- Rapim Pembinaan Saka Bahari Nasional 2026, Wujudkan Pertahanan Negara di Laut
- Presiden Prabowo Datang, Tenda Pengungsian di Nagekeo NTT Riuh
- Terima Kunjungan Bappenas RI, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time
- Tanggap Darurat Karhutla di Jambi, Prajurit TNI AL dan Tim Gabungan Gotong Royong Padamkan Api
- PTP Nonpetikemas Tingkatkan Kompetensi TKBM melalui Pelatihan dan Sertifikasi BNSP di Pelabuhan Panjang
- Kemnaker Tegaskan Sinergi dengan ILO Hadapi Perubahan Dunia Kerja
- TNI AL dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Reteh
- Update Gempa M 7,7 di NTT: Meninggal Dunia 103 Orang, 1.666 Luka-luka
- Komisi VIII DPR Tinjau KRI dr. Soeharso-990, Lihat Langsung Pengobatan Korban Gempa NTT
- KRI dr. Soeharso-990, Rumah Sakit Darurat Layani Korban Gempa Bumi NTT
Presiden Prabowo Datang, Tenda Pengungsian di Nagekeo NTT Riuh

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto disambut gembira saat meninjau posko pengungsian di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (6/82026). Foto: BPMI Setpres
Indonesiamaritimenews.com (IMN), NAGEKEO: Tenda pengungsian di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026) mendadak riuh. Para pengungsi heboh dan gembira kala Presiden Prabowo datang.
Warga berdesakan mendekat, sebagian mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen, sementara anak-anak menyelinap di antara kerumunan saat Presiden Prabowo masuk dan menyapa mereka satu per satu.
Tak ada jarak yang terasa. Sejumlah warga mendekat, menjabat tangan, bahkan memeluk Presiden. Di tengah kerumunan itu, seorang anak perempuan tampak tersenyum lebar sambil berdiri begitu dekat dengan Presiden. Anak-anak lainnya ikut mengerubungi Kepala Negara dengan wajah penuh rasa ingin tahu.
Baca Lainnya :
- Tanggap Darurat Karhutla di Jambi, Prajurit TNI AL dan Tim Gabungan Gotong Royong Padamkan Api0
- Kemnaker Tegaskan Sinergi dengan ILO Hadapi Perubahan Dunia Kerja0
- TNI AL dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Reteh0
- Update Gempa M 7,7 di NTT: Meninggal Dunia 103 Orang, 1.666 Luka-luka0
- Komisi VIII DPR Tinjau KRI dr. Soeharso-990, Lihat Langsung Pengobatan Korban Gempa NTT0
Hari itu, Presiden Prabowo datang ke Nagekeo untuk melihat langsung kondisi masyarakat setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores NTT pada Sabtu 15 Agustus 2026 silam.
Presiden Prabowo didampingi oleh Mendagri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Seskab Teddy Indra Wijaya.
Saat Presiden memasuki tenda pengungsian, suasana langsung berubah menjadi perjumpaan yang lebih akrab. Presiden berhenti dan berbincang dengan warga, menyapa anak-anak, lalu membagikan mainan kepada mereka. Satu per satu tangan kecil terulur.
Anak-anak yang selama beberapa hari pascagempa dirundung kesedihan, sejenak merasa terhibur dengan kedatangan Presiden. Bagi anak-anak tersebut, kehidupan berubah dalam hitungan detik ketika gempa 7,7 magnitudo mengguncang pada 15 Agustus 2026 lalu. Rumah yang biasa menjadi tempat pulang harus ditinggalkan. Kegiatan belajar dan bermain ikut terganggu. Tenda pengungsian kini menjadi tempat berlindung bagi mereka.
Karena itu, perhatian terhadap anak-anak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Di lokasi pengungsian, berbagai kegiatan disiapkan agar mereka tetap memiliki ruang untuk bermain, menggambar, berinteraksi.
Kedekatan Presiden dengan Rakyat
Di hadapan para pengungsi, Presiden mengatakan pemerintah sudah menyiapkan berbagai perbaikan. “Sudah kita siapkan perbaikan-perbaikan, langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, segera kita jalankan mungkin untuk keamanan, sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu,” ujar Presiden.
Kehadiran Presiden di tengah-tengah korban bencana alam di NTT menjadi pengobat duka lara yang mereka alami, terutama anak-anak. Di antara orang dewasa yang menyampaikan berbagai kebutuhan dan harapan, anak-anak punya caranya sendiri menyambut Kepala Negara: mendekat, tersenyum, meminta mainan, dan menikmati suasana dengan ceria.
“Percayalah, pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kita hadir dan kita akan terus membantu saudara-saudara,” lanjut Presiden.
Sebelum menemui warga, Presiden telah memimpin rapat untuk mendengarkan laporan perkembangan penanganan pascabencana. Kepala Negara menegaskan pentingnya memastikan seluruh proses berjalan cepat, mulai dari penanganan darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Bagi Presiden Prabowo, pemulihan tidak berhenti ketika bantuan telah tiba. Masyarakat harus dapat kembali hidup dengan aman, aktivitas ekonomi kembali berjalan, pelayanan kesehatan tetap tersedia, rumah-rumah dapat dibangun kembali, dan anak-anak pada akhirnya dapat kembali ke sekolah.
Tawa kecil dan senyum anak-anak itu, masih menyimpan duka dan trauma. Namun mereka harus bisa bangkit, merajut asa dan menata kembali kehidupan yang lebih baik. Jangan biarkan anak-anak itu dan warga lainnya bangkit berjalan sendiri. Mereka masih membutuhkan uluran tangan. (Mar)











