- TNI AL dan Bank Indonesia Peduli Warga Terdampak Gempa, Salurkan Bantuan ke Waiwerang NTT
- BUMN Kolaborasi Genjot Swasembada Garam Nasional 2027
- Pemanfaatan Air Laut, KKP Terbitkan Izin untuk 16 Pembangkit PLN NP
- Pelindo TPK Bagendang Salurkan 70 Tangki Air Bersih dan Masker ke Warga Kotawaringin Timur
- Ada Demo 27 Agustus, Jalan Gatot Subroto Ditutup, Ini Rute Pengalihan Transjakarta
- Rapim Pembinaan Saka Bahari Nasional 2026, Wujudkan Pertahanan Negara di Laut
- Presiden Prabowo Datang, Tenda Pengungsian di Nagekeo NTT Riuh
- Terima Kunjungan Bappenas RI, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time
- Tanggap Darurat Karhutla di Jambi, Prajurit TNI AL dan Tim Gabungan Gotong Royong Padamkan Api
- PTP Nonpetikemas Tingkatkan Kompetensi TKBM melalui Pelatihan dan Sertifikasi BNSP di Pelabuhan Panjang
BUMN Kolaborasi Genjot Swasembada Garam Nasional 2027

Keterangan Gambar : Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Garam (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) dalam mengelola industri garam nasional. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung kolaborasi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Garam (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) mengelola industri garam.
Kolaborasi kedua BUMN tersebut dinilai mampu mempercepat swasembada garam nasional yang ditargetkan terjadi pada 2027 mendatang.
Kolaborasi kedua BUMN itu diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Garam (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) yang dilakukan pekan lalu. Nota kesepahaman menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan kapasitas pergaraman, teknologi, dan infrastruktur dalam memperkuat industri garam nasional.
Baca Lainnya :
- Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan, Ketum PWI Pusat: Modal Ventura Harus Diperkuat0
- Udang Ekuador Diam-diam Masuk Indonesia, KKP: Prioritaskan Produk Dalam Negeri 0
- Terminal Kijing PTP Nonpetikemas Bukukan Total Throughput 3,27 juta ton, Tumbuh 88,25%0
- ASDP Bakal Buka Rute Batam-Johor, Kembangkan Bisnis Strategis Lintas Batas0
- Wuiih.. Lele Bandung Mendunia, Tembus Pasar Taiwan0
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, mengatakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Garam (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan kapasitas pergaraman, teknologi, dan infrastruktur dalam memperkuat industri garam nasional.
“Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan industri garam secara lebih terintegrasi sekaligus mendukung pencapaian swasembada garam nasional,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Koswara menambahkan, pencapaian swasembada garam tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi di tingkat hulu, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur, teknologi, efisiensi produksi, serta penguatan tata kelola kawasan. Karena itu, kolaborasi antarbadan usaha diperlukan untuk mengoptimalkan kapasitas dan sumber daya masing-masing.
“Kolaborasi ini harus segera diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan. Dengan memadukan kapasitas dan sumber daya masing-masing BUMN, kita dapat mempercepat pengembangan industri garam sekaligus menciptakan manfaat dan nilai tambah yang lebih besar” ujarnya.
Perkuat Kapasitas Operasional
Sementara itu, Direktur Utama PT Garam (Persero), Abraham Mose, mengatakan pihaknya siap memperkuat peran sebagai BUMN pergaraman untuk mendukung agenda swasembada garam nasional. Sinergi dengan PT Nindya Karya (Persero) diharapkan dapat memperkuat kapasitas operasional dan produktivitas melalui dukungan teknologi dan infrastruktur.
“PT Garam berkomitmen meningkatkan kapasitas dan produktivitas sekaligus memperkuat kolaborasi strategis dengan para mitra. Sinergi ini diharapkan dapat mendorong pengelolaan industri garam yang lebih profesional dan berdaya saing serta memenuhi kebutuhan garam nasional,” kata Abraham.
Senada, Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, selaku pelaksana pekerjaan terintegrasi rancang bangun pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) Rote Ndao, mengatakan pembangunan K-SIGN merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung program swasembada nasional melalui pembangunan infrastruktur sektor pangan.
“Pembangunan K-SIGN menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi garam dalam negeri, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kemandirian industri garam Indonesia. Dalam pelaksanaannya, Nindya Karya terus mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ketepatan waktu, serta prinsip pembangunan berkelanjutan,” kata Firmansyah.
Kerja sama tersebut mencakup penjajakan investasi, konstruksi, pengembangan, pendanaan, dan pengelolaan K-SIGN. KKP optimistis sinergi PT Garam dan PT Nindya Karya dapat memperkuat industri garam nasional, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat terwujudnya swasembada garam pada 2027. (Bow/Mar)











