- 9 Kapal Perang RI Manuver Kekuatan di Perairan Rawan Penyelundupan Timah
- Barang Branded dari Malaysia Mau Diselundupkan Digagalkan Aparat TNI AL
- KKP Mulai Bangun Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Nilai Investasi Rp7,2 T
- Tug Boat dan Tongkang Angkut Nikel Diamankan KRI Hampala-880 di Teluk Weda
- Kapal Cepat Rudal KRI Surik-645 Tangkap Tug Boat Bawa Solar Ilegal
- Mudik Gratis 2026 Bersama PELNI Dibuka, Buruan Daftar
- Mudik Lebaran 2026, Diskon Tiket Kapal PELNI Hingga 30% Sudah Dibuka
- Kasal Resmikan SPPG Puspomal, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
- Kepulauan Tersembunyi di Beranda Nusantara, Rumah Nyaman Biota Laut yang Harus Dijaga
- Revitalisasi Pasar Baru Harus Padukan Nilai Kesejarahan, Keberagaman, dan Kekinian
9 Kapal Perang RI Manuver Kekuatan di Perairan Rawan Penyelundupan Timah

Keterangan Gambar : Sembilan kapal perang RI diturunkan dalam Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi di Bangka Belitung yang disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali didampingi Gubernur Prov Kepulauan Bangka Belitung Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E, Minggu (15/2/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANGKA BELITUNG: TNI Angkatan Laut mengerahkan kekuatan 9 kapal perang di perairan Bangka Belitung, salah wilayah yang dikenal rawan penyelundupan timah.
Sembilan kapal perang tersebut diturunkan dalam Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi yang disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali didampingi Gubernur Prov Kepulauan Bangka Belitung Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan latihan ini melibatkan unsur-unsur kapal oerang di antaranya: KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594 dan KRI Pulau Fani-731.
Selain itu, TNI AL juga mengerahkan Satgas Udara berupa Pesawat Patroli Maritim CN-235 MPA, Pesud Cassa untuk penerjunan tempur, dua Helikopter Panther, Camcopter Puspenerbal, Drone Kamikaze, Pasukan Pendarat dan Roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir, serta satuan pendukung lainnya yang terintegrasi dalam skenario operasi.
Diwarnai dengan penembakan Meriam 76 MM KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan Visit Board Search and Seizure (VBSS) oleh prajurit KRI Brawijaya-320. MLRS Korps Marinir juga menembakkan roketnya yang menjadi senjata utama dalam pertahanan pantai serta menembakkan GPMG dan MO-60. Selanjutnya pasukan pendarat Korps Marinir juga diterjunkan untuk melaksanakan pendaratan amfibi.
Usai gelaran latihan, Kasal juga meninjau barang bukti hasil pelaksanaan Operasi Keamanan Laut (Opskamla) TNI AL bersinergi dengan Satlap Tri Cakti. Barang bukti tersebut berupa komoditas timah balok, pasir timah, serta logam tanah jarang (LTJ) antara lain zircon, ilmenite dan monazite yang berhasil diamankan sepanjang Tahun 2025 hingga 2026.
Baca Lainnya :
- Dua Kapal Perang RI Unjuk Kekuatan di Perbatasan Laut Karang Unarang, Ada Apa ?0
- Dua Kapal Perang TNI AL Perkuat Keamanan Laut Timur Indonesia0
- Kecelakaan di Laut Arafuru, KRI Banjarmasin-592 Selamatkan 12 ABK KM Putra Kwantan0
- Timba Ilmu Bahari: Taruna TNI, Akpol dan Mahasiswa Unhan Berlayar Naik KRI Radjiman Wedyodiningrat0
- Hari Dharma Samudera, Tabur Bunga dan Bakti Sosial di Bangka Belitung0
Kasal menjelaskan, latihan tersebut baru pertama kali dilakukan. "Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi ini baru pertama kali dilatihkan. Kita berupaya melibatkan seluruh teknologi yang baru kita terima seperti drone surveilance maupun drone kamikaze, Pusat Kendali Mobil (Mobile Command)," ujar Kasal.
"Selain latihan, untuk pencegahan penyelundupan timah ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI. Babel memiliki sumber daya yang sangat kaya, sayang sekali kalau diselundupkan bahkan menguntungkan negara lain". Ujar Kasal," tandas Kasal. (Arry/Mar)











