- KKP Dorong Partisipasi Nelayan, Subjek Utama Pengembangan Kawasan Pesisir Marunda
- Ryamizard Ryacudu Dimakamkan di TMP Kalibata, Menhan Sjafrie Pimpin Upacara
- Presiden Prabowo: Pancasila Landasan Utama Pembangunan Ekonomi Nasional
- Kemandirian Terpaksa Missile City Iran
- KKP Dorong Kontes Arwana Indonesia Mendunia, Menjadi Komunitas Unggulan
- 8 UPI Izin Register, KKP Perlebar Pintu Ekspor Perikanan ke China
- ASDP Terapkan Transformasi Penyeberangan Modern Berorientasi Selamat, Aman dan Nyaman, Ujicoba 1Juni 2026
- Hasil Negoisasi, Udang Tangkap Indonesia Kembali Masuk Arab Saudi Efektif Mei 2026
- Negara Lindungi Awak Kapal Ikan, Nelayan Kecil Bagaimana ?
- Ketika TNI AL Gagalkan Penyelundupan 780 Kg Sisik Trenggiling
Dorong Efisiensi dan Kualitas Layanan, Komisaris Pelindo Tinjau Terminal Petikemas

Keterangan Gambar : Dewan Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah terminal peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (21/10). Foto: Humas Pelindo Reg.2
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Dewan Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah terminal peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (21/10). Kunjungan ini meliputi antara lain New Priok Container Terminal 1 (NPCT1), Jakarta International Container Terminal (JICT), dan Terminal Petikemas Koja (TPK Koja).
Hadir mendampingi dewan komisaris di antaranya, Plh. Executive Director Regional 2 Pelindo, Budi Prasetio,Executive General Manager PT.Pelabuhan Indonesia(Persero) Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra dan
Banu Astrini, General Manager KSO TPK Koja.
Baca Lainnya :
- Pelindo Terapkan Terminal Booking System, Tingkatkan Kelancaran Arus Barang0
- Ketika Menkeu Purbaya Bikin Kaget Sidak ke Pelabuhan Tanjung Priok: Setiap Saat Saya Bisa Datang0
- Kunjungi Pelindo Regional 2, Tim Kemenko Perekonomian Bahas Logistik dan Pelabuhan0
- Pelindo Regional 2 Gelar Drill K3, Semua Elemen Dilatih Siap Hadapi Tanggap Darurat0
- Tangani Krisis Sampah, Pelindo Terminal Petikemas Gandeng Universitas Lambung Mangkurat0
Plh. Executive Director Regional 2 Pelindo, Budi Prasetio mengatakan kunjungan didampingi oleh para pejabat dari NPCT1, JICT dan TPK Koja, "Bertujuan untuk meninjau langsung proses operasional dan alur logistik di lapangan, serta mendengar berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan efisiensi dan pelayanan di terminal petikemas yang dikelola oleh Pelindo Regional 2."
Kunjungan ini menurut Komisaris Pelindo Arief Poyuono, menjadi kesempatan bagi jajaran Dewan Komisaris untuk memahami secara komprehensif dinamika di lapangan, terutama dalam hal kelancaran arus logistik dan pelayanan pelanggan.
"Kami masih ingin banyak belajar oleh karenanya kami ingin mendalami Pelindo. Saya sangat senang jika diceritakan kendala-kendala yang dihadapi oleh teman-teman di lapangan, terutama soal kemacetan dan efisiensi operasional," ujar Arief Poyuono.
Ia menegaskan, seluruh masukan dari kunjungan ini akan menjadi bahan pembahasan strategis dengan Direksi Pelindo agar solusi yang diambil dapat berdampak langsung pada peningkatan layanan.
Selanjutnya menurut Arief, mereka akan membicarakan semua persoalan yang ada di lapangan ke meja Direksi. Terutama untuk pelayanan kepada para pelanggan, karena kita menjual jasa. "Pengalaman saya, yang penting adalah membangun jaringan, memperkuat layanan, dan meningkatkan efisiensi,"tambahnya.
Komisaris Independen Pelindo, Ilhamsyah menyoroti pentingnya perbaikan pada beberapa titik yang menjadi bottle neck dalam operasional terminal peti kemas, terutama saat terjadi lonjakan aktivitas ekspor-impor.
"Ada beberapa lokasi yang menjadi bottle neck di terminal peti kemas yang sudah kita bicarakan. Hal ini bisa berpotensi menjadi penghambat pada saat arus ekspor-impor sedang tinggi," jelasnya.
Selain fokus pada peningkatan efisiensi, Ilhamsyah juga menekankan pentingnya aspek kesejahteraan dan kenyamanan bagi para sopir truk yang beraktivitas di area pelabuhan.
"Kita perlu memfasilitasi tempat istirahat bagi teman-teman sopir yang manusiawi dan terintegrasi. Dengan begitu, kita bisa menciptakan kondisi yang baik dan tertib, di mana semua aktivitas terkonsentrasi di satu titik,"pungkasnya.(Arry/Mar)











