- Arus Barang Melonjak 8,2% Tembus 2,8 Juta TEUs, IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional
- Pelindo Perkuat Peran Indonesia di Jalur Pelayaran Internasional, Kembali Layani Ship-to-Ship di Nipa
- Wamenaker: Sertifikasi Kompetensi Pekerja BUMN Bukan Sekadar Formalitas
- Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kucurkan Beasiswa untuk 50 Siswa SD hingga SMA
- Presiden Prabowo Lantik Kepala BNPB, Kepala-Wakil Kepala BPGMN dan 4 Wakil Menteri
- Teken MoU, PWI-Lemhannas Komitmen Jaga Ketahanan Nasional
- Tukar Jabatan, Maruli Simanjuntak Jabat Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita Jadi KSAD
- Kemnaker Buka Pendaftaran Seleksi Administratif Calon Hakim Ad Hoc PHI, Catat Tanggal dan Syaratnya
- Aksi Sosial Lintas Benua, Satgas Port Visit 2026 Kerja Bakti Gotong Royong di Republik Fiji
- Satgas Terpadu Port Visit 226 Hadiri Hari Kemerdekaan Fiji
Diterjang Gelombang Besar, Kapal Bawa 60 Ton Kelapa Diselamatkan Kapal Perang TNI AL

Keterangan Gambar : Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),RIAU: Kapal Perang TNI AL KRI Bubara-886 menyelamatkan Kapal Motor (KM) Nuraini Jaya 01 yang diterjang gelombang besar di wilayah barat Pulau Durian Besar, Riau. Kapal itu sempat terombang-ambing sebelum diselamatkan.
Peristiwa terjadi pada Kamis (26/01) lalu. KM. Nuraini Jaya 01 membawa 60 ton Kelapa Jambul, rencananya akan berangkat dari Sungai Guntung menuju Sekupang Batam.
Namun saat berada di perairan sebelah barat Pulau Moro, kapal motor tersebut diterjang gelombang. Akibatnya kapal mengalami kerusakan patah kemudi dan kerusakan radio ssetelah diterjang gelombang yang cukup besar.
Baca Lainnya :
- BPK Awasi Pengelolaan Anggaran Pertahanan TNI AL 0
- Alhamdulillah... TNI AL Salurkan Zakat dan Infak Kepada Mustahik0
- Kapolda Gorontalo Raih Penghagaan Presisi Award dari Lemkapi0
- Wisuda 1.227 Perwira Transportasi Kapal Niaga, Ini Pesan Menhub0
- Tugas KPLP Bagian Upaya Indonesia Wujudkan Poros Maritim Dunia.0
Mengetahui hal tersebut, unsur TNI AL KRI Bubara-886 yang tengah melaksanakan operasi Rakata Jaya 23 BKO Koarmada I, melaksanakan perbantuan.
Kapal motor itu digandeng menuju pelabuhan tradisional di Pulau Moro yang berjarak 5 Nautical Mile, dan akhirnya dapat diselamatkan.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa TNI AL harus memiliki kesiagaan dan kesiapan tinggi dalam merespon segala kedaruratan yang terjadi pada misi perang maupun misi kemanusiaan yang terjadi di masyarakat. “Jika perlu hitungan jam, TNI AL harus hadir saat masyarakat membutuhkan pertolongan,” ungkap Kasal. (Arry/Oryza)











