, grouper, hingga jade perch.
Trenggono menambahkan, peningkatan kerja sama budidaya diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga untuk menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Harapan kami peningkatan kerja sama perikanan ini tidak sebatas investasi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas produksi, transfer teknologi, dan keberlanjutan ekosistem yang dibangun,” pungkas Menteri Trenggono.
Sementara itu Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier menyampaikan bahwa Australia memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi dan industri budidaya perikanan yang dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dengan Indonesia. Pengalaman tersebut, termasuk dalam hal riset untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi dampak lingkungan.
“Kerja sama Indonesia dan Australia sangat penting. Semoga ke depannya Indonesia dan Australia dapat melihat kekuatan masing-masing agar dapat bersama-sama membangun serta menjaga ekosistem dan ketahanan pangan,” ujar Rod Brazier. (Riz/oryza)











