- Komisi VIII DPR Tinjau KRI dr. Soeharso-990, Lihat Langsung Pengobatan Korban Gempa NTT
- KRI dr. Soeharso-990, Rumah Sakit Darurat Layani Korban Gempa Bumi NTT
- Sidak Malam, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Bio Solar dan Pertalite Lancar
- Kapal Perang KRI Teluk Parigi-539 Angkut Genset, Beras hingga Rendang, Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- Relawan Bakti BUMN Batch IX, Pelindo Semai Harapan di Langowan
- Forum ASEAN di Bangkok, Menaker Bawa Agenda Penguatan Keterampilan dan Perlindungan Pekerja
- KKP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Gempa Bumi di NTT
- Pelindo Regional 2 dan BNN Jakut Edukasi Bahaya Narkoba di SMAN 13 Jakarta
- Cegah Karhutla, Presiden Prabowo Tekankan Tindakan Dini, Edukasi, dan Penegakan Hukum
- Presiden Prabowo Cek Langsung Karhutla di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Optimal
Komisi VIII DPR Tinjau KRI dr. Soeharso-990, Lihat Langsung Pengobatan Korban Gempa NTT

Keterangan Gambar : Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang meninjau KRI dr. Soeharso-990, Selasa (25/8/2026). Ia melihat langsung pelayanan kesehatan bagi korban gempa bumi NTT. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MANGGARAI: Komisi VIII DPR RI mengunjungi kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso-990 yang sandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, pada Senin (24/8/2026). Kapal perang ini tengah melayani perawatan warga korban gempa bumi.
Kunjungan ini sebagai upaya memastikan penanganan pascagempa berjalan efektif dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang didampingi oleh Danguskamla Koarmada II Laksma TNI Edy Setyawan.
Baca Lainnya :
- KRI dr. Soeharso-990, Rumah Sakit Darurat Layani Korban Gempa Bumi NTT0
- Kapal Perang KRI Teluk Parigi-539 Angkut Genset, Beras hingga Rendang, Bantuan untuk Korban Gempa NTT0
- KKP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Gempa Bumi di NTT0
- Patah Tulang Dioperasi di KRI dr. Soeharso, Petani Korban Gempa NTT Kini Punya Secercah Harapan0
- Update Data Gempa Bumi di NTT: 87 Meninggal Dunia, 150.576 Jiwa Mengungsi0
Saat berada di KRI SHS-990, Ketua Komisi VIII DPR RI dan rombongan meninjau secara langsung pelayanan kesehatan yang diberikan tim tenaga kesehatan kepada masyarakat yang mengalami luka dan patah tulang akibat tertimpa bangunan saat gempa.
Rombongan juga melihat kondisi warga yang tengah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Pelayanan kesehatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran TNI AL dalam membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan di tengah situasi pascabencana.
Sebelum meninjau KRI SHS-990, rombongan Komisi VIII DPR RI mengunjungi Posko Golo Conggo yang menjadi pusat pelayanan dan bantuan bagi masyarakat terdampak. Di posko tersebut tersedia pelayanan kesehatan, dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan makanan, serta area pengungsian. Tidak hanya itu, di posko tersebut juga menyiapkan sekolah darurat sebagai upaya menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana.
Sebagai kapal bantu rumah sakit, KRI dr. Soeharso selain didukung dengan dokter dan tim medis profesional, juga memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap. Di dalamnya terdapat ruang Instalasi Gawat Darurat, ruang Intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium, serta ruang perawatan.
Kapal yang berfungsi sebagai rumah sakit apung ini bisa menampung 75 pasien. Kapal sepanjang 122 meter ini juga dilengkapi geladak untuk pendaratan helikopter, sehingga mendukung proses evakuasi medis dari daerah terpencil.
Kehadiran Komisi VIII DPR RI di tengah upaya penanggulangan bencana bersama TNI AL menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat terdampak. Di atas KRI dr. Soeharso-990 prajurit TNI AL terus hadir memberikan pelayanan kesehatan, serta mendukung pemulihan masyarakat dengan mengedepankan semangat pengabdian dan kemanusiaan.
Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan M7,0 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/2026) subuh. BMKG kemudian memutakhirkan data gempa menjadi M7,7 berpusat di timur laut Nagekeo pukul 04.58.23 WIB dengan kedalaman 15 Km. (Arry/Mar)











