Selamatkan Media Cetak dari Kepungan Media Digital, ini Strateginya

By Indonesia Maritime News 08 Jun 2023, 08:11:10 WIB Edukasi
Selamatkan Media Cetak dari Kepungan Media Digital, ini Strateginya

Keterangan Gambar : Wamenag Dr. Zinut Tauhid Sa'adi (keempat dari kanan) menghadiri promosi gelar doktor Budi Nugraha. Foto: ist


Indonesiamaritimenews.com.   (IMN),JAKARTA: Perkembangan teknologi informasi komunikasi dan mahalnya harga kertas telah mengancam kelangsungan hidup media cetak. Untuk menjaga eksistensinya, harus dilakukan strategi yang tepat.

Strategi tersebut adalah menjadikan media bersifat hibrid, yaitu memiliki bentuk cetak sekaligus daring atau media siber.

Pernyataan ini merupakan bagian dari promosi Doktor Budi Nugraha, dalam bidang Ilmu Komunikasi di Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta, Rabu (7/6/2023).

Baca Lainnya :

Budi meraih gelar doktor melalui disertasinya berjudul "Pengembangan Media Hibrid Sebagai Strategi untuk Mempertahankan Performa Media Cetak Lokal: Studi Kasus pada Grup Jawa Pos, Radar Surabaya, Radar Solo, dan Radar Jogja". Dalam sidang terbuka yang dipimpin oleh Dr. Marlinda Irwanti P.M.Si, Budi memperoleh nilai 'sangat memuaskan'.

Dr. Budi Nugraha dalam disertasinya menyebutkan, Media Hibrid adalah strategi tepat untuk menyelamatkan media cetak di era digital. Media cetak dapat mempertahankan eksistensinya, yaitu dengan mengadopsi pendekatan hibrid, menggabungkan format cetak dan siber atau daring.

WAMENAG BERI APRESIASI

Wakil Menteri Agama, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si mengapresiasi pencapaian Budi Nugraha pada sidang promosi S3 tersebut. "Mas Budi Nugraha dengan sungguh - sungguh dan serius bisa menyelesaikan program studi Doktor ini, mengingat pekerjaan dan kesibukannya  beraktifitas sebagai wartawan," ungkap Zainut.

Wamenag juga menyebutkan, disertasi yang diangkat Dr.Budi Nugraha sangat menarik. "Media hibrid sekarang ini memang menjadi tantangan di era digital," kata Zainut.

Dia menyebut, tantangan terbesarnya adalah bagaimana media cetak bisa tetap eksis di tengah banyaknya media digital. Wamenag berharap apa yang ditemukan Dr.Budi Nugraha  dalam penelitiannya bisa bermanfaat bagi bisnis media massa. Hal ini mengingat perkembangan media kini semakin banyak tantangan.

"Semoga apa yang telah dilakukan Dr. Budi Nugraha dapat memotivasi teman-teman wartawan lainnya," tandas Zainut.

Sebagai catatan, Dr. Budi Nugraha adalah wartawan senior yang menjadi Kepala Biro Jakarta Harian Suara Merdeka, dan Pemred Jakarta.SuaraMerdeka.com, serta aktif di organisasi kewartawanan. Ayah dua anak kelahiran Tasikmalaya, Jabar, 25 Mei 1965 ini adalah Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi DKI Jakarta (PWI Jaya).

Suami dari Dr. Ina Purwitasari ini memiliki dua orang anak yang juga sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Anak sulungnya, Hazrina Puteri Nabila saat ini menempuh S2 di Universitas Trier, Jerman. Sedangkan si bungsu masih kuliah di Undip. (ARRY/ORYZA)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook