- Buntut Ucapan Lu Punya Otak Nggak, PWI Seret Hotman Paris ke Jalur Hukum
- Sentil Pernyataan Hotman Paris, PWI Pusat: Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
- Dikejar TNI AL, Mafia Internasional Buang Tas Isi Liqiuid Vape Yakuza ke Laut
- Bangun Budaya Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Bagikan 150 Life Jacket ke Nelayan
- Peduli Lingkungan Laut, Pelindo Regional 2 Banten Gelar Konservasi Terumbu Karang di Pulau Merak Besar
- Kapal KM Nurul Salsa Angkut 70 Penumpang Tenggelam, 46 Selamat, 1 Tewas, Puluhan Hilang
- POR Angkatan Laut 2026 Ditutup, Ini Juaranya Masing-masing Cabor
- 3 Hari Berturut-turut TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Obat Terlarang di Bandara Juanda
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon
- Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika
Tingkatkan Ekspor Emas Hijau Indonesia Bidik Pasar Eropa

Keterangan Gambar : Emas hijau rumput laut. Foto: dok. KKP
Indonesiamaritimenews.com ( IMN)JAKARTA: Indonesia membidik negara-negara eropa sebagai pasar ekspor rumput laut. Melalui pameran Food Ingredients Europe (FIE) 2022 di Paris, Prancis. Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan peningkatan pasar produk olahan 'emas hijau'.
"Secara umum produk olahan yang kami bawa ke sini (Paris) memiliki keunggulan karena dihasilkan dari bahan baku rumput laut dengan kualitas terbaik dari Indonesia," kata Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Ishartini melalui keterangan tertulis, dikutip Minggu (11//12/2022).
Ishartini mengungkapkan KKP melibatkan 7 perusahaan eksportir utama olahan rumput laut seperti karaginan dan agar (hydrocolloid). Ketjuh perusahaan tersebut: PT. Hakiki Donarta, PT. Surya Indoalgas, PT. Amarta Carrageenan Indonesia, PT. Hydrocolloid Indonesia, PT. Rote Karaginan Nusantara dan PT. Agar Swallow.
Baca Lainnya :
- Prosesi kirab dan Resepsi Ngunduh Mantu Kaesang-Erina di Solo, Simak Rangkaian Acaranya0
- TNI AL Bangun 2 Kapal Patroli Cepat Diproduksi di Dalam Negeri0
- Libur Nataru, 62 Kapal Merak-Bakauheni dan 7 Dermaga Sudah Siap 0
- Sah! Nikahi Erina Gudono, Kaesang Lancar Baca Ijab Kabul0
- Libur Nataru Penumpang Kapal Melonjak, ASDP Sediakan Pos Screening0
Saat ini ekspor hydrocolloid Indonesa ke pasar Uni Eropa (UE) masih sangat kecil. Kebutuhan UE sebagian besar dipasok oleh Irlandia, Prancis, dan Jerman.
Mengusung brand "Indonesia Seaweed: Natural binding solutions to the world", KKP ingin menunjukkan bahwa "emas hijau" dari perairan Indonesia tak kalah berkualitas dan bisa menjadi solusi mendukung ketahanan pangan dunia.
“Alhamdulillah selama pameran berlangsung banyak kontak dagang terjadi dan tercatat potensi transaksi hampir menembus USD 10 juta dengan produk yang diminati,” ungkap Ishartini.
Calon buyers yang berminat terhadap produk rumput laut Indonesia berasal dari negara Prancis, Korea Selatan, Ceko, Italia, Belanda, Turki, AS, Iran, Austria, Polandia, Portugal, Hungaria, Israel, Vietnam, Malaysia, Jerman, Malta, Algeria, China, Maroko, Arab Saudi, Thailand, Mesir, Serbia, Panama, Chili, Jepang, India, Spanyol, Filipina, Swedia, Argentina.
Ishartini berharap pameran ini bisa meningkatkan akses dan penetrasi produk hydrocolloid Indonesia tidak hanya di pasar Uni Eropa, namun juga di pasar dunia. (Riz/ Oryza)











