- Budi Daya Lobster di Lombok Timur, KKP Dorong Kemajuan Ekosistem
- Presiden Prabowo Dorong Konektivitas Langsung Indonesia-Rusia, dari Kapal Laut hingga Pesawat
- 4 Kapal Perang TNI AL dan US Navy Dikerahkan di Perairan Jawa, Ada Apa ?
- KKP - ISI Yogyakarta Kembangkan Harta Karun BMKT untuk Ilmu Pengetahuan dan Seni
- Navy Brotherhood, Kapal Perang TNI AL dan Tentera Malaysia Jaga Selat Malaka
- Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Pontianak Perkuat Sinergi Pengguna Jasa
- Podcast PWI CHANNEL Resmi Diluncurkan, Wamen Komdigi Angga Raka Tampil Perdana
- Pos Binpotmar Pegatan-Tim Gabungan Selamatkan Kapten dan ABK TB Armada Jaya 11
- Direksi PELNI Rayakan Harpelnas bersama Penumpang KM Tidar di Pelayaran Baubau ke Maumere
- Kapal TB Armada Jaya 11 Bawa 7 ABK Tenggelam di Perairan Katingan Kalteng
Tug Boat dan Tongkang Angkut Nikel Diamankan KRI Hampala-880 di Teluk Weda

Keterangan Gambar : Kapal Patroli TNI AL, KRI Hampala-880 mengamankan rangkaian kapal Tug Boat (TB) Entebe Star 29 dan Tongkang (TK) Finacia 61 yang muatan nikel dalam jumlah besar di perairan Teluk Weda, Maluku Utara. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MALUKU UTARA: Kapal Patroli TNI AL, KRI Hampala-880, mengamankan rangkaian kapal Tug Boat (TB) Entebe Star 29 dan Tongkang (TK) Finacia 61 yang mengangkut muatan nikel dalam jumlah besar di perairan Teluk Weda, Maluku Utara, Selasa (10/2/2026).
Penangkapan tersebut merupakan komitmen tegas TNI Angkatan Laut dalam mengawal kedaulatan hukum di wilayah perairan yurisdiksi nasional Indonesia.
Tindakan tersebut dilakukan saat KRI Hampala-880 melaksanakan operasi patroli. Kapal berbendera Indonesia tersebut diketahui sedang dalam perjalanan menuju Weda dengan mengangkut Nickel Ore sebanyak 11.007,50 WMT.
Baca Lainnya :
- Kapal Cepat Rudal KRI Surik-645 Tangkap Tug Boat Bawa Solar Ilegal0
- KKP Gandeng Kejagung dan BPKP Perkuat Pengawasan Internal0
- Baharkam Polri dan Prancis Jajaki Kerja Sama Teknologi Alutsista Modern0
- Tim Gabungan TNI AL Amankan Terduga Penjual Senjata Api Ilegal0
- Upaya Penyelundupan Rokok Ilegal Digagalkan Satgaspam TNI AL di Bandara Juanda0
Dalam resmi TNI AL Kamis (12/2/2026) dijelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh prajurit TNI AL, kapal yang dinakhodai oleh 'S' yang membawa 10 orang ABK tersebut, ditemukan serangkaian pelanggaran administratif pelayaran serta dugaan tindak pidana pertambangan.
Dugaan pelanggaran administrasi pelayaran meliputi ketidaksesuaian Surat Izin Trayek dan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), di mana dermaga muat (jetty) tidak terdaftar dalam Rencana Pola Trayek (RPT).
Selain itu, ditemukan pula adanya ketidaksinkronan data awak kapal dengan daftar Crew List serta Sijil. Lebih lanjut, lima orang perwira di kapal tersebut kedapatan menjabat tanpa sertifikat ahli yang sesuai dengan Dokumen Keselamatan Pengawak Minimum.
Temuan lainnya, peralatan radio kapal tidak sesuai dengan sertifikat stasiun radio yang dimiliki, serta buku publikasi navigasi yang tidak diperbarui dimana masih menggunakan edisi tahun 2024.
Selain pelanggaran di bidang pelayaran, berdasarkan laporan intelijen TNI AL di lokasi tambang, muatan nikel tersebut patut diduga melanggar izin pertambangan. Dugaan pelanggaran ini yaitu jumlahnya melebihi kuota yang diizinkan sebesar 25% dari Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.
Guna kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, KRI Hampala-880 melakukan prosedur Ad Hoc dengan mengawal TB. Entebe Star 29 dan TK. Finacia 61 menuju Posal Weda yang berjarak sekitar 60 Nautical Miles dari lokasi penangkapan.
Langkah ini merupakan bagian dari instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap komoditas strategis nasional serta memastikan seluruh aktivitas di laut mematuhi regulasi yang berlaku demi mencegah kerugian negara. (Bow/Mar)











