- KKP Mulai Bangun Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Nilai Investasi Rp7,2 T
- Tug Boat dan Tongkang Angkut Nikel Diamankan KRI Hampala-880 di Teluk Weda
- Kapal Cepat Rudal KRI Surik-645 Tangkap Tug Boat Bawa Solar Ilegal
- Mudik Gratis 2026 Bersama PELNI Dibuka, Buruan Daftar
- Mudik Lebaran 2026, Diskon Tiket Kapal PELNI Hingga 30% Sudah Dibuka
- Kasal Resmikan SPPG Puspomal, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
- Kepulauan Tersembunyi di Beranda Nusantara, Rumah Nyaman Biota Laut yang Harus Dijaga
- Revitalisasi Pasar Baru Harus Padukan Nilai Kesejarahan, Keberagaman, dan Kekinian
- Tiga Bulan, KKP Ekspor 1.852 Kontainer Udang Bersertifikat Bebas Cesium ke AS
- KKP: Bisnis Rantai Dingin di Lokasi KNMP Dikelola Profesional
KMP Tunu Pratama Jaya Karam, 31 Penumpang Selamat, 4 Meninggal, 30 Masih Hilang

Keterangan Gambar : Kepala Basarnas, Marsekal Madya Muhammad Syafii menjelaskan soal upaya evakuasi dan pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Foto: Basarnas
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANYUWANGI: Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan segera dilakukan operasi penyelamatan penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. Tim SAR gabungan pun terus melakukan pencarian korban tenggelamnya kapal tersebut di perairan Selat Bali.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya Muhammad Syafii mengungkapkan telah mengerahkan armada dengan kekuatan ratusan personel. Fokus pencarian mengarah ke titik dengan kedalaman sekitar 50 meter yang diduga menjadi lokasi utama kapal tenggelam. "Informasi sementara, titik tenggelam kapal berada pada kedalaman 50 meter,” kata Syafii dalam keterangannya, Rabu (3/7/2025).
Baca Lainnya :
- Dari Makkah Presiden Prabowo Instruksikan Penyelamatan Korban KMP Tunu Pratama Jaya0
- Warga Pulau Enggano Bengkulu Terisolasi, KKP Kerahkan Kapal KP Orca 050
- Presiden Prabowo Turun Tangan, 4 Pulau Diputuskan Milik Provinsi Aceh0
- Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut, 9 Warga Sipil dan 4 Prajurit Tewas, Ini Penjelasan TNI0
- Miris... Petani Enggano Buang Pisang ke Laut, Imbas Tak Ada Kapal Berlayar ke Bengkulu0
Basarnas mengerahkan 9 kapal besar dengan total kekuatan hampir 400 personel guna mendukung operasi. Dalam operasi ini diturunkan tim penyelam, unsur TNI AL, Polairud, serta para relawan dan masyarakat nelayan di sekitar Kabupaten Jembrana. Operasi pencarian diperluas hingga 194 nautical mile persegi.
Peran para nelayan sangat membantu. Hal ini dibuktikan dari mayoritas korban yang ditemukan selamat setelah dibantu oleh para nelayan yang ada di posisi tersebut. "Kita akan terus mengembangkan untuk operasi brsama-sama dengan seluruh potensi yang ada," ujar Syafii.
Operasi SAR sejauh ini masih mengacu pada ketentuan tujuh hari kerja.
“Operasi setiap saat bisa kita evaluasi dan kita perpanjang bila memang masih dibutuhkan," sambung dia.
Diberitakan indonesiamaritimenews.com sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali dalam pelayaran dari Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali pada Rabu (2/7/2025) tengah malam malam.
Kapal tersebut membawa 65 orang terdiri dari 53 penumpang dan 12 Anak Buah Kapal (ABK), serta membawa 22 unit kendaraan berbagai jenis. Hingga Kamis tercatat, korban yang ditemukan selamat berjumlah 31 orang, korban meninggal dunia 4 orang dan 30 orang lainnya masih hilang. (Arry/Oryza)











