- Tim SFQR Gagalkan Penyelundupan 5.859 Ekor Benih Bening Lobster di Cilacap
- Ekspor Jambi US$152,9 Juta, Dongkrak Pertumbuhan Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5% Maret 2026
- Harapan Baru Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kick-off Konservasi Flora dan Fauna
- Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia, Dunia Pers Indonesia Berduka
- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
Tingkatkan Ekspor Emas Hijau Indonesia Bidik Pasar Eropa

Keterangan Gambar : Emas hijau rumput laut. Foto: dok. KKP
Indonesiamaritimenews.com ( IMN)JAKARTA: Indonesia membidik negara-negara eropa sebagai pasar ekspor rumput laut. Melalui pameran Food Ingredients Europe (FIE) 2022 di Paris, Prancis. Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan peningkatan pasar produk olahan 'emas hijau'.
"Secara umum produk olahan yang kami bawa ke sini (Paris) memiliki keunggulan karena dihasilkan dari bahan baku rumput laut dengan kualitas terbaik dari Indonesia," kata Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Ishartini melalui keterangan tertulis, dikutip Minggu (11//12/2022).
Ishartini mengungkapkan KKP melibatkan 7 perusahaan eksportir utama olahan rumput laut seperti karaginan dan agar (hydrocolloid). Ketjuh perusahaan tersebut: PT. Hakiki Donarta, PT. Surya Indoalgas, PT. Amarta Carrageenan Indonesia, PT. Hydrocolloid Indonesia, PT. Rote Karaginan Nusantara dan PT. Agar Swallow.
Baca Lainnya :
- Prosesi kirab dan Resepsi Ngunduh Mantu Kaesang-Erina di Solo, Simak Rangkaian Acaranya0
- TNI AL Bangun 2 Kapal Patroli Cepat Diproduksi di Dalam Negeri0
- Libur Nataru, 62 Kapal Merak-Bakauheni dan 7 Dermaga Sudah Siap 0
- Sah! Nikahi Erina Gudono, Kaesang Lancar Baca Ijab Kabul0
- Libur Nataru Penumpang Kapal Melonjak, ASDP Sediakan Pos Screening0
Saat ini ekspor hydrocolloid Indonesa ke pasar Uni Eropa (UE) masih sangat kecil. Kebutuhan UE sebagian besar dipasok oleh Irlandia, Prancis, dan Jerman.
Mengusung brand "Indonesia Seaweed: Natural binding solutions to the world", KKP ingin menunjukkan bahwa "emas hijau" dari perairan Indonesia tak kalah berkualitas dan bisa menjadi solusi mendukung ketahanan pangan dunia.
“Alhamdulillah selama pameran berlangsung banyak kontak dagang terjadi dan tercatat potensi transaksi hampir menembus USD 10 juta dengan produk yang diminati,” ungkap Ishartini.
Calon buyers yang berminat terhadap produk rumput laut Indonesia berasal dari negara Prancis, Korea Selatan, Ceko, Italia, Belanda, Turki, AS, Iran, Austria, Polandia, Portugal, Hungaria, Israel, Vietnam, Malaysia, Jerman, Malta, Algeria, China, Maroko, Arab Saudi, Thailand, Mesir, Serbia, Panama, Chili, Jepang, India, Spanyol, Filipina, Swedia, Argentina.
Ishartini berharap pameran ini bisa meningkatkan akses dan penetrasi produk hydrocolloid Indonesia tidak hanya di pasar Uni Eropa, namun juga di pasar dunia. (Riz/ Oryza)











