- KKP Dorong Partisipasi Nelayan, Subjek Utama Pengembangan Kawasan Pesisir Marunda
- Ryamizard Ryacudu Dimakamkan di TMP Kalibata, Menhan Sjafrie Pimpin Upacara
- Presiden Prabowo: Pancasila Landasan Utama Pembangunan Ekonomi Nasional
- Kemandirian Terpaksa Missile City Iran
- KKP Dorong Kontes Arwana Indonesia Mendunia, Menjadi Komunitas Unggulan
- 8 UPI Izin Register, KKP Perlebar Pintu Ekspor Perikanan ke China
- ASDP Terapkan Transformasi Penyeberangan Modern Berorientasi Selamat, Aman dan Nyaman, Ujicoba 1Juni 2026
- Hasil Negoisasi, Udang Tangkap Indonesia Kembali Masuk Arab Saudi Efektif Mei 2026
- Negara Lindungi Awak Kapal Ikan, Nelayan Kecil Bagaimana ?
- Ketika TNI AL Gagalkan Penyelundupan 780 Kg Sisik Trenggiling
H+5 Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, 3 Jenazah Ditemukan, Menhub: Pencarian Diperluas

Keterangan Gambar : Insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Kemenhub dan Tim SAR gabungan memperluas area pencarian. Foto: Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Perairan Selat Bali, Ketapang, Banyuwangi, terus dilakukan. Pada H+4 dan H+5 pencarian, Tim SAR Gabungan kembali menemukan 3 korban meninggal dunia.
Jenazah korban diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Area pencarian korban sendiri terus dikembangkan dari titik tenggelamnya lapal tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, berdasarkan investigasi tim gabungan, area pencarian korban dikembangkan hingga sepanjang 10 mil dari area duga atau area perkiraan tenggelamnya kapal.
Baca Lainnya :
- Sukses, Pelindo Uji Coba Alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, KMP Pulo Tello Berhasil Masuk Dermaga0
- Hari ke-4 Operasi SAR, Kapal Perang TNI AL Temukan Jasad Korban KMP Tunu Pratama Jaya0
- Pencarian Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, TNI AL Kerahkan 2 Kapal Perang0
- KMP Tunu Pratama Jaya Karam, 31 Penumpang Selamat, 4 Meninggal, 30 Masih Hilang0
- Dari Makkah Presiden Prabowo Instruksikan Penyelamatan Korban KMP Tunu Pratama Jaya0
"Sejauh ini seluruh tim gabungan, baik dari Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP, dan unsur terkait lainnya bekerja maksimal melakukan pencarian korban. Harapannya dengan area yang diperluas, korban yang ditemukan juga semakin banyak," kata Dudy di Jakarta, Senin (7/7/2025).
Berdasaran laporan Basarnas, tim SAR juga akan melakukan deteksi bawah air dengan menurunkan ROV (Remotely Operated Vehicle), dengan memperhatikan waktu yang tepat agar dapat mendapatkan hasil maksimal.
Penggunaan ROV ini lebih efektif dalam pencarian bangkai kapal. Namun, tim tetap harus mempertimbangkan arus dan kedalaman laut. Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu Menhub berpesan kepada tim SAR agar tetap mengutamakan keselamatan.
"Mengingat sudah beberapa hari pencarian, kemungkinan akan lebih sulit menemukan korban, sehingga saya sampaikan kepada para petugas untuk selalu berhati-hati, utamakan keselamatan diri dan perhatikan kondisi cuaca serta arus laut," tandas Menhub Dudy.
Seperti diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya rute pelayaran Pelabuhan Ketapang tujuan Gilimanuk, tenggelam pada Rabu tengah malam (2/7/2025) di perairan Selat Bali. Kapal tersebut membawa 65 orang, 12 di antaranya ABK. Korban yang ditemukan berjumlah 38 orang, 8 di antaranya tewas. (Arry/Oryza)











