- TNI AL Gelar Kompetisi Menembak Fun Shooting Diikuti 29 Negara, Ini Juaranya
- Apel Saka Bahari 2026, Membentuk Generasi Muda Bervisi Maritim, Tangguh, Siap Hadapi Disrupsi
- Perkuat Konektivitas Antarpulau, Pelindo dan AMANAIR Jajaki Layanan Seaplane
- KKP Jemput Bola Bantu Urus Izin Usaha Perikanan Tangkap di Kampung Nelayan Merah Putih
- Lanal Lampung Bekali Materi Bela Negara, Tanamkan Displin Siswa SMAN 11 Bandar Lampung
- TPK Koja Pastikan Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Lancar dan Terjaga Saat Pekerja Sampaikan Aspirasi
- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?
- Perangi Narkoba, Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Gelar Sobat Ananda Bersinar di SMAN 80 Jakarta
- 3 Bayi Buaya Langka Sinyulong Diamankan KKP dari Permukiman Nelayan, Ini Penampakannya
Selamatkan Media Cetak dari Kepungan Media Digital, ini Strateginya

Keterangan Gambar : Wamenag Dr. Zinut Tauhid Sa'adi (keempat dari kanan) menghadiri promosi gelar doktor Budi Nugraha. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com. (IMN),JAKARTA: Perkembangan teknologi informasi komunikasi dan mahalnya harga kertas telah mengancam kelangsungan hidup media cetak. Untuk menjaga eksistensinya, harus dilakukan strategi yang tepat.
Strategi tersebut adalah menjadikan media bersifat hibrid, yaitu memiliki bentuk cetak sekaligus daring atau media siber.
Pernyataan ini merupakan bagian dari promosi Doktor Budi Nugraha, dalam bidang Ilmu Komunikasi di Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta, Rabu (7/6/2023).
Baca Lainnya :
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kepala Staf Kolinlamil Ikut Menanam Pohon0
- Dukung Pemerataan Pendidikan, Kolaborasi Subholding Pelindo Selenggarakan Paket B Gratis0
- Tingkatkan Kualiatas Pelayanan Curah Pelindo Multi Terminal Sertifikasi Loading Master Pelabuhan0
- Ungkap Kasus Perikanan, KKP Gandeng 7 Insitusi Pendidikan di Aceh0
- Irjen Dadang Hartanto Dikukuhkan jadi Guru Besar UMSU Medan Dihadiri Kapolri0
Budi meraih gelar doktor melalui disertasinya berjudul "Pengembangan Media Hibrid Sebagai Strategi untuk Mempertahankan Performa Media Cetak Lokal: Studi Kasus pada Grup Jawa Pos, Radar Surabaya, Radar Solo, dan Radar Jogja". Dalam sidang terbuka yang dipimpin oleh Dr. Marlinda Irwanti P.M.Si, Budi memperoleh nilai 'sangat memuaskan'.
Dr. Budi Nugraha dalam disertasinya menyebutkan, Media Hibrid adalah strategi tepat untuk menyelamatkan media cetak di era digital. Media cetak dapat mempertahankan eksistensinya, yaitu dengan mengadopsi pendekatan hibrid, menggabungkan format cetak dan siber atau daring.
WAMENAG BERI APRESIASI
Wakil Menteri Agama, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si mengapresiasi pencapaian Budi Nugraha pada sidang promosi S3 tersebut. "Mas Budi Nugraha dengan sungguh - sungguh dan serius bisa menyelesaikan program studi Doktor ini, mengingat pekerjaan dan kesibukannya beraktifitas sebagai wartawan," ungkap Zainut.
Wamenag juga menyebutkan, disertasi yang diangkat Dr.Budi Nugraha sangat menarik. "Media hibrid sekarang ini memang menjadi tantangan di era digital," kata Zainut.
Dia menyebut, tantangan terbesarnya adalah bagaimana media cetak bisa tetap eksis di tengah banyaknya media digital. Wamenag berharap apa yang ditemukan Dr.Budi Nugraha dalam penelitiannya bisa bermanfaat bagi bisnis media massa. Hal ini mengingat perkembangan media kini semakin banyak tantangan.
"Semoga apa yang telah dilakukan Dr. Budi Nugraha dapat memotivasi teman-teman wartawan lainnya," tandas Zainut.
Sebagai catatan, Dr. Budi Nugraha adalah wartawan senior yang menjadi Kepala Biro Jakarta Harian Suara Merdeka, dan Pemred Jakarta.SuaraMerdeka.com, serta aktif di organisasi kewartawanan. Ayah dua anak kelahiran Tasikmalaya, Jabar, 25 Mei 1965 ini adalah Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi DKI Jakarta (PWI Jaya).
Suami dari Dr. Ina Purwitasari ini memiliki dua orang anak yang juga sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Anak sulungnya, Hazrina Puteri Nabila saat ini menempuh S2 di Universitas Trier, Jerman. Sedangkan si bungsu masih kuliah di Undip. (ARRY/ORYZA)











