- Lebaran 2026, IPC TPK Berangkatkan 500 Pemudik Tujuan Semarang
- Dorong Pertumbuhan Industri, Pelindo Tambah 4 Quay Container Crane di Terminal Peti Kemas Semarang
- Pelindo Group Berangkatkan 7.570 Peserta Mudik Gratis 2026, Dirut: Tradisi Satukan Bangsa
- Penyesuaian Sistem Gate Pass Pelayanan Terminal Peti Kemas Tanjung Priok Berjalan Normal
- Edan! H-7 Lebaran Merak-Bakauheni Ditempuh 5 Jam, Buka Puasa Cuma Minum Air
- Ini Langkah Pelindo Multi Terminal Perkuat Implementasi Safety Culture di Seluruh Terminal Nonpetikemas
- Pesantren Kilat di Kapal Perang TNI AL Selesai, Ratusan Pelajar Peroleh Ilmu Agama dan Perkuat Karakter
- Setahun Danantara Indonesia, Presiden Prabowo Tekankan Integritas dan Tata Kelola Jangka Panjang
- Mudik Nyaman Bersama PELNI, 1.230 Pemudik Naik Kapal Gratis Balikpapan-Surabaya
- PELNI Ajak Pejabat BP BUMN dan Kemenhub ke Tanjung Priok Pantau Langsung Arus Mudik Lebaran 2026
Sungai Meluap Deras & Gelap,Prajurit Marinir Sigap Selamatkan Warga Kebanjiran di Manado

Keterangan Gambar : Prajurit Petarung Korps Marinir TNI AL dari Yonmarhanlan VIII Bitung kembali menunjukkan dedikasi dan keberanian mereka dalam menjalankan tugas kemanusiaan,membantu warga yang terjebak banjir di Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Kota Manado Foto:Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN),MANADO: Prajurit Petarung Korps Marinir TNI AL dari Yonmarhanlan VIII Bitung kembali menunjukkan dedikasi dan keberanian mereka dalam menjalankan tugas kemanusiaan,membantu warga yang terjebak banjir di Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Kota Manado pada Minggu dini hari (23/03).
Evakuasi ini dilakukan dengan kerja sama yang solid antara Prajurit Marinir dan Prajurit Lantamal VIII Manado, Basarnas, dan instansi terkait serta dukungan dari warga sekitar. Kondisi medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi tim bantuan.
Derasnya arus sungai yang meluap hingga ke lorong-lorong sempit dan minimnya penerangan di kawasan terdampak membuat proses evakuasi menjadi lebih kompleks. Namun dengan ketepatan perencanaan dan koordinasi yang baik, proses evakuasi warga dapat terselesaikan dalam waktu sekitar 5 jam.
Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, SE, MM, M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan prajurit dalam operasi ini. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa setiap prajurit Korps Marinir, di mana pun mereka bertugas, harus selalu menjadi solusi bagi rakyat yang membutuhkan pertolongan dan bantuan.
"Prajurit Korps Marinir adalah benteng terakhir bagi rakyat. Di saat rakyat dalam kesulitan, di situlah prajurit Marinir harus hadir. Tidak ada alasan untuk mundur ketika rakyat membutuhkan. Itulah makna pengabdian sejati seorang Prajurit Petarung Korps Marinir," tegas Dankormar.
Aksi cepat dan terukur dari prajurit Yonmarhanlan VIII Bitung tidak hanya menyelamatkan nyawa warga, tetapi juga menciptakan rasa aman dan kepercayaan di tengah masyarakat, serta merupakan wujud nyata pengabdian Korps Marinir dalam melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanggulangan bencana alam selaras dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Dengan semangat “Jalesveva Jayamahe” yang berarti “Di Laut Kita Jaya,” prajurit Korps Marinir Yonmarhanlan VIII Bitung terus menjadi simbol kekuatan dan perlindungan bagi rakyat. Kesiapan dan profesionalisme dalam menghadapi situasi darurat menjadi bukti bahwa Korps Marinir tidak hanya tangguh di medan perang, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi bencana.(Bow/Oryza)











