- Peduli Lingkungan Laut, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar
- Kapal KM Nurul Salsa Angkut 70 Penumpang Tenggelam, 46 Selamat, 1 Tewas, Puluhan Hilang
- POR Angkatan Laut 2026 Ditutup, Ini Juaranya Masing-masing Cabor
- 3 Hari Berturut-turut TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Obat Terlarang di Bandara Juanda
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon
- Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika
- Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT per Liter Rp15.000, KKP: Jaga Stabilitas Produksi dan Daya Saing
- Menuju 5 Abad Jakarta, Wagub Rano Karno Ajak Insan Pers Sukseskan Anugerah Jurnalistik MHT 2026
- Tok! Harga BBM Solar Kapal Nelayan 30 GT per Liter Rp15.000, Perintah Presiden Prabowo
- Pelindo Terminal Petikemas Gondol 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026
31.255 Benih Lobster Mau Diselundupkan dari Lampung ke Vietnam, Digagalkan KKP

Keterangan Gambar : Benih bening lobster (BBL). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), LAMPUNG: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggagalkan upaya penyelundupan 31.255 ekor benih bening lobster (BBL) di Lampung yang diduga akan dibawa ke Vietnam.
Puluhan ribu benih lobster itu akan dikirim ke luar negeri melalui jalur darat. BBL itu diperkirakan bernilai lebih dari Rp4 miliar.
Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan KKP, Ardiansyah, mengatakan pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Sabtu (23/5/2026) dalam operasi yang digelar di jalur lintas barat menuju Bandar Lampung. Terduga pelaku beserta barang bukti dibawa ke kantor Satwas SDKP Pesawaran pada Minggu (24/5) dini hari untuk diproses lebih lanjut.
Baca Lainnya :
- Tanduk Rusa, Senapan Angin dan Aneka Sajam Diselundupkan Penumpang Kapal, Disita Prajurit TNI AL di Pelabuhan Ambon0
- Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Sesuai Best Practice dan Berkualitas Ekspor0
- KKP Jembatani Hasil Produk KNMP dan Budidaya Tematik Bantul, Masuk ke SPPG hingga Ritel Modern0
- Pakaian Bekas Rp 2,8 M Gagal Diselundupkan, Keburu Diciduk TNI AL , Kapal dan Muatan Disita0
- Penyelundupan 110 Koli Ballpress di Sumatera Utara Digulung Kodaeral I dan Aparat Gabungan0
"Dalam kegiatan tersebut berhasil diamankan sebanyak 31.255 ekor BBL yang dikemas dalam enam boks styrofoam, satu unit mobil Mitsubishi Xpander, serta seorang terduga pelaku berinisial A," jelas Ardiansyah di Pesawaran, Lampung, Senin (25/5/2026).
BBL hasil sitaan langsung dilakukan reoksigenasi agar tetap hidup, karena benih lobster hanya mampu bertahan sekitar 18 jam setelah proses tersebut dilakukan. "Karena itu segera dilakukan pelepasliaran pada Senin pagi sekitar pukul 06.30 WIB di perairan Kelapa Kenjir, Kabupaten Pesawaran," jelas Ardiansyah.
KKP memperkirakan nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari penggagalan penyelundupan tersebut mencapai Rp 4,68 miliar. Perhitungan itu menggunakan asumsi harga benih lobster pasir sebesar Rp 150 ribu per ekor.
"Nilai valuasi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dalam penggagalan upaya penyelundupan BBL ini mencapai Rp4.688.250.000. Itu dengan asumsi perhitungan valuasi per ekor untuk jenis lobster pasir Rp150.000 per ekor,” sambung Ardiansyah.
Ia mengungkapkan, kasus ini merupakan bagian dari pengembangan penyelidikan yang telah dilakukan sebelumnya serta informasi masyarakat soal aktivitas pengiriman benih lobster secara ilegal melalui jalur darat menuju luar daerah.
Operasi digelar pada Sabtu (23/5/2026) di sekitar jalan lintas wilayah Tenumbang, Kabupaten Pesisir Barat menuju Kota Bandar Lampung. Petugas mengamankan BBL berjumlah 31.255 ekor dalam enam boks styrofoam, dan
mobil Mitsubishi Xpander.
Adapun modus yang dilakukan terduga pelaku yakni melalui kota transit di daerah lain, kemudian dikirim ke wilayah perbatasan seperti Jambi dan Batam. "Dari sana menyeberang ke Singapura lalu dilanjutkan ke Vietnam," jelas Ardiansyah.
Aktivitas ilegal tersebut menurut Ardiansyah dapat mengganggu keberlanjutan sumber daya laut nasional, karena benih lobster yang seharusnya dibudidayakan justru dikirim ke luar negeri secara ilegal.
Ia menegaskan penyelundupan BBL merupakan tindak pidana perikanan yang melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Ancaman hukumannya yaitu penjara maksimal delapan tahun dan denda hingga Rp1,5 miliar. (Arry/Mar)











