- IPC TPK Dorong Kampung Kopi Salipayak Jokoh Jadi Destinasi Unggulan Sumatera Selatan
- IPC TPK Peringati Bulan K3 Nasional, Dorong Penerapan Defensive Driving di Lingkungan Pelabuhan
- 9 Kapal Perang RI Manuver Kekuatan di Perairan Rawan Penyelundupan Timah
- Barang Branded dari Malaysia Mau Diselundupkan Digagalkan Aparat TNI AL
- KKP Mulai Bangun Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Nilai Investasi Rp7,2 T
- Tug Boat dan Tongkang Angkut Nikel Diamankan KRI Hampala-880 di Teluk Weda
- Kapal Cepat Rudal KRI Surik-645 Tangkap Tug Boat Bawa Solar Ilegal
- Mudik Gratis 2026 Bersama PELNI Dibuka, Buruan Daftar
- Mudik Lebaran 2026, Diskon Tiket Kapal PELNI Hingga 30% Sudah Dibuka
- Kasal Resmikan SPPG Puspomal, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Cuma 47 Menit, Terminal Teluk Lamong Pecahkan Rekor Ship To Ship Kapal Curah Kering Tercepat

Keterangan Gambar : PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatatkan rekor baru ship to ship kapal curah kering tercepat dengan durasi hanya 47 menit. Foto: Humas TTL
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatatkan rekor baru ship to ship kapal curah kering tercepat dengan durasi hanya 47 menit. Rekor ini tercatat dari jarak waktu antara Lastline MV Nikolas D hingga Firstline MV Darya Ruchi yang sebelumnya memegang rekor tercepat di TTL, yaitu 1 jam 6 menit pada Agustus 2024.
Proses ship to ship ini melibatkan kapal MV Nikolas D yang membongkar komoditi soybean meal sebanyak 54.980 MT di TTL. Kemudian dilanjutkan dengan penyandaran kapal MV Darya Ruchi yang memuat komoditi soybean meal sebanyak 43.998 MT. Operasi ini berjalan lancar meskipun menghadapi tantangan cuaca yang kurang bersahabat akibat musim penghujan dan angin barat.
Baca Lainnya :
- IPC TPK Catat Pertumbuhan Arus Barang Dipenghujung Tahun 20240
- Pengemudi Truk Disertifikasi Lewat Program CSR, Uji Kompetensi Sekaligus Kesadaran K30
- Tongkang Batu Bara Kembali Tumpah, Ini Saran PRAMARIN Banten ke PLTU Labuan0
- RSO Pertamina Trans Kontinental Gandeng Peteka Shorebase Tanjung Batu Gelar Exercise ISPS Code0
- Program Blue Economy, Ini Sederet Kegiatan Pertamina Trans Kontinental0
Keberhasilan ini tak lepas dari koordinasi solid antara tim operasi PT Terminal Teluk Lamong, tim pelayanan kapal (pandu dan tunda) PT Pelindo Regional 3 dan PT Pelindo Marine Service, serta shipping agent dari kedua kapal.
Selain itu peran para kapten pandu yang berani dan kompeten menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran dan keamanan proses ship to ship meskipun daam kondisi cuaca yang menantang.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menyampaikan bahwa koordinasi lebih awal menjadi kunci utama pencapaian ini. "Sebelum kegiatan kapal yang akan berlayar selesai, tim langsung berkoordinasi untuk kapal yang akan sandar. Dengan demikian tim pelayanan kapal bisa lebih awal mempersiapkan kapal yang akan masuk, meskipun cuaca kurang mendukung" ujar David dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (21/12/2024).
Optimalisasi proses ship to ship ini sudah menjadi fokus utma sejak awal tahun 2024. Upaya ini juga sesuai dengan arahan Direktur Utama PT Pelindo, Arif Suhartono dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pelindo 2024 yang menekankan pentingnya percepatan ship to ship untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing pelabuhan.
TTL secara konsisten menjalankan evaluasi bertahap, dengan target awal 2 jam yang berhasil dipangkas menjadi 1 jam hingga akhirnya mencapai durasi dibawah 1 jam.
"Ship to ship yang lebih cepat ini dapat mengurangi waktu tunggu sandar, meningkatkan utilisasi tambatan, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kinerja TTL ke depannya" tambah David.
Guna menjaga konsistensi, TTL bersama pihak-pihak terkait telah menyusun Standard Operating Procedure (SOP) koordinasi persiapan ship to ship sebagai panduan dalam pelaksanaan kegiatan ini dimasa mendatang.
"Pencapaian ini juga menjadi kado istimewa pada ulang tahun ke-11 TTL, sejalan dengan tema unstoppable innovation and growth yang terus kami jadikan panduan untuk berkembang" tandas David (Arry/Oryza).











