- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
Barang Branded dari Malaysia Mau Diselundupkan Digagalkan Aparat TNI AL

Keterangan Gambar : Tim gabungan TNI AL terdiri dari Quick Response Lanal Nunukan dan Bea Cukai Nunukan menggagalkan upaya penyelundupan tas, sepatu, dan berbagai barang branded asal Tawau, Malaysia. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), NUNUKAN: TNI AL melalui tim gabungan yang terdiri dari Quick Response Lanal Nunukan dan Bea Cukai Nunukan menggagalkan upaya penyelundupan tas, sepatu, dan berbagai barang branded asal Tawau, Malaysia.
Barang ilegal tersebut masuk ke wilayah Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (14/2/2026). Terungkapnya kasus ini berawal dari informasi terkait adanya pengiriman barang branded dari Tawau, Malaysia menuju Nunukan. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan koordinasi intensif antara unsur TNI AL dan Bea Cukai Nunukan.
Baca Lainnya :
- Tug Boat dan Tongkang Angkut Nikel Diamankan KRI Hampala-880 di Teluk Weda0
- Kapal Cepat Rudal KRI Surik-645 Tangkap Tug Boat Bawa Solar Ilegal0
- KKP Gandeng Kejagung dan BPKP Perkuat Pengawasan Internal0
- Baharkam Polri dan Prancis Jajaki Kerja Sama Teknologi Alutsista Modern0
- Tim Gabungan TNI AL Amankan Terduga Penjual Senjata Api Ilegal0
Penindakan dilakukan terhadap KM Cahaya Jamaker (GT 28) di Pangkalan Tradisional Jamaker, Nunukan. Hasil pemeriksaan ditemukan 4 kardus dan 2 koper disembunyikan di palka bagian buritan kapal. Kardus dan koper tersebut berisi aneka barang terdiri dari berbagai tas, sepatu, pakaian, serta barang bermerek lainnya yang tidak dilengkapi dokumen kepabeanan yang sah.
Berdasarkan hasil penghitungan sementara dari Bea Cukai Nunukan, total nilai barang mencapai Rp88.230.903 dengan potensi kerugian negara dari bea masuk, PPN, dan PPh sebesar Rp41.509.779. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan Undang-Undang Kepabeanan.
Komandan Lanal Nunukan Kolonel Laut (P) Primayantha Maulana Malik, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud sinergi TNI AL bersama instansi terkait dalam menjaga wilayah perbatasan dari praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat sinergitas, serta menegakkan hukum secara profesional guna menjaga kedaulatan dan melindungi kepentingan nasional. (Bow/Mar)











