- Dua Kapal Perang TNI AL Perkuat Keamanan Laut Timur Indonesia
- Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang, KKP Siap Fasilitasi Unit Pengolah Ikan, Ini Tata Caranya
- Tugboat Equator 10 Bocor di Laut Jawa, KM Kelimutu Bantu Evakuasi 8 Awak Kapal
- Kecelakaan di Laut Arafuru, KRI Banjarmasin-592 Selamatkan 12 ABK KM Putra Kwantan
- Timba Ilmu Bahari: Taruna TNI, Akpol dan Mahasiswa Unhan Berlayar Naik KRI Radjiman Wedyodiningrat
- Hari Dharma Samudera, Tabur Bunga dan Bakti Sosial di Bangka Belitung
- Presiden Prabowo Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris
- IPC TPK Mantapkan Arah Strategis 2026, Ini Strateginya
- TPK Bagendang Catatkan Kinerja Solid, Arus Peti Kemas Tumbuh Positif
- Mursyid Thariqah an-Naqsyabandiyyah K.H. Muhammad Rohmat Noor Telah Pergi
Kecelakaan di Laut Arafuru, KRI Banjarmasin-592 Selamatkan 12 ABK KM Putra Kwantan

Keterangan Gambar : Kapal ikan KM Putra Kwantan terbalik dihantam ombak besar di Perairan Laut Arafuru, Senin malam (19/1/2026). Kapal TNI AL yaitu KRI Banjarmasin-592 berhasil menyelamatkan 12 ABK, seorang lainnya hilang. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), PAPUA: Kapal ikan KM Putra Kwantan terbalik dihantam ombak besar di Perairan Laut Arafuru, Senin malam (19/1/2026). Kapal TNI AL yaitu KRI Banjarmasin-592 berhasil menyelamatkan 12 ABK, seorang lainnya hilang.
TNI AL melaksanakan operasi Search and Rescue (SAR) terhadap kapal ikan KM Putra Kwantan yang mengalami kecelakaan laut di Perairan Laut Arafuru, Samudera Pasifik yang berbatasan dengan Australia.
Kejadian bermula saat KRI BJM-592 menerima informasi melalui radio dari KM Jaya Sejahtera 66 terkait adanya insiden kecelakaan laut. Informasi yang diterima, kapal ikan KM Putra Kwantan yang terbalik di Perairan Laut Arafuru.
Baca Lainnya :
- Timba Ilmu Bahari: Taruna TNI, Akpol dan Mahasiswa Unhan Berlayar Naik KRI Radjiman Wedyodiningrat0
- Hari Dharma Samudera, Tabur Bunga dan Bakti Sosial di Bangka Belitung0
- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran0
- Tongkat Komando Komandan KRI Teluk Calang-524 Diserahterimakan0
- 155 Prajurit Naik Pangkat Luar Biasa, Menhan: Bukti Negara Hargai Pengorbanan Prajurit di Papua0
Menindaklanjuti laporan tersebut, Komandan KRI BJM-592 segera memerintahkan kapal untuk bergerak menuju lokasi kejadian, serta melaksanakan koordinasi dengan Port Control Freeport dan Lanal Timika.
Setibanya di lokasi, KRI BJM-592 mendapatkan kontak visual KM Putra Kwantan yang telah terbalik, dengan 12 orang Anak Buah Kapal (ABK) yang bertahan di atas badan kapal dalam kondisi cuaca buruk, gelombang tinggi, serta angin kencang. Sebagian besar ABK bahkan tidak menggunakan alat keselamatan diri.
Upaya evakuasi sempat mengalami kendala akibat kondisi laut yang tidak bersahabat, termasuk percobaan penurunan RHIB yang harus dibatalkan demi keselamatan personel. Dengan pertimbangan situasi darurat dan kondisi bangkai kapal yang semakin tenggelam, Komandan KRI BJM-592 mengambil keputusan taktis dengan menempelkan lambung kanan kapal perang ke bangkai kapal untuk melaksanakan evakuasi secara langsung.
Melalui pintu pandu dan Tangga Yakob lambung kanan KRI BJM-592, seluruh 12 ABK KM Putra Kwantan berhasil dievakuasi dengan selamat. Para korban selanjutnya mendapatkan perawatan medis, pemeriksaan kesehatan, serta penanganan pasca trauma oleh Tim Medis KRI BJM-592.
Usai proses evakuasi, KRI BJM-592 melanjutkan pencarian terhadap 1 ABK yang masih dinyatakan hilang berdasarkan keterangan nahkoda kapal. Namun upaya pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, sehingga kapal melaksanakan peran jangkar.
Keberhasilan gerak cepat SAR yang dilakukan merupakan wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam melaksanakan tugas kemanusiaan, sekaligus implementasi peran TNI AL dalam menjaga keselamatan pelayaran dan memberikan pertolongan cepat kepada masyarakat maritim di wilayah perairan Indonesia.
Hal ini sesuai dengan penekanan dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. TNI AL akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna mendukung proses evakuasi lanjutan serta penanganan medis terhadap para korban selamat. (Arry/Mar)











