- Lawan Illegal Fishing di Kepri, KKP Bangun 10 Kapal Pengawas Baru dan Dermaga
- Parade Surya Senja 2026 Perpaduan Kegagahan dan Kreativitas Seni, Tradisi Atraksi Taruna AAL
- IPC TPK Wujudkan Green Port, Fasilitasi Uji Emisi Gratis
- Gelar Program Generasi Melek Inklusi dan Literasi Keuangan, KKP Edukasi 30 Pelaku Usaha
- Terancam Punah, 21 Ekor Penyu Hijau Dilepasliarkan KKP ke Habitat Asli
- Pembekalan Capaja AAL, Kasal Tekankan Kuasai Teknologi dan Peperangan Multidomain
- RIMPAC 2026 di Hawaii, Dubes RI Kunjungi Prajurit Marinir TNI AL
- KKP Dukung Pengembangan Sektor Perikanan di Aceh Besar Pasca-Bencana Alam
- HUT ke- 13 IPC TPK Masyarakat Sekitar Pelabuhan Khitanan Massal Gratis
- Satgas ORRUDA 2026 Dilepas ke Rusia, Asah Kemampuan dengan Russian Navy
Dorong Efisiensi dan Kualitas Layanan, Komisaris Pelindo Tinjau Terminal Petikemas

Keterangan Gambar : Dewan Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah terminal peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (21/10). Foto: Humas Pelindo Reg.2
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Dewan Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah terminal peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (21/10). Kunjungan ini meliputi antara lain New Priok Container Terminal 1 (NPCT1), Jakarta International Container Terminal (JICT), dan Terminal Petikemas Koja (TPK Koja).
Hadir mendampingi dewan komisaris di antaranya, Plh. Executive Director Regional 2 Pelindo, Budi Prasetio,Executive General Manager PT.Pelabuhan Indonesia(Persero) Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra dan
Banu Astrini, General Manager KSO TPK Koja.
Baca Lainnya :
- Pelindo Terapkan Terminal Booking System, Tingkatkan Kelancaran Arus Barang0
- Ketika Menkeu Purbaya Bikin Kaget Sidak ke Pelabuhan Tanjung Priok: Setiap Saat Saya Bisa Datang0
- Kunjungi Pelindo Regional 2, Tim Kemenko Perekonomian Bahas Logistik dan Pelabuhan0
- Pelindo Regional 2 Gelar Drill K3, Semua Elemen Dilatih Siap Hadapi Tanggap Darurat0
- Tangani Krisis Sampah, Pelindo Terminal Petikemas Gandeng Universitas Lambung Mangkurat0
Plh. Executive Director Regional 2 Pelindo, Budi Prasetio mengatakan kunjungan didampingi oleh para pejabat dari NPCT1, JICT dan TPK Koja, "Bertujuan untuk meninjau langsung proses operasional dan alur logistik di lapangan, serta mendengar berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan efisiensi dan pelayanan di terminal petikemas yang dikelola oleh Pelindo Regional 2."
Kunjungan ini menurut Komisaris Pelindo Arief Poyuono, menjadi kesempatan bagi jajaran Dewan Komisaris untuk memahami secara komprehensif dinamika di lapangan, terutama dalam hal kelancaran arus logistik dan pelayanan pelanggan.
"Kami masih ingin banyak belajar oleh karenanya kami ingin mendalami Pelindo. Saya sangat senang jika diceritakan kendala-kendala yang dihadapi oleh teman-teman di lapangan, terutama soal kemacetan dan efisiensi operasional," ujar Arief Poyuono.
Ia menegaskan, seluruh masukan dari kunjungan ini akan menjadi bahan pembahasan strategis dengan Direksi Pelindo agar solusi yang diambil dapat berdampak langsung pada peningkatan layanan.
Selanjutnya menurut Arief, mereka akan membicarakan semua persoalan yang ada di lapangan ke meja Direksi. Terutama untuk pelayanan kepada para pelanggan, karena kita menjual jasa. "Pengalaman saya, yang penting adalah membangun jaringan, memperkuat layanan, dan meningkatkan efisiensi,"tambahnya.
Komisaris Independen Pelindo, Ilhamsyah menyoroti pentingnya perbaikan pada beberapa titik yang menjadi bottle neck dalam operasional terminal peti kemas, terutama saat terjadi lonjakan aktivitas ekspor-impor.
"Ada beberapa lokasi yang menjadi bottle neck di terminal peti kemas yang sudah kita bicarakan. Hal ini bisa berpotensi menjadi penghambat pada saat arus ekspor-impor sedang tinggi," jelasnya.
Selain fokus pada peningkatan efisiensi, Ilhamsyah juga menekankan pentingnya aspek kesejahteraan dan kenyamanan bagi para sopir truk yang beraktivitas di area pelabuhan.
"Kita perlu memfasilitasi tempat istirahat bagi teman-teman sopir yang manusiawi dan terintegrasi. Dengan begitu, kita bisa menciptakan kondisi yang baik dan tertib, di mana semua aktivitas terkonsentrasi di satu titik,"pungkasnya.(Arry/Mar)











