- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?
- Perangi Narkoba, Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Gelar Sobat Ananda Bersinar di SMAN 80 Jakarta
- 3 Bayi Buaya Langka Sinyulong Diamankan KKP dari Permukiman Nelayan, Ini Penampakannya
- Latma DIVEX 2026, Pasukan Katak TNI AL dan Republic of Korea Navy Asah Kemampuan Operasi Bawah Air
- KRI Hiu-634 Angkut Bantuan Kejati NTT, Disalurkan ke Maumere dan Reo
- BKPRMI Jakarta Gelar Pelatihan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah di Pulau Pramuka
- KRI Selar-879 TNI AL dan Philippine Navy Siaga Jaga Perbatasan Indonesia dan Filipina
- Update Gempa di NTT, Korban Meninggal Dunia 111 Orang, 21.552 Warga Masih Mengungsi
- Dorong Koperasi Nelayan Merah Putih Kembangkan Usaha Berbasis Data, KKP Gandeng ASPPENDO
Tilapia Tembus Pasar Eropa, Andalan Baru Produk Perikanan Indonesia

Keterangan Gambar : Tilapia atau ikan nila. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) menegaskan nila atau disebut juga tilapia kini menjadi komoditas andalan baru ekspor perikanan Indonesia.
Tilapia menjadi produk andalan baru untuk menembus pasar global khususnya untuk pasar Amerika Serikat dan Eropa.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut produksi tilapia terus didorong untuk menjawab tingginya permintaan pasar global, di antaranya melalui pengembangan kawasan budidaya ikan nila salin (BINS) Karawang, serta melakukan revitalisasi tambak Pantura untuk komoditas tersebut.
Baca Lainnya :
- Tinggalkan Vietnam, KRI Bima Suci Lanjutkan Pelayaran KJK 2026 ke China0
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat Bersama BI dan KRI HIU-634, Sukses Layani Masyarakat di Pulau Terpencil0
- KRI Bima Suci Sandar di Vietnam, Atraksi Genderang Suling Gita Jala Taruna Bikin Pengunjung Terpukau0
- KRI Pulau Rimau-724 Berlabuh di Wakatobi, Danguskamla Koarmada II Pimpin Ekspedisi Rupiah Berdaulat 20260
- Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih Letao Selatan Gorontalo, Presiden Prabowo: Saya Ingin Nelayan Sejahtera!0
“Dua program itu untuk meningkatkan kapasitas produksi nila nasional sekaligus memastikan bahwa seluruh proses budidaya memenuhi standar internasional yang berlaku,” ujarnya dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu (17/5).
Daya Tarik Tilapia
Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP, Erwin Dwiyana, mengungkapkan ikan tilapia saat ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen global. Ikan tilapia dikenal sebagai Chicken of The Sea karena memiliki rasa yang ringan (mild) dan mudah diolah, dengan kandungan protein tinggi mencapai 20 hingga 29 gram per 100 gram sajian. Selain itu, tilapia rendah lemak jenuh serta mengandung Omega-3, 6, 9, vitamin B12, dan mineral bermanfaat lainnya.
"Saat ini tilapia menjadi komoditas ekspor kita yang zero penolakan. Kami melihat standar global sangat penting diperhatikan. Mulai dari persyaratan wajib seperti GMP-SSOP, HACCP, Health Certificate, dan Nomor Registrasi, dan diperkuat sertifikasi buyer-driven seperti GLOBALG.A.P., ISO 22000, SQF, BAP, ASC dan BRC, semuanya dilengkapi oleh seluruh eksportir kita sehingga pasar percaya dengan produk kita," ucap Erwin.
Menurut Erwin kelengkapan sertifikasi inilah yang menjadi kunci utama kepercayaan pasar internasional terhadap produk perikanan Indonesia, sehingga tilapia asal Indonesia diterima dengan baik tanpa adanya penolakan di negara tujuan ekspor.
Berkat penerapan standar sertifikasi yang ketat tersebut, Regal Springs Indonesia sebagai salah satu produsen utama ikan tilapia di Indonesia berhasil mencatatkan pencapaian signifikan di pasar internasional. Perusahaan ini sukses memasok jaringan pub terkemuka di Inggris bernama Greene King.
Tri Dharma Saputra, Direktur Regal Springs Indonesia, mengungkapkan bahwa keberhasilan menembus pasar Eropa tidak terlepas dari terpenuhinya 37 sertifikasi yang salah satunya adalah ASC atau Aquaculture Stewardship Council.
"Dengan adanya ASC ini maka budidaya perikanan Indonesia dituntut untuk bertransformasi. Semua diukur, dicatat, dan dievaluasi. Mulai dari pengelolaan air, pemberian pakan, hingga proses menjaga kesehatan dan kesejahteraan ikan. Transformasi ini memastikan bahwa tilapia Indonesia tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan," jelas Tri Dharma.
Di Inggris, Tilapia sukses diolah menjadi menu fish and chip hingga hidangan boneless yang memberikan pengalaman fine dining berkualitas tinggi dengan tingkat keluhan konsumen yang sangat rendah. Selain itu, dari segi harga, ikan ini sangat kompetitif dibandingkan dengan jenis ikan putih lainnya sehingga mampu merebut pangsa pasar yang sebelumnya didominasi oleh spesies whitefish yang lebih mapan seperti ikan kod dan ikan trout. (Riz/Mar)











