- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
6 Wisatawan Tenggelam, 3 Tewas, Prajurit TNI AL Dihantam Ombak Saat Menolong Korban

Keterangan Gambar : Prajurit TNI AL menghadapi kendala cuaca dan ombak tinggi saat akan membantu 6 wisatawan tenggelam di Pantai Ammani, Kab. Pinrang, Sulawesi Selatan. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Sekeluarga terdiri dari 6 orang sedang berwisata terseret ombak dan tenggelam di Pantai Ammani, Kecamatan Mattiro Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Prajurit TNI AL yang menolong mengevakuasi korban sempat menghadapi cuaca buruk dan dihantam ombak 3 meter.
Aksi cepat Prajurit TNI AL yang bertugas di Pos TNI AL Pinrang ketika mereka dalam perjalanan lewat laut hendak menolong korban tenggelam yang terjadi di Pantai Ammani, Sabtu sore (5/4/2025).
Baca Lainnya :
- Komisi III DPR: Lebaran 2025 Mudik Paling Lancar Sejak Tahun 20000
- Drajat Sulistyo, Minta Dermaga 2 Ciwandan Dibuka Untuk Kapal Ro-Ro Lancarkan Mudik 20250
- Pakaian Bekas Rp 515 Juta Dibawa 3 Truk Gagal masuk Malang Keburu Diciduk TNI AL0
- Sungai Meluap Deras & Gelap,Prajurit Marinir Sigap Selamatkan Warga Kebanjiran di Manado0
- Hujan Badai di Laut Seram KMP Teratai Prima Mati Mesin dan Hanyut Dievakuasi TNI0
Peristiwa berawal ketika ada laporan kejadian korban tenggelam di Pantai Ammani. Para Prajurit TNI AL segera melaksanakan persiapan personel dan material lalu melakukan perjalanan menuju tempat kejadian lewat jalur laut menggunakan perahu karet.
Komandan Pos TNI AL (Danposal) Pinrang Letda Marinir Ruslan menjelaskan, para personel Posal Pinrang yang berangkat dengan menggunakan perahu karet mengalami cuaca buruk dan terhadang oleh ombak kurang lebih setinggi 3 meter di laut lepas dekat Desa Tasiwalie, Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang.
"Ombak setinggi 3 meter membuat terombang ambing sehingga memutuskan untuk ubah haluan kembali ke Posal Pinrang demi keselamatan jiwa personel dan material", ujar Letda Marinir Ruslan.
Setelah berjuang untuk kembali, sesampainya di Posal Pinrang para Prajurit TNI AL segera melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menggunakan sepeda motor untuk bergabung bersama Tim SAR yang sudah berada di tempat kejadian tersebut.
"Ketika sampai di Pantai Ammani, para Prajurit TNI AL segera bergabung dengan tim SAR dan masyarakat untuk melaksanakan evakuasi para korban dengan menggunakan perahu karet dari Basarnas setempat", kata Letda Ruslan.
Sekitar pukul 17.00 WITA, satu persatu wisatawan yang tenggelam ditemukan. Namun naasnya, tiga orang di antaranya ditemukan sudah tak bernyawa, sedangkan tiga orang lainnya kritis.
Tiga orang yang meninggal dunia yaitu: Ansar (25), Ari (19), Andi Rahmat (16). Sedangkan 3 korban lainnya yang kritis atas nama Muh. Agus Triadi (19 ), Muh. Jufri (22), dan Nurlina (25) dirawat di Puskesmas Tadang Palie Pinrang dan semuanya berasal dari Kabupaten Wajo-Sulsel.
Letda Marinir Ruslan mengimbau agar masyarakat yang berwisata, khususnya beraktivitas di wisata pantai atau air, untuk tetap waspada dan berhati-hati karena saat ini cuaca yang tidak menentu.
Informasi yang dikumpulkan indonesiamaritimenews.com insiden terjadi saat 6 orang sekeluarga dari Kabupaten Wajo berwisata di Pantai Ammani, Desa Mattiro Tasi, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang sekitar pukul 16.30 WITA.
Mereka mengisi waktu dengan bermain voli di tepi pantai. Tiba-tiba bola voli jatuh ke laut dan diambil oleh salah satu dari mereka, namun ia terseret ombak. Melihat hal tersebut yang lain datang menolong, tapi ikut terseret ombak dan tenggelam. (Arry/Oryza)











