- Kekuatan Baru Armada TNI AL, KRI Prabu Siliwangi-321 Disambut Panglima TNI dan Kasal
- ASEAN Plus Cadet Sail 2026 Dimulai, 141 Peserta dari 26 Negara Berlayar Bersama
- Seskab Teddy dan Menhub Dudy Cek Arus Balik Lebaran di Terminal Pulo Gebang
- Arus Balik Lebaran 2026 Utamakan Keselamatan: Jangan Cuma Sopir Batangan, Siapkan Cadangan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, One Way Nasional Tol Kalikangkung - Cikampek Resmi Diberlakukan
- Warga Kehabisan Angkutan Lebaran, KRI Marlin-877 Bantu Mudik Gratis, Disambut Meriah Bupati Kepulauan Selayar
- Prajurit KRI Prabu Siliwangi-321 Salat Idulfitri 1447 H di Tengah Deburan Ombak Samudra Hindia
- Jelang Puncak Arus Balik, Menhub: Pengusaha Angkutan Logistik Patuhi Ketentuan Operasional
- Hari H Lebaran 2026 Pemudik Masih Ramai, Penumpang Angkutan Umum Capai 873 Ribu Orang
- Hadapi Arus Balik Lebaran 2026 Sumatera-Jawa, Ini Strategi Menhub
Dongkrak Ekonomi Rakyat, KKP Kembangkan Budidaya Kakap Putih di Pulau-pulau Kecil

Keterangan Gambar : Budidaya ikan kakap putih. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengoptimalkan potensi pengembangan budidaya kakap putih sebagai peluang usaha bagi masyarakat pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
Salah satu daerah yang punya potensi besar untuk pengembangan budidaya kakap putih, adalah Kecamatan Rangsang Barat, di yang Pulau Rangsang termasuk sebagai pulau kecil terluar di Indonesia.
Baca Lainnya :
- Lagi, 5 Kapal Langgar Jalur Penangkapan Ikan Ditindak Tegas KKP0
- Momentum Kemerdekaan, Gernas BBI dan BBWI Sulteng 2023 Genjot UMK0
- Indonesia dan Singapura Bidik Penyelundup Benih Bening Lobster0
- Genjot Produktivitas Budidaya Ikan di Lampung Selatan, KKP dan Komisi IV DPR Lakukan ini0
- Era Maritime Autonomous, Kapal Dikendalikan Remote Bisa Gusur Peluang Kerja ABK0
“Di Kabupaten Kepulauan Meranti mempunyai perairan yang dengan salinitas atau kadar garam yang terlarut dalam air yang cocok untuk habitat kakap putih,” jelas Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu.
Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki wilayah laut yang luas dengan potensi budidaya perikanan sebesar 1.350 hektare. Selain perairan yang baik, pakan yang berasal dari ikan rucah juga mudah dijumpai dengan harga terjangkau.
“Dengan harga jual mencapai Rp60-Rp70 ribu per kilo, saya kira margin yang didapat para pembudidaya sangat besar, dan saya kira ini sangat layak sekali untuk dikembangkan,” tambahnya.
Ketua Koperasi Samudra Jaya Bersama, Muhammad Rauf sudah merasakan besarnya keuntungan mmenjadi pembudidaya kakap putih. Berkat budidaya ikan kakap putih ia mengaku perekonomiannya meningkat signifikan. Bahkan bukan hanya dia, namun juga anggota kelompoknya.
Pengembangan usaha budidaya ikan kakap putih, keuntungannya bisa dipakai menyekolahkan anaknya hingga lulus tingkat perguruan tinggi.
“Selain untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, hasil dari usaha budidaya ikan kakap putih ini juga bisa untuk membangun rumah dan membeli tanah,” ucapnya bangga.
RATUSAN JUTA
Rauf mengungkapkan peluang usaha kakap putih awalnya dia peroleh usai mengikuti Forum Group Discussion (FGD) tentang potensi budidaya kakap putih yang diselenggarakan oleh Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, sebagai perpanjangan tangan DJPB KKP dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.
Dalam perhitungan kotor budidaya kakap putih di Keramba Jaring Apung (KJA) yang dikelola kelompoknya, sekali panen bisa menghasilkan pendapatan sebesar Rp 490 juta. Sementara untuk masa tebar hingga panen membutuhkan waktu 8 bulan.
Sedangkan biaya operasionalnya seperti pakan, listrik, vitamin dan probiotik. Jika ditotal, biaya operasional yang dikeluarkan hanya menghabiskan dana Rp3,8 juta.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan, Indonesia merupakan negara yang kaya dengan komoditas ikannya. Maka dari itu, selain untuk ketahanan pangan, sektor perikanan juga diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui penerimaan devisa negara.
Salah satu komoditasnya adalah ikan kakap putih yang digadang-gadang dapat menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan untuk komoditas budi daya laut. Oleh karena itu, produksinya akan terus digenjot. (Riz/Oryza)











